Prostitusi di IKN: Jejak Praktik Open BO Terorganisir

Featured Image

Prostitusi di Sekitar IKN: Fenomena yang Menimbulkan Kekhawatiran

Belum menjadi ibu kota resmi, Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dihadapkan pada isu prostitusi yang menyebar di sekitar wilayahnya. Masalah ini membuat warga setempat merasa cemas dan khawatir akan dampak jangka panjangnya terhadap keamanan dan moral masyarakat.

Pengalaman Langsung di Tempat Penjaja Seks

Saya bertemu dengan Bunga, seorang perempuan yang menjajakan layanan seks melalui sistem booking order (BO) di kawasan IKN. Pertemuan kami terjadi lewat aplikasi MiChat, yang digunakan oleh para pekerja seks komersial (PSK) untuk menawarkan jasanya. Bunga tinggal di Natasha Guest House, sebuah penginapan di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Bunga mengatakan bahwa ia baru tiga hari berada di IKN dan hanya datang karena ajakan temannya untuk "berlibur". Namun, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan praktik open BO. Dalam waktu singkat, ia telah menerima lebih dari 10 tamu. Sebagian besar pelanggan berasal dari pekerja proyek yang bekerja di siang hari, sehingga aktivitasnya terjadi di malam hari.

Kondisi Kamar dan Aktivitas Bunga

Kamar Bunga cukup sederhana. Ada spring bed, meja, kursi, serta beberapa perlengkapan mandi dan perawatan tubuh. Tidak ada alat masak, tetapi ia menyimpan empat buah Pop Mie di atas meja. Selain itu, Bunga juga memiliki laci tempat menyimpan kondom sebagai salah satu cara untuk mencegah risiko penyakit menular seksual.

Bunga mengatakan bahwa ia tidak takut terhadap razia atau ancaman hukum. Ia juga menyadari bahwa aktivitasnya bisa menjadi sorotan. Namun, ia percaya bahwa jika tidak berani, maka tidak perlu melakukan praktik ini.

Jumlah PSK di Sepaku

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat setidaknya 93 penjaja seks di Sepaku per 10 Juli 2025. Mereka tersebar di berbagai penginapan, hotel, dan kosan. Jumlah ini meningkat seiring dengan ramainya kawasan IKN oleh para pekerja proyek dan dugaan adanya permintaan dari kalangan ASN.

Praktik Prostitusi Terorganisir

Diduga, praktik prostitusi di sekitar IKN tidak dilakukan secara individu, melainkan terorganisir. Beberapa kendaraan dari luar daerah sering kali mengirimkan perempuan ke penginapan tertentu untuk beberapa hari. Selain itu, ada akun di MiChat yang bertindak sebagai muncikari, mengatur pelanggan ke kamar yang sedang kosong.

Dampak pada Warga Setempat

Warga seperti Nurbaya merasa terganggu dengan praktik prostitusi yang terjadi di depan mata. Mereka melihat banyak mobil yang datang dan pergi di malam hari, serta suara bising yang mengganggu ketenangan lingkungan. Nurbaya juga khawatir tentang dampak buruk bagi anak-anak dan penyebaran penyakit menular seksual.

Pandangan Ahli dan Harapan Warga

Seorang sosiolog dari UGM, Derajad Sulistyo Widhyharto, menilai bahwa fenomena prostitusi di kawasan IKN adalah konsekuensi tak terhindarkan dari pemindahan ibu kota. Perpindahan ini menarik migrasi warga, termasuk PSK, yang kemudian menciptakan permintaan tinggi di kawasan tersebut.

Nurbaya berharap pembangunan IKN dapat menjaga ketenteraman Sepaku. Meskipun ada dampak positif terhadap perekonomian warga, ia tetap khawatir dengan dampak negatif yang muncul. Ia berharap kawasan ini tetap aman, damai, dan tenteram seperti sebelumnya.

0 Komentar