Liliyana Natsir mengaku ganda campuran Indonesia tertinggal, Amri/Nita diharapkan makin pede untuk Asian Games 2026

gubukinspirasi.idMantan pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, hadir dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 sebagai bagian dari tim pencari bakat.

Secara kebetulan ajang pencarian bakat bulu tangkis tersebut tidak jauh dari hari ulang tahunnya pada 9 September. Meski sudah lewat 2 hari, sejumlah rekan Liliyana memberi kejutan berupa kue ulang tahun.

"Ini walaupun sudah lewat, 2 hari yang lalu. Terima kasih untuk surprisenya. Kebetulan tahun lalu juga dirayakan disini. Tanggal disini ulang tahunnya disini juga," kata Liliyana kepada media, termasuk gubukinspirasi.iddi GOR Jati, Kudus, Jumat (11/9/2026).

"Tetapi, tidak apa-apa. Saya tidak memikirkan hal lain karena ulang tahun itu umurnya bertambah ya."

"Inginnya tidak mau ingat angkanya, inginnya muda terus. Doa saya semoga disini sehat-sehat. Selalu bisa berkontribusi untuk bulu tangkis karena saya bisa seperti ini karena bulu tangkis."

Terkait perkembangan sektor ganda campuran, sosok yang akrab disapan dengan Butet itu mengakui bahwa sektor ini mengalami kemunduran.

"Ganda campuran memang agak ketinggalan. Jujur saya bilang untuk Indonesia ya, apalagi sekarang pasangannya sedang diganti-ganti. Belum ada yang tetap," aku Liliyana.

"Namun, butuh waktu walaupun kita lihat si A, si B, si C, bagus ini dipartnerkan, butuh waktu lagi mencari chemistry yang cocok. Ganda campuran sudah agak tertinggal, tetapi mau naik, mau mengejar butuh waktu."

"Kembali lagi saya rasa PBSI akan berusaha maksimal karena Olimpiade sebentar lagi. Target kita Olimpiade. Apalagi ganda campuran bagi saya pribadi inginnya wakilnya ada terus pada Olimpiade dan minimal medali."

"Saya tidak bisa menyebut medali apapun yang penting minimal medali dulu targetnya. Kita tidak usah muluk-muluk. Inginnya pasti emas, tetapi harus realistis."

"Lihat sekarang pasangan tetap saja belum tahu siapa. Apalagi dengan coach Nova (Widianto) kembali pasti dia punya formula baru untuk partnernya mana dan itu butuh waktu lagi. Harapannya bisa terkejar sampai Olimpiade."

Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Tontowi Ahmad itu sempat mengaku gemas dengan prestasi ganda campuran Indonesia.

"Pasti ada karena saya dan Owi (Tontowi) inginnya ada penerus, pasti saya rasa semua senior inginnya seperti itu. Tetapi namanya olahraga tidak seperti yang kami inginkan," ujar Liliyana.

"Maksudnya, setelah saya masak tidak ada lagi? Mereka juga ingin, tetapi tidak mudah dengan persaingan di seluruh dunia, dengan persaingan yang ketat."

"Jadi, lebih maksimal lagi saya rasa, lebih berjuang lagi untuk ganda campuran. Semoga suatu saat nanti, saya tidak tahu kapan."

"Namun, dengan usaha keras, ada coach Nova sekarang semoga ganda campuran bisa kembali ke performa minimal 10 besar dulu atau 5 besar sehingga terget berikutnya ada juara dunia, Olimpiade, dan sebagainya."

Pada Asian Games 2026, Indonesia memberangkatkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang baru dibentuk.

"Asian Games saya tidak tahu PBSI targetnya ke siapa. Semoga bisa membuat kejutan. Kekuatan ganda campuran ada di China, Prancis, tetapi Amri/Nita masih bisa bersaing," ucap Liliyana.

"Kemarin mereka sudah lumayan percaya diri mencapai semifinal Kejuaraan Dunia. Mudah-mudahan mereka bisa menambah percaya diri lagi untuk menghadapi Asian Games."

"Kita tahu sendiri bonus dari pemerintah besar sekali. Saya saja, zaman saya coba ya seperti itu ha-ha-ha. Itu motivasi ya bukan mata duitan. Kami tidak munafik, kita harus termotivasi kalau dapat emas Rp3 miliar nih."

"Kerja dimana 3 miliar seminggu, 2 minggu, Jadi, semoga itu jadi motivasi tapi jangan lihat kesana dulu. Bagaimana caranya berusaha di lapangan sehingga bisa minimal medali."

0 Komentar