Pembongkaran Stadion Agus Salim Capai 85 Persen, Seluruh Tribun Telah Rata dengan Tanah

Tahap Akhir Pembongkaran Stadion Haji Agus Salim Padang

Pembongkaran Stadion Haji Agus Salim di Kota Padang kini memasuki tahap akhir. Proses ini telah mencapai sekitar 85 persen, menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Mahdianur.

Area yang Telah Diratakan dengan Tanah

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, bagian-bagian seperti Tribun Timur, Selatan, Utara, dan Barat sudah rata dengan tanah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar struktur stadion telah berhasil dibongkar. Namun, bangunan Tribun VIP masih berdiri, meskipun atapnya telah sepenuhnya dibongkar.

Selain itu, beberapa fasilitas seperti papan skor LED, rumput lapangan, dan tiang gawang masih terlihat terpasang di lokasi. Sejumlah alat berat dan mobil juga tampak berada di kawasan stadion, meski tidak terlihat aktivitas pekerjaan pada hari itu.

Perspektif dari Pedagang Sekitar

Abuyar, salah seorang pedagang di sekitar GOR Haji Agus Salim, menyebut bahwa pekerja pembongkaran tidak bekerja pada hari Minggu. Ia mengatakan bahwa pekerjaan tersebut biasanya dilakukan pada hari kerja, sementara hari Minggu digunakan untuk istirahat. Ia berharap pekerjaan akan kembali dilanjutkan esok hari.

Ia juga menyebut bahwa proses pembongkaran saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Menurutnya, hanya sedikit lagi yang tersisa, dan mungkin segera selesai menjelang akhir bulan. Abuyar mengatakan bahwa proses pembongkaran ini telah berlangsung hampir satu bulan.

Lasmi, pedagang lainnya, juga berharap agar proses pembongkaran dan pembangunan stadion baru dapat segera selesai. Ia ingin aktivitas berjualan dapat kembali normal setelah stadion selesai dibangun. Ia mengkhawatirkan bahwa masyarakat jarang lewat ke area tersebut karena sedang dalam proses pembongkaran.

Awal Pembongkaran Stadion

Sebelumnya, pembongkaran Stadion Haji Agus Salim resmi dimulai sejak Senin (6/7/2026). Tiga alat berat diterjunkan untuk merobohkan stadion yang telah menjadi ikon olahraga Sumatera Barat selama lebih dari empat dekade.

Pantauan di lokasi pada Kamis (9/7/2026) menunjukkan dua alat berat sedang bekerja membongkar struktur bangunan, sementara satu alat berat lainnya melakukan penggalian tanah di kawasan tribun suporter. Di lokasi juga disiagakan satu truk untuk mengangkut material hasil pembongkaran keluar dari area stadion.

Beberapa fasilitas seperti kursi penonton dan lampu stadion telah dilepas. Sementara itu, hamparan rumput lapangan masih terlihat utuh dan belum dibongkar.

Proses Pembongkaran yang Berjalan Sesuai Jadwal

Mahdianur menjelaskan bahwa proses pembongkaran dimulai setelah pemenang lelang peruntuhan stadion ditetapkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Setelah seluruh administrasi dengan KPKNL maupun Pemerintah Provinsi selesai, mereka mulai melakukan pembongkaran sejak Senin kemarin.

Menurutnya, Dispora Sumbar terus berkoordinasi dengan pihak pemenang lelang sebagai pengguna aset agar proses pembongkaran berjalan sesuai ketentuan. Ia menyebut pihak kontraktor telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk kesiapan alat berat dan kendaraan pendukung untuk mempercepat pekerjaan.

Dari koordinasi di lapangan, ada tiga alat berat yang bekerja. Selain itu, ada kendaraan untuk mobilisasi material. Persyaratan terkait ketersediaan alat berat sudah mereka penuhi dan proses pembongkaran berjalan sesuai standar.

Proyeksi Waktu Pembongkaran dan Pembangunan

Mahdianur memproyeksikan proses pembongkaran akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Setelah seluruh bangunan diratakan, area tersebut akan diserahkan kepada kontraktor pembangunan stadion baru.

Ia berharap selama proses pembongkaran tidak terjadi kendala sehingga tahapan pembangunan stadion baru dapat segera dimulai sesuai jadwal. Ia menjelaskan, kawasan Stadion Haji Agus Salim memiliki luas sekitar 7,6 hektare. Namun, area yang menjadi fokus pembangunan stadion diperkirakan sekitar 4 hektare.

Sementara lahan lainnya akan ditata untuk mendukung aktivitas masyarakat, seperti area parkir, pujasera, hingga ruang bagi cabang-cabang olahraga di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Penataan Kawasan yang Lebih Baik

Tidak hanya membangun stadion baru, Pemprov Sumbar juga berencana melakukan penataan kawasan secara menyeluruh. Mahdianur mengatakan penataan dilakukan atas arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat agar kawasan Stadion Haji Agus Salim menjadi lebih tertata dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ia memastikan para pedagang akan diupayakan kembali menempati lokasi yang telah disiapkan setelah penataan selesai. Penataan ini dilakukan agar pembinaan olahraga berjalan baik, sekaligus mendukung pariwisata, kuliner, dan aktivitas masyarakat.

Sejarah Stadion Haji Agus Salim

Stadion Haji Agus Salim mulai dibangun pada 1983 dan diresmikan pada 1985 untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XIII. Stadion yang berada di kawasan Rimbo Kaluang, Kota Padang, itu kemudian menjadi markas Semen Padang FC dan PSP Padang serta menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga di Sumatera Barat.

Kini, stadion yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun tersebut dibongkar untuk digantikan dengan stadion baru yang diharapkan mampu menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern dan representatif.

0 Komentar