
Presiden Prabowo: Beras dan Penggilingan Padi Komoditas Strategis yang Harus Dijaga
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa beras dan penggilingan padi merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat. Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Jakarta, ia menyampaikan pertanyaan penting mengenai peran beras dalam kehidupan bangsa.
“Apakah beras itu penting bagi negara? Apakah menguasai hajat hidup orang banyak? Apakah penggilingan padi juga penting bagi negara?” tanya Prabowo, yang menekankan bahwa komoditas ini harus dijaga agar tidak dimanipulasi oleh pihak tertentu.
Namun, ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap sejumlah pengusaha yang memanfaatkan modal besar untuk mendominasi pasar beras dan penggilingan padi. “Tidak semua pengusaha demikian, tetapi ada sebagian yang justru memanfaatkan kekuatan mereka untuk menguasai kehidupan rakyat. Ini tidak bisa diterima,” ujarnya dengan tegas.
Prabowo menghadiri sidang tahunan tersebut pada pukul 08.32 WIB, setelah tiba di Gedung DPR/MPR. Ia menyampaikan pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan, yang menjadi bagian dari agenda penting tahunan ini.
Kondisi Pangan Nasional Menunjukkan Perbaikan
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa situasi pangan nasional menunjukkan tren positif menjelang peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan Perum BULOG secara masif telah memberikan hasil nyata.
Harga beras di pasar mulai turun, disusul penurunan harga gabah di tingkat petani setelah sebelumnya sempat melambung tinggi. Sejak awal Agustus, BULOG telah menggelontorkan beras SPHP secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya mulai terasa, yaitu harga kembali terkendali, pasokan aman, dan kepanikan masyarakat mereda.
Rizal menegaskan komitmen BULOG untuk melindungi petani dan memastikan konsumen mendapatkan harga yang wajar. Dengan stok nasional yang kuat, ia optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Penurunan Harga Gabah dan Beras di Berbagai Wilayah
Di sisi hulu, harga gabah kering panen (GKP) di berbagai daerah produsen mulai menunjukkan tren penurunan. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penurunan harga GKP di beberapa wilayah, antara lain:
- Aceh dari Rp7.750 menjadi Rp6.900
- Jambi dari Rp6.867 menjadi Rp6.720
- Sumatera Selatan dari Rp6.666 menjadi Rp6.543
- Jawa Tengah dari Rp6.814 menjadi Rp6.809
- DIY dari Rp6.608 menjadi Rp6.547
- Banten dari Rp6.527 menjadi Rp6.500
- Kalimantan Selatan dari Rp6.581 menjadi Rp6.533
- Sulawesi Barat dari Rp6.759 menjadi Rp6.730
Penurunan ini dipicu oleh bertambahnya pasokan gabah seiring masuknya musim panen di sentra-sentra produksi padi. Selain faktor panen, penurunan harga beras juga dipengaruhi oleh intervensi besar-besaran BULOG melalui penyaluran bantuan pangan alokasi Juni-Juli yang sudah tersalurkan sebanyak 338 ribu ton, serta penyaluran beras SPHP sebesar 29 ribu ton sejak Juli 2025.
Distribusi Beras SPHP Melalui Tujuh Saluran Strategis
Penyaluran beras SPHP BULOG dilakukan melalui tujuh saluran strategis, antara lain:
- Pengecer di pasar rakyat
- Koperasi desa/kelurahan Merah Putih
- Outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM)
- Outlet BUMN
- Koperasi instansi pemerintah
- Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG
- Swalayan/toko modern
Dampaknya terlihat nyata, yaitu terjadi penurunan harga beras medium di tingkat konsumen di 19 provinsi, seperti Aceh, Jawa Barat, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Dengan stok aman, distribusi lancar, dan harga yang mulai terkendali, BULOG memastikan masyarakat dapat menyongsong peringatan kemerdekaan dengan rasa tenang. Program SPHP akan terus dilanjutkan secara konsisten hingga akhir tahun agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga di seluruh pelosok negeri.
0 Komentar