
Ringkasan Berita:
- Airlangga menegaskan target konkret agar 92 proyek yang saat ini sedang berjalan segera diselesaikan dan tidak berhenti pada dokumen pembahasan
- Menteri dari ketiga negara turut menyambut capaian Cetak Biru Implementasi 2022–2026 yang tercatat melampaui target
- Para delegasi menandatangani MoU Kerja Sama Kelapa Sawit untuk memperkuat posisi tawar
gubukinspirasi.id, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri ke-32 Kerja Sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT MM) di Medan, Sumatra Utara, Kamis (10/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menegaskan target konkret agar 92 proyek yang saat ini sedang berjalan segera diselesaikan dan tidak berhenti pada dokumen pembahasan.
Airlangga meminta forum kali ini dicatat sebagai Pertemuan Menteri Implementasi, dengan tolok ukur keberhasilan berupa realisasi proyek di lapangan, bukan sekadar penumpukan dokumen administratif.
“Selama lebih dari tiga dekade, IMT-GT tidak pernah kekurangan rencana yang baik. Namun, yang ditunggu masyarakat kita adalah implementasi. Setiap inisiatif harus bergerak dari perencanaan ke eksekusi, dari dokumen ke koridor ekonomi, dan dari penandatanganan menjadi lapangan kerja nyata,” kata Airlangga dalam keterangan di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Hadir dalam pertemuan ini Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir, Wakil Menteri Kantor Perdana Menteri Thailand Thanadit Raktabutr, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution, Dirjen Departemen Asia Tenggara ADB Nianshan Zhang, Deputi Sekjen ASEAN Nararya S Soeprapto, serta Direktur CIMT Amri Bukhairi Bakhtiar.
Para menteri dari ketiga negara turut menyambut capaian Cetak Biru Implementasi 2022–2026 yang tercatat melampaui target.
Indikator ekonomi kawasan menunjukkan tren positif, di antaranya kenaikan PDB per kapita dari 21.646 PPP$ pada 2024 menjadi 23.290 PPP$ pada 2025, lonjakan perdagangan barang dari 708 miliar dolar AS ke 810,8 miliar dolar AS, serta peningkatan investasi asing langsung (FDI) dari 27,52 miliar dolar AS menjadi 28,44 miliar dolar AS.
Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 3,7 persen dan mendatangkan 68 juta wisatawan mancanegara pada tahun lalu.
Sebagai wujud konkret kerja sama, rangkaian pertemuan ini menggelar International Business Matching 2026 yang mempertemukan 275 pelaku usaha dari tujuh sektor strategis dan menghasilkan 8 Nota Kesepahaman (MoU) bisnis lintas negara.
Tandatangani MoU
Pada kesempatan yang sama, para delegasi menandatangani MoU Kerja Sama Kelapa Sawit untuk memperkuat posisi tawar ketiga negara produsen sawit utama dunia tersebut di pasar global, sekaligus menyerukan penguatan kerja sama produksi beras demi menjaga ketahanan pangan sub-kawasan.
Airlangga juga merumuskan tiga arah strategis ke depan, yakni mengutamakan proyek berdampak langsung (mobilitas, digital, UMKM), memperkuat sistem logistik dan ekonomi lintas batas, serta memposisikan forum IMT-GT sebagai wadah uji coba dan lengan pelaksana integrasi ASEAN.
Mengenai aspek pelaksanaan, Airlangga secara khusus menggarisbawahi pentingnya peran Forum Kepala Daerah (CMGF) ke-23 agar pembangunan terintegrasi dalam satu koridor ekonomi utuh.
“Proyek pembangunan tidak dibangun di dalam ruang rapat para Menteri. Kami para Menteri bertugas menyetujui rencana, namun para Gubernur atau Kepala Daerah adalah yang mengeksekusinya di lapangan. Oleh karena itu, pemberdayaan Pemerintah Daerah adalah inti dari kerja sama IMT-GT,” ujar Airlangga.
Pertemuan ke-32 ini resmi mengesahkan Pernyataan Bersama Para Menteri dan mengarahkan penyusunan Implementation Blueprint 2027–2031 yang bertumpu pada pilar Ketahanan Ekonomi, Jaringan Terintegrasi, dan Kesejahteraan Bersama menuju Visi IMT-GT 2036.
Selanjutnya, Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-33 akan diselenggarakan di Malaysia pada 2027.
0 Komentar