
Kondisi Jalur Pelaihari–Banjarmasin yang Gelap Menimbulkan Kekhawatiran
Di wilayah Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, kondisi jalur utama menuju Banjarmasin kembali menjadi perhatian masyarakat. Terutama karena minimnya penerangan di sepanjang jalan, yang menyebabkan pengendara merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan.
Masalah Penerangan Jalan yang Mengganggu Pengguna Jalan
Banyak pengendara mengeluhkan gelapnya beberapa ruas jalan saat malam hari. Kondisi ini terasa lebih berat karena jarak pandang menjadi terbatas, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Pejalan kaki, kendaraan yang berhenti di tepi jalan, maupun kondisi permukaan jalan sulit terlihat dalam gelapnya malam.
Salah satu warga Tala, Rina, mengatakan bahwa ia sering mengalami situasi seperti ini ketika pulang dari Banjarmasin. Ia merasa was-was karena pandangan terbatas dan memperparah risiko keselamatan.
“Kalau malam gelap banget di beberapa titik. Hampir sebagian besar selama perjalanan, gelap. Memang bikin waswas karena kan pandangan jadi terbatas,” keluh Rina.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini semakin berisiko bagi pengendara dengan penurunan kemampuan penglihatan. “Sekarang mata juga sudah mulai rabun. Kalau jalan gelap, melihat kendaraan atau orang di depan jadi tidak jelas.”
Pengalaman Pengemudi yang Harus Berhati-hati
Dedi, seorang karyawan swasta, juga mengungkapkan keluhan serupa. Ia mengaku harus ekstra hati-hati ketika melintas pada malam hari. Kondisi gelap membuatnya tidak bisa memacu kendaraan seperti biasanya.
“Kalau terang tentu lebih nyaman dan aman. Kalau gelap begini kita harus lebih pelan karena pandangan tidak maksimal. Yang dikhawatirkan kalau ada orang menyeberang atau kendaraan berhenti, bisa terlambat terlihat,” ujarnya.
Dedi berharap pemulihan kelistrikan dapat segera tuntas agar penerangan di sepanjang jalur utama kembali normal. “Harapannya jangan lama-lama lagi. Kami yang sering bepergian dan pulang malam sangat merasakan dampaknya.”
Dampak Gangguan Kelistrikan di Kalimantan Selatan
Sebelumnya, gangguan pada sistem pembangkit listrik telah memengaruhi pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah. Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, saat melakukan kunjungan ke PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, mendapat penjelasan langsung dari manajemen PT PLN UID Kalselteng terkait langkah pemulihan sistem kelistrikan.
PLN menyampaikan bahwa berbagai upaya perbaikan pembangkit terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi kelistrikan secara bertahap menuju normal. Target pemulihan kelistrikan diharapkan kembali normal pada 25 Agustus 2026.
Meski pemadaman pada siang hari disebut sudah tidak sesering sebelumnya, masyarakat masih merasakan dampak gangguan, termasuk pada penerangan jalan yang bergantung pada pasokan listrik.
Tips Berkendara Nyaman pada Malam Hari
Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan saat berkendara pada malam hari, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
-
Tubuh bugar
Sebelum duduk di balik kemudi, pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan bugar. Hindari mengemudi saat mata terasa "berat". Jika merasa letih, segera berhenti di tempat aman dan istirahat sejenak sambil menikmati secangkir kopi atau teh hangat. -
Rencanakan tujuan
Gunakan GPS untuk membantu memandu arah jalan sebelum memulai perjalanan, sehingga tidak perlu terlalu pusing memikirkan rute jalan. Pastikan aplikasi navigasi sudah diperbarui untuk data terbaru. -
Hindari sorotan lampu
Sebisa mungkin hindari sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan. Tetap fokus pada lajur Anda agar tidak terhipnotis. Jika mendapat sorotan lampu dim, segera kedipkan lampu dim sebagai isyarat. -
Jaga kecepatan
Berkendara pada malam hari berbeda dengan siang hari. Jagalah kecepatan dan jika memungkinkan, berkendaralah lebih lambat. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain. -
Lengkapi dengan kaca film
Berkendara pada malam hari akan lebih nyaman jika kaca depan bersih dan bebas dari jamur. Pastikan jendela mobil dilengkapi dengan kaca film untuk menghindari silau dan gangguan visibilitas.
0 Komentar