HPN 2026 Magelang: PWI Dorong Literasi dan Lingkungan Siswa

HPN 2026 Magelang: PWI Dorong Literasi dan Lingkungan Siswa

Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Kabupaten Magelang

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang menyelenggarakan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Negeri Kahyangan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. Acara ini mengusung tema “Pers Nyawiji, Jaga Bumi Pertiwi” dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menarik dan bermakna.

Tujuan dan Makna HPN

Peringatan HPN tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan peran pers dalam masyarakat. Ketua PWI Kabupaten Magelang Nina Atmasari menjelaskan bahwa HPN dilakukan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme pers dan memperkuat kualitas jurnalistik.

“Hari Pers Nasional bukan sekadar momentum seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi bersama tentang peran strategis pers dalam kehidupan. Pers sejak awal kelahirannya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kehidupan, penyampai informasi, penjaga nurani publik, serta pengawal kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan HPN 2026

Tema utama HPN 2026 adalah “Pers Nyawiji, Jaga Bumi Pertiwi”. Dengan tema ini, PWI ingin menegaskan peran insan pers sebagai penyampai informasi sekaligus penggerak kerukunan antarumat beragama dan pelopor kelestarian lingkungan hidup.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan lomba menulis esai dan cipta puisi bagi pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Magelang. Tema yang diangkat adalah “Remaja Menyuarakan Toleransi Beragama dan Kelestarian Lingkungan”.

Selain itu, PWI Kabupaten Magelang juga melaksanakan ziarah ke makam Boediardjo, mantan Menteri Penerangan RI sekaligus tokoh pers nasional. Ziarah ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang berjasa pada pers Indonesia.

Peran Pers dalam Pembangunan Daerah

Bupati Magelang Grengseng Pamuji dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, menyampaikan makna pers nyawiji sebagai bagian dari masyarakat dan pembangunan daerah.

“Pers nyawiji berarti insan pers tidak berdiri sendiri. Menurutnya, pers bagian tak terpisahkan dari masyarakat dan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Di balik pena dan lensa, ada kewajiban kita semua untuk menjaga warisan alam. Kabupaten Magelang yang dikelilingi gunung-gunung dan sumber mata air yang melimpah ini adalah amanah yang harus kita rawat bersama,” tambahnya.

Apresiasi dari Pemerintah dan DPRD

Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan apresiasi atas rangkaian kegiatan HPN yang digelar PWI. “Karena rekan-rekan wartawan tidak hanya sibuk menulis berita, tetapi juga mau turun ke jalan melakukan kirab budaya dan aksi nyata pelestarian lingkungan hidup. Ini membuktikan bahwa pers di Magelang memiliki hati nurani yang kuat terhadap kearifan lokal dan keberlanjutan alam,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir menegaskan peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi. “Peran dari pers terutama rekan-rekan wartawan yang ada di Kabupaten Magelang yang selama ini sudah melaksanakan peran sebagai pers. Tentunya di samping memberikan informasi kepada masyarakat, kemudian juga salah satu pilar demokrasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi tema HPN 2026 yang mengangkat kepedulian terhadap lingkungan. “Kegiatans salah satunya adalah menjaga Ibu Pertiwi, sebelum acara dimulai dilakukan kegiatan penanaman pohon. Kemudian juga ada pelepasan burung, ini adalah salah satu wujud untuk menjaga dan merawat bumi yang kita tempati ini,” tegas Sakir.

Pemenang Lomba Penulisan Esai dan Puisi

Pada puncak acara, PWI Kabupaten Magelang mengumumkan pemenang lomba cipta puisi dan penulisan esai tingkat pelajar SMP sederajat.

Untuk lomba cipta puisi, juara pertama diraih Haura Aufaa Mu’fi Yafi dari SMPN 2 Srumbung, juara kedua Kenneth Adnan Savero dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, dan juara ketiga Kayana Sakhi Laksita dari SMP IT Ihsanul Fikri.

Sementara lomba penulisan esai, juara pertama diraih Rafisa Ainun Mustofa dari SMPN 3 Mertoyudan, juara kedua Namira Fara Sakina dari SMPN 2 Grabag, dan juara ketiga Selma Fadhilah Carissa dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring.

“Dengan lomba ini, kami ingin menumbuh kembangkan budaya literasi di kalangan pelajar SMP sederajat di Kabupaten Magaleng. Alhamdulillah, semangat dan antusias para peserta cukup banyak,” kata Angga Haksoro Ardi, PIC lomba penulisan esai dan puisi.

0 Komentar