Buntut batalnya konser Juicy Luicy, Indra Lesmana soroti aturan bagasi yang bebani musisi

Buntut batalnya konser Juicy Luicy, Indra Lesmana soroti aturan bagasi yang bebani musisi
Ringkasan Berita:
  • Indra Lesmana kritik aturan baru bagasi piece concept Garuda Indonesia yang dinilai menyulitkan musisi tur bawa alat.
  • Aturan bagasi berbasis koli berpotensi bengkakkan biaya, Indra Lesmana minta manajemen band dan promoter lebih cermat.
  • Aturan bagasi disorot usai Juicy Luicy batal tampil di Batam akibat kendala biaya ekstra bagasi yang membengkak.
 

gubukinspirasi.id, JAKARTA -Musisi Indra Lesmana ikut menyoroti kebijakan baru terkait aturan bagasi yang tercatat mulai berlaku pada 1 September 2026. 

Menurut Indra, perubahan sistem bagasi tersebut perlu menjadi perhatian serius, khususnya bagi musisi yang melakukan perjalanan dengan membawa perlengkapan musik sendiri.

Melalui Threads, Indra mengungkap bahwa dirinya menyoroti kebijakan tersebut sejak Juli 2026. 

Ia menilai perubahan dari sistem berdasarkan total berat atau weight concept menjadi berdasarkan jumlah koper atau koli (piece concept) berpotensi menyulitkan musisi yang membawa berbagai peralatan saat melakukan perjalanan atau tur.

“Mulai 1 September Garuda Indonesia memberlakukan aturan bagasi baru berbasis jumlah koper (piece concept), menggantikan sistem berat total (weight concept)," tutur Indra Lesmana dikutip gubukinspirasi.id, Sabtu (12/9/2026).

"Menurut saya aturan ini semakin tidak friendly untuk traveling musicians yang membawa alat musik sendiri,” terus Indra.

Indra kemudian memberikan gambaran mengenai persoalan yang dapat muncul dari aturan tersebut. 

Menurutnya, meski kapasitas berat bagasi mengalami kenaikan, musisi tetap bisa dikenakan biaya tambahan ketika membawa peralatan dalam beberapa koli berbeda.

“Walaupun kapasitas berat dinaikan, tapi yang membawa gitar + pedalboard + koper biarpun total dibawah 23 kg tetap kena biaya tambahan,” lanjutnya.

Bagi Indra, perubahan sistem tersebut tidak bisa dilihat hanya dari jumlah berat keseluruhan barang. 

Sebab, musisi yang bepergian untuk kebutuhan pekerjaan biasanya membawa sejumlah perlengkapan berbeda, mulai dari alat musik hingga peralatan pendukung pertunjukan.

Karena itu, Indra meminta pihak penyelenggara acara, band yang melakukan tur, serta manajemen untuk mencermati aturan tersebut secara serius ketika menyusun kebutuhan perjalanan.

“Dampak pemberlakuan bagasi dari maskapai penerbangan Garuda yang baru (piece concept) benar-benar harus dicermati secara serius oleh penyelenggara, touring band dan manajemennya,” ujar Indra.

Ia juga membandingkan aturan tersebut dengan sistem yang sebelumnya berlaku. Saat melakukan tur bersama band, Indra mengatakan jumlah berat bagasi para personel sebelumnya dapat diperhitungkan secara keseluruhan untuk mengakomodasi kebutuhan membawa alat musik.

“Dulu kalau tour dengan band saya, kami total jumlah kilo semua personel dan dari jumlah itu kita bisa perhitungkan untuk alat-alat musik kita, sekarang sudah tidak bisa lagi,” ungkapnya.

Sorotan Indra terhadap persoalan bagasi tersebut muncul setelah polemik batalnya penampilan Juicy Luicy dalam acara XYZ Liveground di Batam pada 5 September 2026.

Sebelumnya, vokalis Juicy Luicy, Uan Kaisar, sempat membenarkan bahwa band mereka batal tampil di Batam. 

Dalam siaran langsung di media sosial, Uan menyebut persoalan panitia menjadi salah satu penyebab batalnya penampilan mereka.

“Enggak jadi tampil di Batam karena panitianya. Karena enggak dibayar bagasi sama hotelnya, enggak kan,” kata Uan dalam siaran langsung tersebut.

Namun, Juicy Luicy kemudian memberikan klarifikasi lebih lengkap mengenai kejadian tersebut. 

Dalam pernyataan bertajuk “Yang Mungkin Perlu Orang Tahu”, mereka menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak tampil bukan keputusan mendadak, melainkan terjadi setelah sejumlah kebutuhan perjalanan belum mendapatkan kepastian hingga mendekati waktu keberangkatan.

Juicy Luicy menyebut sejak H-7 acara, tim mereka telah meminta kepastian terkait sejumlah kewajiban penyelenggara, termasuk pelunasan biaya penampilan, tiket perjalanan, akomodasi, serta kebutuhan yang tercantum dalam riders.

Persoalan bagasi menjadi salah satu kendala yang dihadapi tim Juicy Luicy yang mendapat jadwal manggung di sana.

Berdasarkan pengecekan mereka melalui situs maskapai, kebutuhan prepaid extra baggage diperkirakan mencapai sekitar Rp44 juta. 

Kebutuhan tersebut membesar karena adanya perubahan maskapai dengan jatah bagasi sekitar 15 kilogram per orang.

Penyelenggara kemudian disebut menawarkan pembayaran Rp26 juta terlebih dahulu, dengan sisa pembayaran akan diselesaikan ketika tim tiba di bandara. 

Tim Juicy Luicy tetap bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta sembari menunggu penyelesaian kebutuhan tersebut.

Namun, ketika tiba di bandara, pembayaran Rp26 juta yang dijanjikan menurut Juicy Luicy belum diterima. 

Sementara itu, waktu terus berjalan dan proses bagasi harus diselesaikan paling lambat sekitar pukul 04.00 WIB.

Situasi tersebut semakin rumit karena pembelian tambahan bagasi yang dilakukan langsung di bandara membuat biaya yang sebelumnya diperkirakan sekitar Rp44 juta meningkat menjadi sekitar Rp64 juta.

Juicy Luicy akhirnya mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang mereka hadapi saat itu. 

Mereka menegaskan seluruh proses yang dilakukan mengacu pada tata cara serta kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui bersama pihak penyelenggara.

“Semua yang kami lakukan semata-mata hanya mengikuti tata cara yang sudah disepakati bersama dari awal, namun tidak diindahkan oleh penyelenggara,” kata pihak Juicy Luicy dalam klarifikasinya.

(gubukinspirasi.id/ Bayu Indra Permana)

0 Komentar