Kemendagri Thailand sidak makam ilegal khusus warga Israel yang buat geram warga lokal

Kemendagri Thailand sidak makam ilegal khusus warga Israel yang buat geram warga lokal
Ringkasan Berita:
  • Kemendagri Thailand melakukan inspeksi mendadak ke pemakaman khusus warga Israel di Provinsi Chachoengsao menyusul keresahan warga akibat temuan empat jenazah yang dikuburkan tanpa izin.
  • Hasil sidak mengungkap bahwa lokasi tersebut tidak memiliki izin operasional pemakaman maupun krematorium
  • Pemerintah Thailand saat ini memprioritaskan verifikasi identitas dan penyelidikan menyeluruh atas kewajaran penyebab kematian guna memastikan tidak ada upaya penyembunyian jenazah secara ilegal
 

gubukinspirasi.idWakil Menteri Dalam Negeri Thailand melakukan inspeksi mendadak ke sebuah kompleks pemakaman Yahudi yang tengah menuai kecaman keras dari warga lokal hingga viral ke seluruh penjuru negeri.

Pemakaman khusus warga Yahudi itu terletak di Sub-distrik Samet Tai, Distrik Bang Khla, Provinsi Chachoengsao. 

Kasus ini menjadi sorotan setelah warga menemukan empat kuburan baru yang dibuat tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada pihak berwenang.

Adapun lahan yang digunakan untuk melakukan penguburan empat jenazah dengan nama-nama khas Yahudi ini memiliki status kepemilikan atas nama perusahaan lokal yang sahamnya dimiliki tiga warga negara Israel yang telah memperoleh kewarganegaraan Thailand.

Menanggapi kontroversi tersebut, Kemendagri Thailand pun mendesak penghentian aktivitas penguburan di lahan tersebut,

Pihak Kemendagri Thailand juga menuntut seluruh pihak terkait untuk melakukan pemindahan jenazah, mempercepat proses identifikasi, serta mengusut tuntas kepemilikan lahan dan transaksi keuangan terkait kasus yang memicu keresahan warga sekitar ini.

Sidak ini sendiri dilakukan pada hari Jumat, (11/9/2026) pukul 09.40 waktu setempat dan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polpheer Suwannachawi.

Tak sendirian, Polpheer turut didampingi oleh Gubernur Provinsi Chachoengsao Chatpra-orn Niyom, Wakil Direktur Jenderal Departemen Administrasi Provinsi Wirun Sitthiwong, Sekretaris Permanen Provinsi Peerapol Luelao, Kepala Distrik Bang Khla Ekkarat Krityapong, serta para pimpinan instansi pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Hasil Sidak Kemendagri Thailand

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, Kemendagri Thailand mengungkap bahwa lokasi tersebut tidak memiliki izin untuk mengoperasikan pemakaman atau krematorium sebagaimana disyaratkan oleh undang-undang.

Pihak Kemendagri Thailand juga mendapati pemilik lahan tak memiliki izin untuk mendirikan tempat bagi kegiatan upacara keagamaan apa pun.

Di area tersebut, petugas mendapati empat jenazah yang telah dikuburkan.

Tiga di antaranya berada di dalam makam yang disegel semen lengkap dengan nama yang diukir pada marmer.

Batu nisan tersebut mencatat tahun kematian masing-masing pada 2023, 2025, dan 2026, yang membuktikan bahwa penguburan dilakukan tanpa izin resmi.

Sementara itu, satu jenazah keempat masih diletakkan di dalam tenda berpenutup jaring tanpa disegel, yang diyakini baru saja dibawa ke lokasi tersebut pada tahun ini.

Prioritas Verifikasi Identitas

Menanggapi polemik yang terjadi, Polpheer menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini bukan memenuhi keinginan pihak pengelola untuk memindahkan jasad, melainkan memastikan legalitas identitas dan sebab kematian korban.

“Masalah paling mendesak saat ini bukanlah permintaan untuk memindahkan jenazah, melainkan verifikasi dan identifikasi para jenazah untuk memastikan apakah keempat jenazah tersebut benar-benar warga negara asing seperti yang diklaim, dan apakah namanya cocok dengan yang tertulis." terang Polpheer seperti yang dikutip dari Thairath.

Polpheer juga menegaskan status makam tersebut adalah ilegal mengingat sang pemilik lahan sama sekali tak melakukan komunikasi dengan otoritas maupun warga setempat terkait pemakaman tersebut.

"Saya juga mendapat laporan bahwa pihak berwenang setempat dan organisasi administrasi lokal tidak pernah diberi tahu tentang kematian tersebut." sambung Polpheer.

Polpheer juga mengakui bahwa pihaknya juga tengah melakukan investigasi guna memastikan apakah 4 jenazah yang terkubur di lokasi tersebut meninggal secara "normal" atau tidak.

"kami juga telah menugaskan Departemen Administrasi Provinsi, bekerja sama dengan pejabat kesehatan masyarakat, untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kematian, kami ingin tahu apakah para jenazah menginggal karena wajar, kecelakaan, atau tindak kejahatan, hal ini dilakukan untuk mencegah upaya apa pun untuk menyembunyikan jenazah di dalam Kerajaan Thailand." tegasnya.

"Kami juga telah menginstruksikan perusahaan pemilik lahan untuk menyerahkan dokumen yang mengesahkan identitas dan penyebab kematian dari instansi terkait sebelum izin untuk memindahkan jenazah diberikan.” pungkas Polpheer.

Adapun jenazah yang berada di lahan tersebut rencananya akan dipindahkan ke kawasan Charoen Krung.

Pemerintah provinsi juga tengah menyusun laporan faktual untuk diserahkan kepada Pengadilan Administrasi guna merespons gugatan hukum dan menenangkan warga setempat.

(gubukinspirasi.id/Bobby)

0 Komentar