
TRIBUN BATAM.id, BINTAN - Kernet Pikap Grand Max, Luis sebut sang sopir ,Lino ugal-ugalan di jalan sebelum kecelakaan.
Luis menjelaskan, sopir sejak keluar dari Pelabuhan Sei Kolak Kijang langsung ngebut.
Pikap membawa 10 orang. 8 penumpang kapal Tidar dari NTT tujuan Batam, 1 kernet dan 1 sopir.
"Di tikungan juga tidak pelan. Saya juga sempat tegur dia, hanya saja sopir itu jawab aman saja," kata Luis.
Luis mengaku, sebelum kecelakaan, pikap putih BP 8103 FC sudah hampir nabrak sepeda motor.
"Sopir juga belum menguasai jalan, soalnya dia baru dua kali mengendarai pikap dari Batam ke Tanjungpinang," ujarnya.
Mobil bak terbuka itu baru di beli, sejak 6 bulan lalu. Pemilik mobil ada di Batam.
Pikap itu selama ini digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang dari Batam ke Kijang atau sebaliknya.
"Saya juga baru kerja jadi kernet, biasanya kami antar barang penumpang yang mau pulang ke NTT menggunakan KM Tidar dari Kijang," katanya.
Dia menyebut, mereka sudah punya pelanggan tetap yang lumayan banyak.
"Biasanya kalau mereka mau pulang, mereka tinggal telpon kami jemput pakai pikap," lanjutnya.
Barang-barang penumpang di jemput dari rumah ke rumah dan dibawa ke Kijang, Bintan via Punggur Batam.
"Kami naik Roro dari Batam ke Tanjunguban lalu lanjut ke Kijang lewat jalan darat kurang lebih 2 jam," kata dia.
Rasa takut juga masih menyelimuti perasaan D, salah satu penumpang pikap yang alami kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Barat Bintan, Jumat (11/9/2026).
D menceritakan bahwa sebelum kejadian, ia sempat menegur sopir agar tidak mengemudi terlalu kencang.
Hanya saja sopir justru ingin mengejar jadwal kapal Roro agar bisa segera sampai ke Batam.
D menceritakan, rombongannya baru saja berangkat dari Kijang menuju Tanjunguban, dengan rencana menyeberang naik kapal Roro dari Tanjunguban ke Telaga Punggur, Batam.
Di dalam pikap saat kejadian terdapat sekitar 10 orang penumpang termasuk sang sopir.
"Saya sudah tegur sopir agar tidak terlalu kencang. Tapi katanya dia mau kejar roro ke Batam," sebut D.
D bersama saudarinya baru saja tiba dari kampung halamannya di Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Mereka terbiasa menumpang pikap semacam ini sebagai alat transportasi dari Kijang menuju Batam.
Barang-barang bawaan mereka sendiri sudah dikirim menggunakan pikap lain.
Kendaraan yang mereka tumpangi berfungsi seperti travel yang sekaligus mengangkut barang dan penumpang.
Kecelakaan itu membuat enam orang di antaranya harus dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, D dan beberapa penumpang lainnya tidak mengalami luka-luka.
Kini, setelah mendapat perawatan, D dan penumpang lainnya berencana langsung pulang ke Kota Batam.
"Luka-luka yang dialami para korban tidak terlalu serius," katanya.
Insiden ini terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekita pukul 08.20 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan enam orang penumpang mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bintan, Ipda Hendra Parsaoran Pardede membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang terlibat yakni mobil pikap Gran Max berwarna putih dengan nomor polisi BP 8103 FC.
Kendaraan itu kini telah diamankan di kantor Satlantas Polres Bintan.
Sebelum kecelakaan, pikap datang dari arah Kijang hendak menuju ke Tanjunguban.
"Saat ini sang sopir sedang menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," kata Hendra.
Belum diketahui secara pasti apa yang memicu kecelakaan tunggal itu, apakah faktor kelalaian pengemudi, kondisi jalan, atau hal lain.
Polisi sedang mendalami kronologi kejadian melalui pemeriksaan sopir, keterangan saksi, serta survei di lokasi.
Enam penumpang yang mengalami luka-luka kini mendapatkan perawatan di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang.
Kanit mengimbau seluruh pengendara agar selalu berhati-hati, terutama melintasi Jalan Lintas Barat Bintan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berkendara. (gubukinspirasi.id/ Ronnye Lodo Laleng).
0 Komentar