Dukung Visi Presiden, Wamen Dikti Kunjungi Sekolah Garuda di Bengkulu

Featured Image

Peninjauan Lokasi Sekolah Garuda di Bengkulu

Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana ambisius untuk membangun 20 Sekolah Garuda baru dan 80 Sekolah Garuda Transformasi. Tujuan dari program ini adalah untuk mengatasi ketertinggalan Indonesia dalam bidang sains dan teknologi. Dalam rangka menyukseskan program tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek) Stella Christie melakukan peninjauan terhadap lima lokasi calon Sekolah Garuda di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Lokasi yang Dijajarkan

Peninjauan dilakukan di beberapa desa yang menjadi kandidat lokasi sekolah. Pertama, Villa Diklat Danau Mas Harun Bastari Desa Mojorejo, Kecamatan Selupu Rejang. Selanjutnya, lokasi kedua berada di Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya. Lokasi ketiga yaitu Desa Tebat Tenong Luar, Kecamatan Bermani Ulu Raya. Sementara itu, lokasi keempat dan kelima berada di Desa Dataran Tapus, Kecamatan Bermani Ulu Raya.

Menurut Wamen Dikti Saintek Stella Christie, Provinsi Bengkulu menduduki peringkat ketiga dalam beauty contest daerah-daerah calon lokasi Sekolah Garuda. Peringkat pertama ditempati oleh Sulawesi Tenggara, sedangkan peringkat kedua diisi oleh Kalimantan Utara.

Data dan Kelayakan Lokasi

Kementerian Dikti Saintek bersama Kemendagri telah melakukan analisis menyeluruh terhadap berbagai data seperti Indeks Pembangunan Sumber Daya Manusia, rapor literasi, rapor matematika, hingga tingkat kemiskinan. Hal ini dilakukan untuk menentukan lokasi yang paling layak.

Data Kabupaten Rejang Lebong dinilai cukup lengkap. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Desa Mojorejo, dengan luas lahan mencapai 20 hektare. Sebanyak 18,46 hektare sudah memiliki sertifikat, sedangkan 2,1 hektare sisanya masih dalam proses pengurusan.

Potensi Lokasi dan Manfaat Ekonomi

Wamen Stella menyampaikan bahwa ia sangat senang melihat potensi lokasi ini. Ia menilai bahwa Rejang Lebong dulunya merupakan pusat pendidikan di Sumatera bagian selatan. Namun, seiring waktu, pusat pendidikan tersebut agak berkurang. Ia berharap Sekolah Garuda dapat membantu mengembalikan reputasi Rejang Lebong sebagai pusat pendidikan.

Selain itu, ia juga menyukai kondisi lingkungan di lokasi tersebut. Udara yang sejuk dan pemandangan yang indah menjadi faktor penting dalam pembangunan sekolah. Pihaknya meminta pemerintah daerah setempat untuk melengkapi detail topografi agar segera dipelajari dan ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Unggulan Garuda.

Dari total 20 hektare lahan, sekitar 2 hektare digunakan untuk bangunan, sedangkan sisanya digunakan untuk kawasan hijau dan sarana latihan. Di Desa Mojorejo, banyak masyarakat yang menanam tanaman perkebunan seperti kopi. Jika lokasi ini dipilih, Wamen Stella berharap masyarakat tetap bisa menggarap lahan tersebut. Ini akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus efisiensi dalam pendanaan.

Fasilitas yang Inklusif

Sekolah Garuda bukan hanya dirancang unggul secara akademis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Wamen Stella berharap jika sekolah jadi dibangun di lokasi ini, fasilitas seperti kesehatan dan perpustakaan dapat diakses oleh masyarakat sekitar. Selain itu, fasilitas olahraga yang dibangun untuk siswa juga bisa digunakan masyarakat pada hari tertentu, seperti Sabtu dan Minggu.

Program Sekolah Garuda, yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), bertujuan untuk menyeimbangkan akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri bangsa dari keluarga sederhana. Program ini terdiri atas dua komponen utama: Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru. Sekolah Garuda Transformasi fokus pada penguatan SMA/MA yang ada, sedangkan Sekolah Garuda Baru bertujuan membangun SMA berasrama di daerah yang minim akses pendidikan berkualitas.

0 Komentar