
gubukinspirasi.id, SLAWI- Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tegal Meraih Peringkat Ketiga dalam penilaian Estafet Tunas Kelapa (ETK) Jawa Tengah 2026 kategori Partisipasi Dinas, Instansi dan masyarakat.
Kwarcab Tegal mengoleksi 980 poin, hanya berjarak 10 poin dari Kwarcab Banyumas yang menempati peringkat kedua.
Sementara Kwarcab Klaten keluar sebagai peraih nilai tertinggi dengan 1.000 poin.
Hasil Penilaian tersebut disampaikan dalam Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah, di Gedung Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (10/9/2026).
Kepala Dinas Porapar Kabupaten Tegal Mujahidin, mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, berkesempatan menerima Tropi kejuaraan dan piagam penghargaan Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026.
"Alhamdulillah Kwarcab Tegal mendapat nilai 980, sementara juara kedua Kwarcab Banyumas dapat nilai 990, dan juara pertama Kwarcab Klaten dengan nilai 1.000. Prestasi ini merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak," ungkap Mujahidin, dalam rilis yang diterima gubukinspirasi.id, Jumat (11/9/2026).
Menurut Mujahidin, selisih 10 poin dengan Banyumas, dan 20 poin dengan Klaten menjadi catatan penting bagi Kwarcab Tegal.
Capaian peringkat ketiga sekaligus menunjukkan masih terbuka peluang untuk memperbaiki pelaksanaan ETK pada kesempatan berikutnya.
"Prestasi ini tentunya menjadi perjuangan sekaligus tantangan bagi Kwarcab Tegal ke depannya. Kami akan terus meningkatkan partisipasi dan sinergi dengan seluruh pihak agar kegiatan kepramukaan semakin kuat," jelasnya.
Mujahidin juga mengapresiasi dukungan OPD di lingkungan Pemkab Tegal, instansi terkait, serta masyarakat yang ikut menyukseskan ETK Jawa Tengah 2026.
"Terima kasih kepada semua OPD di lingkungan Pemkab Tegal serta instansi dan masyarakat yang sudah membantu dan mendukung jalannya ETK 2026," ujar Mujahidin.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal Nilna Almuna, melalui Wakil Ketua Bidang Humas Kwarcab Tegal Nurhayati, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih Kwarcab Tegal diawal kepengurusan baru.
“Alhamdulillah. Terima kasih banyak atas kerja barengnya yang luar biasa dari semua OPD, Pengurus Kwarcab dan Kwarran, masyarakat serta stakeholder terkait. Semoga prestasi ini akan menjadi penyemangat kedepan lebih baik,” kata Nurhayati.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka Kwarcab Tegal, Widodo Joko Mulyono, juga menerima Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka yakni Lencana Pancawarsa V.
Sementara Lencana Teladan diberikan kepada Siti Noviyatun, Pramuka Pandega Kwarcab Tegal.
Widodo Joko Mulyono menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
Menurutnya, Lencana Pancawarsa V menjadi bentuk penghargaan sekaligus dorongan untuk terus berkontribusi dalam Gerakan Pramuka.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada Kwarnas yang memberikan penghargaan Lencana Pancawarsa V," tutur Joko.
Puncak Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah dipimpin Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental dan Spiritual, Widagdo Hendro Sukoco sebagai pembina upacara.
Dalam upacara tersebut, Widagdo membacakan sambutan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Widagdo menegaskan, Gerakan Pramuka harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Nilai tersebut tercermin melalui semangat "ngopeni" dan "nglakoni".
"Ngopeni berarti merawat. Merawat lingkungan hidup, fasilitas umum, persaudaraan, kerukunan dan kebinekaan," tutur Widagdo.
Dia juga mengingatkan perkembangan pembangunan dan teknologi harus diimbangi dengan kepedulian sosial.
Kemampuan membangun, harus berjalan bersama dengan kemampuan merawat hasil pembangunan dan menjaga hubungan antar masyarakat.
"Jangan sampai kita hanya pandai membangun tetapi tidak mampu merawat apa yang telah dibangun. Jangan sampai kita memiliki kemajuan teknologi tetapi kehilangan kepedulian sosial," tegasnya.
Sementara "nglakoni" dimaknai sebagai kemauan untuk berbuat, bekerja, dan hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pramuka harus menjadi organisasi pendidikan karakter yang hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat.
"Kami mendorong Pramuka menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, hingga kesiapsiagaan bencana," tutupnya. (dta)
0 Komentar