Selain Ketua RT Gen Z, Driver Ojol di Bandung Juga Viral Tambal Jalan Rusak Sendiri

Selain Ketua RT Gen Z, Driver Ojol di Bandung Juga Viral Tambal Jalan Rusak Sendiri

Inisiatif Masyarakat dalam Memperbaiki Jalan Rusak

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, ada beberapa individu yang menunjukkan inisiatif luar biasa dalam memperbaiki jalan rusak tanpa bantuan pemerintah. Salah satunya adalah Hasan Fiidel, seorang driver ojek online (ojol) di Bandung yang terkenal dengan tindakan nyata dan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Perjalanan Hasan Fiidel dalam Memperbaiki Jalan

Hasan tidak memiliki jabatan formal seperti Ketua RT, namun ia tetap memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki jalan berlubang di wilayahnya. Awal dari aksinya ini dimulai dari pengalaman pribadinya sendiri. Ia pernah terjatuh akibat jalan berlubang yang membuat perlengkapannya rusak. Dari pengalaman itu, hatinya tergerak untuk melakukan sesuatu agar orang lain tidak mengalami hal serupa.

Meski penghasilannya tidak pasti, Hasan selalu menyisihkan uang hasil ngojeknya untuk menambal jalan. Ia menjelaskan bahwa setiap hari, ia bekerja dari pagi hingga malam dan selalu menyisihkan uang hasil kerjanya untuk membeli material seperti aspal. Proses penambalan jalan membutuhkan waktu cukup lama, terutama saat mencairkan aspal yang bisa mencapai 2-3 jam. Namun, ia tetap konsisten melakukannya meskipun prosesnya melelahkan.

Belajar Otodidak dan Keterlibatan Warga

Hasan mengaku bahwa ia sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam perbaikan jalan. Semua ilmu yang ia gunakan diperoleh secara otodidak melalui internet dan video tutorial. Ia juga belajar tentang jenis-jenis material yang digunakan untuk jalan desa, provinsi, dan nasional.

Meski saat ini ia bekerja sendirian, banyak warga dan rekan sesama ojol yang menawarkan bantuan. Namun, Hasan menolak tawaran tersebut dengan alasan keikhlasan. Ia ingin niat tulusnya tetap bersih dan tidak terganggu oleh pihak yang hanya ingin ikut-ikutan.

Pandangan Terhadap Pemerintah

Meski melakukan tindakan sendiri, Hasan tidak menyalahkan pemerintah. Baginya, tindakan ini hanyalah inisiatif pribadi tanpa adanya niatan menjelekan pihak mana pun. Ia percaya bahwa pihak terkait juga ingin memperbaiki jalan, tetapi mungkin membutuhkan dana yang besar dan waktu yang lebih panjang.

Gebrakan Ketua RT Gen Z

Berbeda dengan Hasan, Sahdan Arya Maulana, seorang pemuda berusia 19 tahun yang menjabat sebagai Ketua RT di Jakarta Utara, juga melakukan gebrakan serupa. Dalam dua bulan menjabat, ia berhasil memperbaiki jalan rusak di wilayahnya tanpa bantuan dana dari pemerintah.

Arya dan warga setempat bekerja sama untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat truk yang terguling. Dana perbaikan didapatkan dari swadaya masyarakat dan biaya operasional sebagai RT yang tidak digunakan untuk keperluan lain. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 20 juta, pengecoran jalan dilakukan dan videonya viral di media sosial.

Kesimpulan

Dari kedua contoh ini, terlihat bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam memperbaiki kondisi lingkungan. Meskipun tidak semua tindakan dilakukan oleh pemerintah, inisiatif dari masyarakat bisa menjadi solusi yang efektif dan cepat. Dengan kepedulian dan kebersamaan, masalah jalan rusak bisa diperbaiki tanpa harus menunggu bantuan dari pihak luar.

0 Komentar