
Penampakan dan Karakteristik Hering Sabana
Hering sabana atau hering kepala-kuning kecil (Cathartes burrovianus) memiliki penampilan yang cukup berbeda dibandingkan dengan spesies burung hering lainnya. Ketika sedang bertengger, burung ini terlihat seperti kalkun dengan bagian kepala yang mengombinasikan warna kuning, merah, hitam, dan krem yang unik. Di dekat pangkal paruh atas juga terdapat lubang. Bulu dominan hitam yang dimiliki oleh burung ini memberi kesan mengerikan pada pandangan pertama.
Ukuran dan Berat
Secara ukuran, hering sabana termasuk salah satu spesies burung hering terkecil di Dunia Baru. Panjang tubuhnya berkisar antara 53—65 cm, ekornya sepanjang 19—24 cm, rentang sayap mencapai 150—165 cm, dan bobotnya sekitar 950—1.550 gram. Selain penampilan dan ukuran, hering sabana juga memiliki beberapa fakta menarik yang akan kita bahas lebih lanjut.
Persebaran, Habitat, dan Makanan Favorit
Hering sabana berasal dari Dunia Baru, yang berarti mereka tinggal di kawasan benua Amerika. Spesies ini dapat ditemukan di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, termasuk negara-negara seperti Meksiko, El Salvador, Honduras, Guatemala, Kosta Rika, Nikaragua, Belize, Panama, Ekuador, Bolivia, Brasil, Kolombia, Venezuela, Uruguay, Paraguay, dan Argentina.
Habitat yang nyaman bagi hering sabana meliputi sabana, padang rumput, hutan, serta rawa atau dataran banjir. Ketinggian tempat tinggal mereka berkisar antara 0—1.000 meter di atas permukaan laut. Dibandingkan dengan spesies burung hering lain, hering sabana lebih suka terbang pada ketinggian rendah agar mudah mengamati calon makanan.
Makanan utama hering sabana adalah bangkai hewan, seperti halnya burung hering pada umumnya. Namun, mereka tidak bisa memakan bangkai yang masih utuh karena tidak memiliki paruh kuat untuk merobek kulit. Untuk mengatasi ini, hering sabana akan menunggu spesies burung hering lain, seperti hering raja (Sarcoramphus papai), untuk membuka bagian keras terlebih dahulu sebelum akhirnya ikut mengonsumsi bangkai tersebut. Selain memakan bangkai, hering sabana juga pernah memburu ikan atau hewan air di rawa.
Kemampuan Hebat Hering Sabana
Salah satu kemampuan hebat hering sabana adalah kemampuannya dalam mendeteksi keberadaan bangkai lewat indra penciuman yang tajam. Ini jarang dimiliki oleh burung. Terdapat simbiosis mutualisme antara hering sabana dan hering raja, di mana hering sabana membantu menemukan bangkai, sementara hering raja membuka bagian kerasnya agar bisa makan bersama.
Indra penciuman yang tajam ini didukung oleh organ bulbus olfaktorius yang besar di otak burung ini. Hering sabana juga sangat sensitif terhadap aroma etil merkaptan, gas khas yang keluar dari bangkai hewan. Meski aroma ini sangat tidak sedap, kemampuan mendeteksinya dari udara adalah hal yang sangat mengesankan.
Dalam hal terbang, meskipun tidak ada rekor khusus, hering sabana menggunakan cara efisien untuk bergerak jauh. Mereka memanfaatkan arus udara panas sambil membuka sayap agar tetap meluncur secara konstan di udara, sehingga hanya sedikit mengepakkan sayap saat terbang.
Cara Unik untuk Mendinginkan Tubuh
Berbeda dengan burung lain yang biasanya mencari dahan atau sumber air untuk mendinginkan tubuh, hering sabana memiliki cara unik dan menjijikkan. Mereka melumuri kaki dengan urine atau kotoran ketika cuaca panas. Proses ini disebut urohidrosis, yang membantu menurunkan suhu tubuh melalui penguapan urine atau kotoran yang ditempel di kaki.
Sistem Reproduksi
Hering sabana cenderung menyendiri dalam keseharian. Namun, mereka sering berkumpul di satu tempat saat ada bangkai besar atau menjelang musim kawin. Musim kawin biasanya terjadi antara bulan Maret hingga Juni. Burung ini tidak membangun sarang, melainkan hanya memanfaatkan lubang di batang pohon, rerumputan tebal, atau gua.
Induk betina hanya menghasilkan 1—2 butir telur dalam satu musim kawin. Meski diletakkan di tempat yang agak sembarangan, kedua induk bertanggung jawab menjaga telur hingga menetas. Masa inkubasi sekitar 40 hari, setelah itu kedua induk bergantian menjaga dan memberi makan anak selama 70—75 hari pertama.
Status Konservasi
Menurut IUCN Red List, hering sabana termasuk dalam kategori "Least Concern" karena populasi stabil dan jumlahnya mencapai 100 ribu—1 juta individu di alam liar. Populasi ini tidak menghadapi ancaman serius dalam waktu dekat, kecuali kerusakan habitat besar-besaran.
Total area persebaran hering sabana mencapai sekitar 7,8 juta km persegi. Mereka memiliki kemampuan adaptasi yang baik, mampu bertahan di lahan pertanian atau peternakan manusia. Selain itu, hering sabana cukup sosial dengan spesies burung hering lain dan cenderung memiliki simbiosis mutualisme yang meningkatkan peluang bertahan hidup.
Meskipun memiliki banyak fakta menarik, suara hering sabana terbilang biasa saja. Absennya syrinx, organ vokal khas pada keluarga burung, membuat mereka hanya bisa mengeluarkan dua jenis suara, yakni mendesis dan menggerang.
0 Komentar