Dari Siak ke Kangean, ENRG Bersiap Akuisisi Migas Baru

Featured Image

Strategi Ekspansi ENRG dengan Akuisisi Blok Migas Baru

Perusahaan minyak dan gas PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang merupakan bagian dari Grup Bakrie, saat ini sedang mempersiapkan rencana akuisisi terhadap blok migas baru. Hal ini diungkapkan oleh Vice President Director & CFO ENRG, Edoardus Ardianto, yang menyatakan bahwa proses akuisisi masih berada dalam tahap identifikasi. Rencana ini dilakukan setelah keberhasilan perusahaan dalam menguasai Blok Kangean dan Blok Siak.

Proses Akuisisi yang Memerlukan Perizinan

Ardianto menjelaskan bahwa proses akuisisi untuk blok migas tidak bisa dilakukan secara instan. "Akuisisi jujur ada. Tapi kembali lagi, proses akuisisi terutama untuk blok migas ada prosesnya. Perizinan harus dilalui juga. Apabila ada kesepakatan pun kita harus ada perizinan," ujarnya. Proses ini melibatkan beberapa tahapan seperti tender atau bidding sebelum suatu kesepakatan dapat ditetapkan.

Selain itu, ENRG telah melakukan sejumlah akuisisi sebelumnya. Contohnya, perusahaan menambah 25% partisipasi interest di Blok Kangean melalui akuisisi dari Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. (JAPEX), sehingga menjadikan ENRG sebagai pengendali tunggal di Blok Kangean. Di sisi lain, ENRG juga mendivestasikan 50% kepemilikan di Blok Gebang kepada JAPEX.

Penguasaan Blok KKS Sengkang dan Aset di Riau

Pada Oktober 2024, ENRG melalui anak usahanya, PT EMP Energi Jaya (EEJ), berhasil menyelesaikan akuisisi 51% kepemilikan Blok KKS Sengkang, Sulawesi Selatan. Dalam waktu yang sama, pada Maret 2024, ENRG juga menyelesaikan akuisisi atas dua aset minyak aktif di Provinsi Riau, yaitu Blok Siak dan Blok Kampar.

Untuk Blok Siak, akuisisi dilakukan melalui PT EMP Energi Gandewa dengan porsi partisipasi interest dan operatorship sebesar 90%. Sedangkan untuk Blok Kampar, akuisisi dilakukan oleh PT EMP Energi Riau dengan porsi partisipasi interest dan operatorship sebesar 90%, sementara 10% sisanya dimiliki oleh PT Riau Petroleum Kampar.

Target Akuisisi Terbaru dan Strategi Produksi

Ardianto menyampaikan bahwa ENRG saat ini sedang mempersiapkan akuisisi terbaru. "Kami sudah mengidentifikasi, bahkan sudah ada di dalam submission untuk melakukan akuisisi. Tapi kan ada prosesnya, ada bidding dulu, tender dulu, dan sebagainya. Kami akan lihat, dalam waktu dekat ini mudah-mudahan," ujarnya.

Strategi akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah cadangan dan produksi perusahaan. ENRG selalu menjaga reserve replacement ratio lebih dari satu setiap tahun, sehingga aset-aset yang dimiliki dapat saling mendukung dan menjaga kelangsungan produksi.

Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Penjualan

Sejak didirikan pada 2001 dan melantai di bursa pada 2004, ENRG telah memiliki 13 konsesi atau wilayah kerja, 12 di antaranya berada di Indonesia dan satu di Afrika. Dari 13 aset tersebut, sembilan wilayah kerja telah berproduksi. Produk yang dihasilkan ENRG sebesar 80% berupa gas, dan 20% merupakan minyak.

Dalam kuartal I/2025, penjualan bersih ENRG meningkat sebesar 20% year on year (YoY) dari Rp1,60 triliun menjadi Rp1,93 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan. Penjualan di Sengkang mencapai Rp224 miliar, naik 148% dari penjualan kuartal I/2024 sebesar Rp90,65 miliar. Sementara itu, penjualan di Siak, Kampar, dan daerah lainnya mencapai Rp243 miliar.

Pertumbuhan penjualan tersebut turut mendukung laba bersih perusahaan. Dalam kuartal I/2025, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar Rp296 miliar (asumsi kurs Rp16.492 per dolar AS). Angka ini naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp291 miliar.

0 Komentar