
Lonjakan Kekayaan Prajogo Pangestu Didorong Penguatan Saham Grup Barito
Kekayaan Prajogo Pangestu, salah satu konglomerat terkaya di Indonesia, mengalami lonjakan yang luar biasa dalam waktu singkat. Dalam satu hari perdagangan, total kekayaannya bertambah sebesar 4,5 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 73,1 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.265 per dolar AS). Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Senin (14/7/2025), total kekayaan Prajogo kini mencapai 32,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 525 triliun. Dengan peningkatan ini, posisi Prajogo naik secara signifikan menjadi orang ke-59 terkaya di dunia.
Penyebab Kenaikan Kekayaan: Penguatan Harga Saham Grup Barito
Peningkatan kekayaan Prajogo tidak lepas dari kenaikan harga saham-saham yang dimilikinya. Pada perdagangan Senin (14/7/2025), beberapa saham milik Grup Barito mencatatkan kenaikan tajam. Contohnya, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak hingga 24,76 persen ke level Rp 3.980. Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 17,19 persen ke posisi Rp 16.875, dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 19,67 persen ke harga Rp 7.300 per saham.
Penghapusan Perlakuan Khusus oleh MSCI
Lonjakan harga saham tersebut terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan bahwa ketiga saham milik Prajogo—BREN, PTRO, dan CUAN—tidak lagi mendapatkan perlakuan khusus dalam peninjauan indeks MSCI periode Agustus 2025. Keputusan ini dinilai positif oleh pasar karena sebelumnya saham-saham tersebut sempat mendapat perlakuan istimewa yang berdampak pada fluktuasi harga.
Perubahan Kebijakan MSCI yang Menguntungkan Pasar
MSCI mengatakan bahwa kebijakan baru akan menerapkan metode evaluasi sesuai dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes Methodology (GIMI). Hal ini termasuk penerapan kebijakan baru terkait perpanjangan periode pemantauan. Keputusan ini juga menandai penghapusan rencana penerapan kriteria Unusual Market Activity (UMA) atau pencatatan di Papan Pemantauan Khusus (FCA) dalam kurun waktu 12 bulan terakhir sebagai syarat peninjauan dalam indeks MSCI.
Perubahan ini diambil sebagai respons atas masukan dari pelaku pasar yang sebelumnya menilai mekanisme UMA dan FCA terlalu ketat. Dengan kebijakan baru, MSCI akan memberlakukan perubahan signifikan terhadap perlakuan atas saham-saham yang masuk dalam daftar pengawasan khusus seperti papan pemantauan khusus (kriteria 10) di Indonesia dan Taiwan Disposition Board.
Daftar Orang Terkaya Indonesia Menurut Forbes
Dengan kekayaan saat ini, Prajogo Pangestu menjadi orang terkaya di Indonesia. Ia unggul dari tokoh-tokoh besar seperti Low Tuck Kwong dan keluarga Hartono. Berikut adalah daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires per 14 Juli 2025:
- Prajogo Pangestu – 32,3 miliar dolar AS
- Low Tuck Kwong – 27,0 miliar dolar AS
- R. Budi Hartono – 21,7 miliar dolar AS
- Michael Hartono – 20,8 miliar dolar AS
- Sri Prakash Lohia – 8,6 miliar dolar AS
- Otto Toto Sugiri – 6,9 miliar dolar AS
- Tahir & keluarga – 6,0 miliar dolar AS
- Agoes Projosasmito – 6,0 miliar dolar AS
- Marina Budiman – 4,9 miliar dolar AS
- Dewi Kam – 4,7 miliar dolar AS
Penurunan aturan pemantauan oleh MSCI memberikan angin segar bagi investor, karena sebelumnya banyak yang merasa bahwa mekanisme pemantauan selama 12 bulan terlalu ketat dan berisiko menghambat potensi masuknya saham ke dalam indeks global.
0 Komentar