Nasib SDN 1 Patalan Blora Mengkhawatirkan Akibat Penurunan Jumlah Siswa, Tapi Tetap Gelar MPLS untuk Kelas 2–6

Featured Image

Nasib SDN 1 Patalan yang Terancam Digabung dengan Sekolah Lain

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Patalan di Desa Patalan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini menghadapi tantangan besar. Setiap tahun, jumlah siswanya terus berkurang, sehingga sekolah ini terancam digabungkan dengan sekolah lain. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap tren penurunan peserta didik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, SDN 1 Patalan hanya memiliki 30 siswa aktif. Bahkan, untuk tahun ajaran 2025, sekolah ini tidak menerima satu pun murid baru. Hal ini memicu kekhawatiran tentang masa depan sekolah yang telah berdiri sejak lama. Kepala SDN 1 Patalan, Dhian Mayasari, mengatakan bahwa pihak sekolah sudah mendengar wacana regrouping, meskipun belum ada pemberitahuan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

“Kalau pemberitahuan resmi belum ada. Cuma ada beberapa informasi memang kalau SD kami mungkin masuk dalam kriteria regrouping,” kata Dhian saat ditemui di kantornya.

Rencana Penggabungan dengan SDN 2 Patalan

Menurut informasi sementara, SDN 1 Patalan akan digabungkan dengan SDN 2 Patalan. Sekolah tersebut memiliki jumlah siswa yang lebih banyak dan dianggap lebih stabil. Dhian menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan tersebut jika nanti diberitahukan secara resmi.

“Kalau saya pribadi, karena melihat beberapa faktor dan memperkirakan dampaknya, kalau dari dinas memang menghendaki untuk diregrouping ya kami ikut,” ujarnya.

Dengan penggabungan ini, para siswa yang masih aktif di SDN 1 Patalan kemungkinan besar akan dipindahkan ke SDN 2 Patalan untuk melanjutkan proses belajar. Regrouping atau penggabungan sekolah dasar merupakan kebijakan yang diterapkan di sejumlah daerah guna menyikapi penurunan peserta didik dan efisiensi sumber daya, terutama di sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan murid secara signifikan.

Tidak Ada Siswa Baru, MPLS Tetap Dilaksanakan

Pada tahun ajaran 2025-2026, SDN 1 Patalan tidak menerima siswa baru. Akibatnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hanya diikuti oleh siswa kelas 2 hingga kelas 6. Dhian menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan agar siswa tetap dapat berkenalan dengan wali kelas, pembagian jadwal piket, kesepakatan kelas, dan pembagian jadwal pelajaran.

“Karena kami tidak memiliki siswa kelas satu, jadi MPLS tetap dilaksanakan untuk kelas 2 sampai dengan kelas 6,” ujar dia.

Jumlah siswa di SDN 1 Patalan terus menurun setiap tahun. Saat ini, hanya 30 anak yang aktif belajar. Penurunan ini terlihat dari kenaikan kelas setiap tahun. Misalnya, kelas 1 yang naik ke kelas 2 hanya berjumlah 4 siswa, sedangkan kelas 2 yang naik ke kelas 3 berjumlah 6 siswa.

Upaya untuk Menarik Minat Wali Murid

Dhian mengaku telah melakukan berbagai cara agar wali murid bersedia menyekolahkan anaknya di SDN 1 Patalan. Beberapa upaya seperti sosialisasi ke masyarakat dan menawarkan fasilitas gratis seperti seragam, alat sekolah, serta antar-jemput dari orang tua.

“Kalau upaya sih kita sudah sosialisasi ke masyarakat juga. Kalau misalkan kemarin mau mendaftarkan putra-putrinya di sini akan mendapatkan fasilitas seragam gratis semuanya, kemudian mendapatkan alat sekolah juga gratis, ada fasilitas antarjemput juga dari bapak ibu,” jelas dia.

Namun, upaya-upaya ini belum membuahkan hasil. Dhian menyebut beberapa faktor penyebab minimnya minat wali murid. Salah satunya adalah letak geografi sekolah yang kurang menguntungkan. Selain itu, jumlah anak usia sekolah dasar di Dukuh Karang Legi juga sedikit. Di samping itu, lokasi SDN 1 Patalan yang berdekatan dengan sekolah swasta turut memengaruhi minat wali murid.

0 Komentar