
gubukinspirasi.id.CO.ID,JAKARTA -- Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dimatangkan. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyebut persiapan ajang MotoGP Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 tersebut telah mencapai 80 persen.
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan persiapan kini memasuki tahap eksekusi sebelum balapan digelar. Hal itu disampaikan Troy saat ITDC ambil bagian dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
"Persiapan MotoGP sudah 80 persen. Kita tinggal menghitung hari, kurang lebih tiga minggu lagi. Secara keseluruhan sudah siap, tinggal eksekusi," ujar Troy.
Menurut dia, persiapan balapan maupun kegiatan di luar lintasan atau non-race juga telah dilakukan. Sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas di kawasan sirkuit masih dalam proses dan nantinya akan ditinjau sejumlah pemangku kepentingan.
ITDC melakukan sejumlah renovasi dan menambah fasilitas baru untuk penyelenggaraan MotoGP 2026. Di antaranya penambahan storage, perbaikan race control, serta pembangunan camping ground.
"Dari fasilitas yang sudah ada, kita tambahkan beberapa fasilitas baru untuk MotoGP," kata Troy.
Para pembalap MotoGP diperkirakan mulai berdatangan sekitar H-7 sebelum balapan. Sebelum itu, para pembalap akan mengikuti agenda Rider Spirit di Kota Mataram pada H-3 yang melibatkan pembalap MotoGP, Moto2, dan Moto3.
Dua Pembalap Indonesia
MotoGP Mandalika tahun ini memiliki daya tarik tambahan dengan tampilnya dua pembalap Indonesia, yakni Mario Aji dan Veda Ega Pratama di kelas Moto2 dan Moto3.
Kehadiran dua pembalap Tanah Air tersebut turut mendorong penjualan tiket. Troy menyebut hingga saat ini tiket MotoGP Mandalika 2026 telah terjual sekitar 50-51 persen.
"Ini juga yang membuat pergerakan pembelian tiket lebih agresif dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Selain kehadiran pembalap Indonesia, perhatian penonton juga tertuju kepada Marc Marquez. Troy mengatakan Marquez menjadi salah satu pembalap yang dinantikan penampilannya di Mandalika.
"Animo masyarakat cukup luar biasa karena selain ingin menonton Marc Marquez yang diramal menjadi juara dunia dan belum pernah naik podium di Mandalika, ada juga dua pembalap Indonesia yang tampil, Mario Aji dan Veda Ega Pratama," kata Troy.
Troy berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap MotoGP Mandalika terus terjaga. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan penyelenggaraan berlangsung sukses, lancar, dan aman.
Ia menegaskan keikutsertaan ITDC dalam ISS 2026 bukan semata-mata mengejar penjualan tiket. Menurut Troy, kehadiran ITDC lebih diarahkan untuk memperkuat branding dan sosialisasi MotoGP Mandalika kepada masyarakat.
"Kita lebih kepada branding, lebih pada sosialisasi, dan yang paling penting kita mengumpulkan simpati positif masyarakat terhadap MotoGP," ujarnya.
Respons pengunjung ISS 2026 juga dinilai positif. Penjualan merchandise pada hari pertama telah mencapai sekitar Rp3 juta meski baru berlangsung setengah hari. Selain merchandise, stan ITDC juga menyediakan simulator yang menarik perhatian pengunjung.
Menurut Troy, antusiasme tersebut menunjukkan olahraga memiliki prospek besar dalam pengembangan industri. Ia menyatakan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendorong industri olahraga Indonesia.
"Artinya, memang ajang ini memberikan arah yang lebih baik tentang perkembangan olahraga dan industri olahraga ke depan. Kita mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh Menpora karena ini merupakan level Indonesia naik kelas untuk industri olahraga," kata Troy.
Tantangan Konektivitas
Dari sisi tantangan, Troy menyebut konektivitas menjadi salah satu perhatian utama. Namun, persoalan tersebut dinilai telah mendapat dukungan dari pemerintah, maskapai, dan pemerintah daerah.
Cuaca panas di Mandalika juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai sesuai dengan karakter yang dihadapi para pembalap.
"Kalau situasi lain, sesungguhnya tidak ada yang terlalu signifikan karena semua juga sudah paham. Dan ini adalah penyelenggaraan MotoGP yang kelima," ujar Troy.
ITDC menargetkan jumlah penonton tahun ini mencapai 145 ribu orang. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 140 ribu penonton dari target awal 120 ribu.
"Target kita 145.000 penonton. Tahun lalu dari target 120.000, realisasinya mencapai 140.000 penonton. Sekarang kita naik ke 145.000," kata Troy.
Ia menilai pencapaian target penonton bukan sekadar indikator keberhasilan penyelenggaraan. Semakin banyak wisatawan dan penonton yang datang ke Mandalika, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan, baik oleh NTB maupun Indonesia secara keseluruhan.
"Karena kalau itu tercapai, dampak ekonominya juga makin bagus untuk Indonesia, bukan hanya untuk NTB," ujarnya.
Minat terhadap MotoGP Mandalika juga datang dari wisatawan mancanegara. Troy mengungkapkan terdapat pembelian tiket dari Monako.
"Mengejutkan juga, ada yang membeli tiket dari Monako. Artinya, secara branding, secara pengetahuan masyarakat luar terhadap Mandalika sudah semakin baik," kata Troy.
Menurut dia, hal tersebut menunjukkan olahraga dapat memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor, terutama pariwisata dan transportasi.
"Olahraga itu memberikan dampak ke mana-mana, termasuk sektor pariwisata dan transportasi. Mudah-mudahan MotoGP bisa terus memberikan dampak ekonomi yang bagus untuk Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Manager Stakeholder & Public Relations ITDC Gresita Fenny Yohana Siahaan mengatakan pihaknya memberikan penawaran khusus selama ISS 2026. Promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket MotoGP di stan ITDC.
Pada periode presale 2, pembeli tiket VIP Hospitality mendapatkan diskon hingga 20 persen. Sementara itu, tiket Grandstand mendapatkan potongan harga hingga 30 persen.
"Untuk merchandise, kita kasih maksimal 10 persen, ada potongan harga untuk merchandise," ujar Gresita.
0 Komentar