
Kunjungan Kanwil Kemenkum Kalbar ke INACRAFT 2026
Kunjungan yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat (Kalbar) ke ajang INACRAFT 2026 bertujuan untuk meninjau berbagai stan pameran yang menampilkan produk kerajinan unggulan karya anak bangsa dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (05/02).
Kunjungan ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalbar Farida, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Devy Wijayanti, serta jajaran JFT dan JFU Bidang Pelayanan KI. Agenda utama dari kunjungan ini adalah peninjauan stan-stan yang memperkenalkan berbagai produk kerajinan unggulan.
Industri kerajinan nasional merupakan sektor strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif. Perannya sangat penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka lapangan kerja, serta melestarikan warisan budaya bangsa. Di tengah dinamika perekonomian global, penguatan daya saing produk kerajinan Indonesia menjadi kebutuhan mendesak agar mampu menembus pasar nasional dan internasional secara berkelanjutan.
Perempuan pelaku usaha (womanpreneurs) memiliki kontribusi signifikan dalam sektor ini, terutama melalui kreativitas, inovasi, dan ketekunan dalam mengelola usaha berbasis kearifan lokal. Namun, masih diperlukan dukungan berupa ruang promosi, penguatan jejaring bisnis, serta akses pasar yang lebih luas agar potensi womanpreneurs dapat berkembang optimal dan berdaya saing tinggi.
Pelaksanaan INACRAFT 2026 menjadi momentum strategis dalam mempromosikan produk kerajinan unggulan Indonesia sekaligus mengapresiasi peran perempuan sebagai penggerak utama ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan transaksi bisnis, tetapi juga sarana penguatan branding, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan jejaring kerja sama industri kreatif di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan mengusung tema Exploring and Celebrating Womanpreneurs, INACRAFT 2026 diharapkan mampu mendorong pemberdayaan perempuan pelaku usaha serta meningkatkan visibilitas produk kerajinan berkualitas. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai daerah, termasuk perwakilan dari Kalimantan Barat yang menghadirkan booth Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Dekranasda Kabupaten Mempawah, Bengkayang, Sambas, Sanggau, Landak, serta Dekranasda Kota Pontianak dan Kota Singkawang.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tim Direktorat Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (KSPE DJKI) yang membuka booth layanan konsultasi terkait kekayaan intelektual. Layanan tersebut mencakup definisi dan manfaat Merek Kolektif, panduan praktis pengelolaan royalti musik dan lagu, asistensi pencatatan hak cipta, edukasi paten, serta implementasi pembelajaran hak cipta.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalbar beserta jajaran juga berkesempatan mengunjungi stand Kota Solo milik Ravi Abdurrahman Ridwan dengan usaha “Manziera”, yang menampilkan karya fesyen batik, tenun, dan produk unggulan kerajinan disabilitas binaan Bank Indonesia Kota Solo.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Kalbar akan memberikan pendampingan pencatatan dan pendaftaran kekayaan intelektual, meliputi merek, hak cipta, desain industri, dan indikasi geografis terhadap produk kerajinan para womanpreneurs. Selain itu, akan dilakukan inventarisasi produk unggulan hasil INACRAFT 2026 sebagai basis data pengembangan usaha, promosi lanjutan, serta penguatan branding produk daerah.
Ke depan, Kanwil Kemenkum Kalbar juga mendorong pemanfaatan identitas merek dan storytelling produk yang kuat. Akan dilakukan bimbingan teknis lanjutan terkait manajemen usaha dan pemasaran digital, memfasilitasi business matching, serta melakukan evaluasi menyeluruh atas capaian kegiatan sebagai bahan perbaikan kebijakan dan program penguatan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.
0 Komentar