
Penjelasan dan Tindakan Cepat Pertamina Patra Niaga Terkait Isu Kontaminasi Pertalite
Pertamina Patra Niaga bersama Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) menggelar konferensi pers di SPBU 51.601.65 Jemursari, Surabaya, untuk menjelaskan terkait isu kontaminasi yang muncul pada bahan bakar Pertalite. Konferensi pers ini dilakukan guna memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat agar tidak terjadi keresahan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa pihaknya sangat serius menangani isu ini. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa Pertamina selalu berkomitmen untuk memberikan layanan energi yang lebih baik.
"Kami akan terus berbenah dan memperbaiki layanan agar Pertamina menjadi rumah bersama dan rumah energi bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Mars Ega.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang memberikan perhatian terhadap isu ini. Pihaknya telah melakukan langkah cepat bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) serta Lemigas. Mars Ega menekankan bahwa perhatian publik merupakan bentuk kepedulian agar Pertamina tetap komitmen dalam memberikan pelayanan energi yang berkualitas.
Langkah yang Dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga telah membuka posko pengaduan di sejumlah SPBU dan melakukan pengecekan di hampir 300 SPBU di Jawa Timur. Mars Ega menjelaskan bahwa dalam distribusi BBM, baik di Pertamina maupun di SPBU, ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus diikuti. Tujuannya adalah memastikan kualitas BBM tetap baik, tidak tercampur air, dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap tegas terhadap siapa pun yang melanggar SOP mutu produk, baik itu internal maupun eksternal perusahaan. Hal ini bertujuan untuk menjaga citra perusahaan serta kepercayaan masyarakat.
Pengujian dan Analisis oleh Lemigas
Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa Lemigas telah melakukan pengambilan sampel Pertalite dari beberapa SPBU di Jawa Timur untuk diuji di laboratorium. Ia menegaskan bahwa Lemigas bersama Ditjen Migas akan terus melakukan analisis lanjutan, termasuk jika ditemukan laporan serupa di daerah lain.
Hasil uji yang diperoleh sampai saat ini menunjukkan bahwa Pertalite sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, yaitu SK DDN Migas Nomor 486 Tahun 2017.
Pandangan Ahli Teknik Kimia ITS
Ahli Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Renanto, menjelaskan bahwa gangguan mesin kendaraan tidak bisa langsung dikaitkan dengan bahan bakar. Menurutnya, secara teori, karakteristik kimia hidrokarbon pada bahan bakar tidak memungkinkan air untuk larut dalam jumlah besar di dalamnya.
“Hasil uji spek BBM Pertalite yang disampaikan sesuai dengan standar, maka Pertalite ini akan bebas air. Jadi tidak masalah kalau Pertalite digunakan sebagai bahan bakar untuk motor,” ujar Prof. Renanto.
Namun, ia menekankan bahwa spesifikasi kebutuhan BBM motornya harus sesuai dengan Pertalite. Masyarakat diminta untuk memperhatikan rekomendasi oktan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Tanggapan dari Mekanik Bengkel Otomotif
Perwakilan mekanik bengkel otomotif di Surabaya, Juanda, menjelaskan bahwa gangguan pada kendaraan tidak selalu disebabkan oleh bahan bakar. Menurutnya, gangguan bisa berasal dari berbagai faktor teknis pada komponen kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di bengkel miliknya dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar kasus dapat diatasi melalui pengecekan dan perawatan rutin. Juanda menjelaskan bahwa masalah brebet bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti tekanan pompa bensin, sensor-sensor injeksi, atau kondisi busi.
“Setelah diganti, mesin langsung kembali normal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan penyebab gangguan dari bahan bakar sebelum memastikan kondisi kendaraan sesuai spesifikasinya. “Jangan panik. Kadang cukup ganti busi saja sudah selesai,” tambahnya.
Peran Media dalam Menyampaikan Informasi
Kepala Unit Intelkam Polres Surabaya, Iptu Taufik, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan Pertamina dalam memberikan klarifikasi kepada publik. Ia berharap informasi terkait hasil uji dan klarifikasi ini bisa disampaikan dengan jernih dan benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Peran rekan-rekan media sangat penting dalam menjaga situasi tetap kondusif dan informasi tersampaikan secara tepat.
0 Komentar