Tim Arkeolog Mulai Penggalian Kuburan 796 Bayi di Irlandia

Featured Image

Penggalian Arkeolog dan Ahli Forensik di Lokasi Bekas Rumah Ibu dan Anak St. Maria

Tim arkeolog dan ahli forensik kini tengah melakukan penggalian ekstensif di lahan bekas Rumah Ibu dan Anak St. Maria, yang terletak di Kota Tuam, Irlandia. Lahan seluas 5.000 meter persegi ini dulu menjadi tempat dikuburkannya ratusan bayi dan anak-anak sekitar satu abad lalu. Penggalian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menemukan sisa-sisa jasad dari anak-anak yang dikuburkan di lokasi tersebut.

Penggalian melibatkan tim ahli dari berbagai negara, termasuk Irlandia dan internasional. Mereka bekerja sama dalam upaya mengungkap fakta-fakta yang selama ini tertutup. Rumah Ibu dan Anak St. Maria pernah dikelola oleh para biarawati Katolik dari Ordo Ban Secor antara tahun 1925 hingga 1961. Dari catatan sejarah, sedikitnya 796 bayi meninggal di fasilitas tersebut, dengan banyak di antaranya dikubur di tangki pembuangan limbah bawah tanah yang terbengkalai.

Kathy Corless, seorang sejarawan lokal, menyampaikan kebahagiaannya atas langkah penggalian ini. Ia sebelumnya merilis dokumen kematian bayi-bayi tersebut pada tahun 2014, yang kemudian membuka mata publik tentang tragedi ini. "Saya sudah menunggu ini selama bertahun-tahun," ujarnya. "Ini merupakan kebahagiaan bagi saya dan bagi keluarga-keluarga yang masih berharap menemukan kerabat kecil mereka."

Operasi penggalian dipimpin oleh Daniel McSweeney, mantan perwakilan Komite Internasional Palang Merah. Tim ini terdiri dari 18 ahli dari berbagai negara seperti Irlandia, Inggris, Spanyol, Australia, Amerika Serikat, dan Kolombia. Tujuan utama dari penggalian ini adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi sisa-sisa jasad, mengembalikannya kepada keluarga, serta menguburkan kembali jenazah tersebut dengan cara yang bermartabat dan terhormat.

McSweeney menjelaskan bahwa penemuan dilakukan sesuai standar forensik, seperti investigasi tempat kejadian perkara. Jika ditemukan bukti kematian tidak wajar selama proses penggalian, hal tersebut harus dilaporkan ke polisi atau coroner sesuai hukum.

Meskipun demikian, penggalian ini menghadapi tantangan yang kompleks. Salah satunya adalah campuran tulang akibat infiltrasi air. Selain itu, lokasi pemakaman yang berada di area pemukiman, serta kedekatannya dengan sisa-sisa bencana kelaparan abad ke-19, membuat tugas ini semakin sulit.

Ekskavator yang digunakan dalam operasi ini dilengkapi dengan bucket tanpa gigi dan secara perlahan menggali tanah agar penggalian dapat dihentikan jika terdapat sesuatu yang mencurigakan. Di lokasi juga telah didirikan laboratorium kecil untuk investigasi awal.

Awal Pengungkapan Tragedi

Pada tahun 1975, dua remaja laki-laki menemukan tulang saat bermain di area terbengkalai tangki limbah. Namun, tidak ada tindakan resmi yang diambil hingga tahun 2014, ketika Corless menerbitkan hasil penelitiannya. Liputan luas laporan ini di media menyebabkan pembentukan komisi kehakiman serta dikeluarkannya permintaan maaf resmi oleh pemerintah Irlandia, dan pengumuman komitmen untuk melakukan penggalian.

Rumah Ibu dan Anak St. Maria dihancurkan pada tahun 1961, dan kini lokasinya telah diubah menjadi kawasan pemukiman. Corless berharap meskipun banyak tulang yang tercampur, tulang-tulang tersebut dapat diidentifikasi dan direkonstruksi. Ia menambahkan bahwa para pakar di tim ini termasuk yang terbaik di bidangnya dan sama emosionalnya dengan dirinya dalam isu ini. Mereka sungguh ingin mengungkap kebenaran.

Menurut laporan, sebuah film tentang insiden tersebut, yang diproduksi oleh Liam Neeson, sedang dalam tahap produksi dan akan mulai syuting di Galway tahun ini.

0 Komentar