Persebaya Mendekati Empat Besar, Serangan Balik Jadi Senjata Unggulan

Persebaya Mendekati Empat Besar, Serangan Balik Jadi Senjata Unggulan

Persebaya Surabaya Kembali Torehkan Kemenangan

Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026). Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Bajol Ijo menjadi 13 laga beruntun dan semakin mendekatkan mereka ke zona empat besar klasemen Super League 2025/2026.

Gol-gol Persebaya dicetak oleh Mihailo Perovic pada menit ke-26, Alfan Suaib di menit ke-69, dan Risto Mitrevski di menit ke-73. Bali United hanya mampu membalas melalui Jordy Bruijn di menit ke-88. Efektivitas serangan balik menjadi salah satu faktor utama kemenangan tim asuhan Bernardo Tavares.

Posisi di Klasemen dan Persaingan

Setelah kemenangan ini, Persebaya kini menempati posisi kelima klasemen dengan 35 poin dari 20 pertandingan. Tim hanya terpaut dua angka dari Malut United yang berada di peringkat keempat dengan 37 poin. Kemenangan atas Bali United menjadi penegasan bahwa Persebaya mampu bersaing di papan atas.

Malut United sendiri kalah 0-2 dari Persib Bandung pada pekan ke-20, sehingga jarak poin semakin terpangkas. Persib masih kokoh di puncak klasemen dengan 47 poin, diikuti Borneo FC dengan 46 poin. Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 41 poin, meski kalah dari Arema FC.

Strategi dan Konsistensi Tim

Pelatih Bernardo Tavares menilai kemenangan ini sebagai bukti karakter tim. Meskipun penguasaan bola hanya sebesar 29 persen, Persebaya mampu menciptakan delapan peluang dengan enam tembakan tepat sasaran. Tavares menegaskan bahwa target tim adalah menjaga konsistensi. “Kami harus fokus di setiap pertandingan. Tidak ada laga yang mudah, tapi kami punya karakter untuk terus berjuang,” ujarnya seusai pertandingan.

Persebaya juga melakukan perombakan skuad di putaran kedua. Enam pemain dilepas, termasuk Dejan Tumbas dan Diego Mauricio, lalu mendatangkan empat pemain asing baru: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes. Selain itu, tiga pemain lokal juga bergabung: Adre Arido, Riyan Ardiansyah, dan Ahmad Mujtaba Ilham Akbar. Kehadiran mereka memberi kedalaman skuad yang lebih baik.

Performa Pemain dan Kehadiran Pemain Baru

Francisco Rivera menjadi motor serangan dengan kreativitas di lini tengah. Umpan silangnya kepada Alfan Suaib berbuah gol penting di Bali. Gol debut Alfan Suaib menjadi simbol regenerasi di tubuh Bajol Ijo. “Gol ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan seluruh Bonek dan Bonita,” kata Alfan.

Tavares menilai keberanian Alfan sebagai contoh ideal bagi pemain muda. “Dalam situasi sulit, kita bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki karakter. Alfan menunjukkan itu hari ini,” tandasnya.

Rekor Tak Terkalahkan dan Kepercayaan Diri

Rekor tak terkalahkan 13 laga beruntun menjadi modal besar bagi Persebaya. Catatan ini menunjukkan konsistensi tim di bawah asuhan Bernardo Tavares. Persebaya sebelumnya juga menang 5-2 atas Bali United di putaran pertama. Kemenangan di Dipta menegaskan dominasi Bajol Ijo atas Serdadu Tridatu musim ini.

Johnny Jansen, pelatih Bali United, mengakui timnya kecolongan. “Persebaya memiliki cara bermain di mana kami mengalami masalah dengan bola-bola yang diintersep,” ujarnya. Ia menyoroti gol ketiga Persebaya yang lahir dari situasi tiga lawan satu dalam serangan balik.

Rahmat Arjuna, winger muda Bali United, menyampaikan rasa kecewa dan meminta maaf kepada suporter atas kekalahan di kandang.

Kesimpulan

Momentum unbeaten juga menjadi bukti bahwa Persebaya mampu mengandalkan kombinasi pemain senior dan muda. Dengan kondisi skuad yang terus berkembang, Persebaya berpeluang besar menembus empat besar. Konsistensi dan strategi yang tepat menjadi kunci keberhasilan tim dalam menghadapi tantangan di kompetisi ini.


0 Komentar