
Kondisi Sriwijaya FC di Kompetisi Pegadaian Championship 2025/26
Sriwijaya FC kembali menjadi perhatian dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Tim yang dikenal sebagai kebanggaan Laskar Wong Kito ini belum berhasil meraih kemenangan sekalipun dari 12 pertandingan yang telah dilakoninya. Hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari dua kali hasil imbang, sementara 10 laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Meski begitu, pelatih kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, menyatakan bahwa pemainnya memiliki potensi yang cukup baik. Ia menilai meskipun belum mampu meraih kemenangan, anak asuhnya tetap mampu mencetak gol. Dari 12 pertandingan, Sriwijaya FC telah mencatatkan 10 gol ke gawang lawan-lawannya.
"Kita punya kemampuan, tapi itu tidak cukup jika tidak didukung oleh fisik yang memadai," ujar Budi Sudarsono. Mantan striker Timnas Indonesia ini menjelaskan bahwa sepak bola bukan hanya tentang serangan dan bertahan, tetapi juga melibatkan tiga momen penting, yaitu bertahan, menyerang, dan transisi.
Faktor Fisik yang Menentukan Performa
Budi Sudarsono menekankan bahwa transisi negatif dan positif dalam permainan membutuhkan kekuatan fisik yang baik. Tanpa kondisi fisik yang optimal, teknik dan strategi tidak akan bisa bekerja maksimal. "Tanpa fisik yang baik, bahkan teknik pun tidak akan keluar," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kekuatan Sriwijaya FC saat ini hanya sekitar 60 persen. Hal ini membuat ia harus fokus pada peningkatan kondisi fisik pemain agar dapat bermain lebih lama dan lebih efektif selama pertandingan.
"Saya butuh mereka untuk melakukan latihan yang lebih intens, terutama di bagian fisik," tambahnya. Ia menilai bahwa faktor utama dalam sepak bola di Indonesia adalah kondisi fisik. "Jika fisik tidak cukup, maka semua hal lain akan sulit dicapai."
Permainan Frontal dan Kekurangan Fisik
Budi Sudarsono memberikan contoh saat Sriwijaya FC dikalahkan Garudayaksa FC dengan skor 7-2. Pada pertandingan tersebut, timnya bermain secara frontal dan terlalu agresif, sehingga membuka celah bagi lawan untuk menyerang.
"Kami terlihat seperti memiliki kekuatan 100 persen, tapi akhirnya kami tidak mampu bertahan. Itu semua tergantung pada kondisi fisik pemain," jelasnya. Ia menilai bahwa banyak pemain Sriwijaya FC memiliki pengalaman dan skill yang cukup, tetapi kurang didukung oleh kondisi fisik yang ideal.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Budi Sudarsono juga menyampaikan bahwa ia ingin para pemain segera pulih dan siap berlatih. Meski beberapa pemain masih dalam kondisi kurang sehat, ia berharap dukungan dari manajemen bisa memperbaiki situasi ini.
"Semua hal saling terkait. Tidak hanya soal pelatih, tapi juga dukungan dari manajemen," ujarnya. Ia berharap dengan peningkatan kondisi fisik dan kerja sama yang baik, Sriwijaya FC dapat menunjukkan performa yang lebih baik di masa depan.
0 Komentar