
gubukinspirasi.id, BANGKA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Bangka Belitung (UBB) berhasil menjadi satu-satunya tim PKM UBB yang lolos pendanaan PKM tahun 2026 melalui penelitian inovatif yang mengangkat potensi tanaman lokal Bangka, yaitu daun pelawan (Tristaniopsis merguensis).
Penelitian yang berjudul “Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Daun Pelawan (Tristaniopsis merguensis) untuk Peningkatan Bioavailabilitas dan Restorasi Sel β-Pankreas Diabetes Tipe 2” ini dikembangkan sebagai upaya mengeksplorasi potensi bahan alam lokal melalui teknologi formulasi modern dalam bidang kesehatan.
Tim PKM-RE tersebut terdiri atas lima mahasiswa UBB, yakni Chelse Amalia dari Program Studi Kedokteran sebagai ketua, bersama Habib Zaim dari Program Studi Biologi, serta Azelika Tis’a Rahmadiyah, Rizqia Alifia Hestiaputri, dan Ulffiya Saffah Az Zahra dari Program Studi Kedokteran, dan dibawah bimbingan Indra Priawan M., S.Si., M.Biomed., dosen Program Studi Kedokteran UBB.
Kolaborasi lintas bidang antara mahasiswa kedokteran dan biologi menjadi salah satu kekuatan dalam penelitian ini. Latar belakang keilmuan yang berbeda memungkinkan penelitian dikembangkan mulai dari pemanfaatan bahan alam, formulasi sediaan, hingga pengujian biologis pada hewan model.
Penelitian ini berangkat dari permasalahan diabetes melitus tipe 2 yang merupakan salah satu penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus menjadi perhatian. Di sisi lain, Bangka Belitung memiliki kekayaan hayati yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan aktif untuk penelitian kesehatan.
Salah satunya adalah tanaman pelawan (Tristaniopsis merguensis), tanaman yang dikenal sebagai salah satu flora khas yang dapat ditemukan di wilayah Bangka. Tim PKM-RE UBB melihat adanya potensi senyawa bioaktif dari daun pelawan yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat bahan alam untuk penanganan diabetes tipe 2.
Namun, pemanfaatan senyawa aktif dari bahan alam dapat menghadapi berbagai kendala, termasuk kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim mengembangkan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) sebagai sistem penghantaran yang diharapkan dapat meningkatkan kelarutan dan penyerapan senyawa aktif sehingga potensinya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Dalam proses penelitian, tim telah melewati berbagai tahapan, mulai dari persiapan bahan dan pengolahan daun pelawan, pembuatan ekstrak, hingga formulasi SNEDDS.
Setelah berhasil memperoleh formulasi SNEDDS, penelitian kini telah memasuki tahap pengujian in vivo menggunakan mencit sebagai hewan model diabetes tipe 2.
Pada tahap ini, tim melakukan pemberian perlakuan sesuai kelompok penelitian untuk mengevaluasi potensi formulasi SNEDDS ekstrak daun pelawan terhadap kondisi diabetes. Pengujian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas formulasi yang telah dikembangkan secara in vivo.
Selain mengamati perubahan parameter terkait kondisi diabetes, penelitian juga diarahkan untuk mengevaluasi kondisi jaringan pankreas, khususnya sel β-pankreas, sehingga dapat diketahui potensi formulasi dalam membantu mempertahankan maupun memperbaiki kondisi sel β-pankreas yang berperan penting dalam produksi insulin.
Tahap in vivo menjadi salah satu bagian penting dalam penelitian karena hasil yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam menilai potensi formulasi SNEDDS daun pelawan sebagai kandidat pengembangan terapi berbasis bahan alam untuk diabetes melitus tipe 2.
Ketua tim PKM-RE, Chelse Amalia, mengatakan bahwa penelitian ini tidak hanya berfokus pada pengembangan formulasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengangkat potensi sumber daya alam Bangka Belitung melalui pendekatan ilmiah.
“Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa tanaman lokal yang ada di Bangka memiliki potensi untuk dikembangkan melalui riset. Kami berharap penelitian ini dapat menghasilkan data ilmiah yang bermanfaat dan menjadi langkah awal dalam pengembangan bahan alam lokal untuk bidang kesehatan,” ujar Chelse.
Sementara itu, dosen pembimbing Indra Priawan M., S.Si., M.Biomed. turut mendampingi tim dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari perencanaan, pengembangan formulasi, hingga pelaksanaan pengujian in vivo.
Penelitian ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam proses penelitian secara langsung, sekaligus membangun kolaborasi antara bidang kedokteran dan biologi.
Melalui penelitian tersebut, tim berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian mahasiswa, tetapi dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan mengenai potensi Tristaniopsis merguensis serta pengembangan sistem penghantaran bahan alam untuk penyakit metabolik.
Tim PKM-RE UBB menyampaikan terima kasih kepada pihak pemberi dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga penelitian ini dapat terlaksana, serta kepada Universitas Bangka Belitung yang senantiasa memberikan dukungan dan fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan penelitian.
“Dukungan yang diberikan menjadi bagian penting bagi kami untuk dapat menjalankan penelitian ini hingga tahap in vivo. Kami berharap seluruh proses penelitian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan luaran yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta potensi bahan alam Bangka Belitung,” ujar tim.
Ke depan, tim akan melanjutkan rangkaian penelitian sesuai target yang telah ditetapkan, termasuk evaluasi hasil pengujian in vivo dan analisis jaringan pankreas. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah mengenai potensi formulasi SNEDDS daun pelawan dalam penanganan diabetes melitus tipe 2. (*/PKM-RE UBB)
0 Komentar