Hadirkan Portura, Rangkaian Resonan Dimulai di Semarang

Featured Image

Lintas Resonan: Perjalanan Kreatif yang Meretas Batas

Lintas Resonan akan memulai perjalanan perdana pada 11 Desember 2025 di Borsumy Heritage, Semarang. Kota ini menjadi titik awal dari rangkaian acara yang bertujuan untuk membuka lapisan-lapisan baru dalam dunia kreatif Indonesia. Dengan semangat Meretas Batas, Lintas Resonan berupaya menciptakan ruang bagi para kreator untuk berkembang dan bersinergi.

Lewat inisiasi oleh kolektif People of the Right Project, Lintas Resonan tidak hanya memberikan ruang untuk pertunjukan musik, tetapi juga tempat untuk membahas isu-isu penting terkait seni dan industri kreatif. Acara ini mengusung visi yang kuat untuk membangun kolaborasi lintas disiplin. Salah satu program utamanya adalah sesi podcast yang akan menghadirkan diskusi mendalam tentang isu-isu esensial di setiap kota yang dikunjungi.

“Lintas Resonan bukan hanya tentang musik, tapi juga tentang semangat bersama-sama membangun industri kreatif,” ujar Iksal Harizal dari People of the Right Project. “Kami ingin mengajak para peserta untuk masuk ke percakapan yang lebih besar, termasuk tentang kota, talenta lokal, dan bagaimana musik bisa tumbuh tanpa adanya sekat-sekat.”

Tahun ini, Lintas Resonan akan menampilkan band bernama Portura. Band ini terdiri dari beberapa nama besar dalam dunia musik seperti Iga Massardi (Barasuara), John Paul Patton atau Coki (Kelompok Penerbang Roket, ALI), Fathia Izzati (Reality Club), Bilal Indrajaya, Enrico Octaviano (Lomba Sihir), dan Baskara Putra (Hindia, .Feast). Portura bukan sekadar kumpulan musisi ternama, tetapi juga simbol eksplorasi dan semangat yang menjadi DNA Lintas Resonan.

“Yang membuat kami tertarik dengan Lintas Resonan adalah ruangnya yang tidak hanya sebagai panggung tampil, tapi juga tempat untuk berdiskusi tentang kota, talenta lokal, dan bagaimana musik bisa tumbuh bersama tanpa hierarki,” kata Iga Massardi. “Harapannya, momen ini bisa menjadi resonansi yang mendorong pertumbuhan bersama.”

Semangat lokalitas juga menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Di Semarang, unit pop-punk Pyong Pyong akan tampil sebagai representasi dari talenta kota tersebut. Selain itu, Lintas Resonan juga menyediakan sesi live podcast yang melibatkan musisi, pekerja kreatif, dan pelaku industri. Mereka akan membahas isu-isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari manajemen band hingga tantangan industri kreatif yang cepat berubah.

Gagasan-gagasan yang muncul dari sesi ini tidak bertujuan untuk memberikan jawaban akhir, tetapi lebih pada memicu refleksi dan pemahaman baru baik bagi musisi maupun penonton. Visual juga menjadi bagian penting dari pengalaman Lintas Resonan. Arswandaru, visual artist yang turut serta dalam perjalanan ini, akan menciptakan lanskap visual yang menyerap energi dari tiap kota dan mengubahnya menjadi pengalaman seni yang menyeluruh.

Lintas Resonan Semarang merupakan langkah pertama dari empat kota yang akan dikunjungi. Setelah Semarang pada 11 Desember 2025, acara ini akan hadir di Bandung pada 8 Januari 2026, Tangerang pada 15 Januari 2026, dan ditutup di Jakarta pada 22 Januari 2026. Perjalanan ini bukan sekadar tur biasa, tetapi upaya untuk merajut resonansi yang mampu memantik gagasan dan melampaui batas-batas yang ada sebelumnya.

0 Komentar