Tanpa trofi, Yogi Saputra dibawa harapan, diundang Wali Kota Cirebon ke Balai Kota

Tanpa trofi, Yogi Saputra dibawa harapan, diundang Wali Kota Cirebon ke Balai Kota

Yogi Saputra, Pemain Futsal Indonesia yang Kembali ke Cirebon Tanpa Trofi Tapi Bawa Harapan

Yogi Saputra (23), seorang pemain Timnas Futsal Indonesia asal Cirebon, kembali ke kampung halamannya setelah mengikuti Piala Asia Futsal 2026. Meskipun tidak membawa gelar juara, perjalanan Yogi di ajang tersebut menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama anak-anak muda di daerahnya.

Pencapaian Yogi bersama Timnas Futsal Indonesia hingga menembus partai final Piala Asia Futsal 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Ia menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh putra asli Cirebon tersebut.

Apresiasi dari Wali Kota Cirebon

Effendi Edo mengungkapkan bahwa keberhasilan Yogi masuk dalam Timnas Futsal bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga simbol bahwa anak daerah mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Ia berharap prestasi Yogi dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Cirebon untuk terus berkarya di bidang olahraga.

“Saya berharap ini menjadi motivasi bagi insan olahraga ataupun anak-anak kita yang senang berolahraga. Ini sebagai motivasi dari Yogi yang berhasil masuk ke tataran Timnas untuk membela negara,” ujar Edo.

Selain itu, Pemkot Cirebon berencana memberikan penghargaan kepada Yogi dengan mengundangnya ke Balai Kota. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh Yogi di tingkat internasional.

Perjalanan Yogi di Piala Asia Futsal 2026

Yogi Saputra memulai debutnya di Piala Asia Futsal 2026 dengan menghadapi tim-tim besar seperti Jepang dan Iran. Meski akhirnya harus kalah di adu penalti pada partai final, Yogi mengaku bahwa pengalamannya di ajang tersebut sangat berharga.

“Ini event pertama debut Yogi di Piala Asia, apalagi di Timnas. Melawan Jepang dan Iran, kualitasnya di atas rata-rata,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Partai final melawan Iran menjadi momen paling berkesan bagi Yogi. Timnas Futsal Indonesia sempat unggul dua gol, namun akhirnya harus kalah setelah laga ditentukan lewat adu penalti.

“Ya sangat sayang sekali, sudah unggul tapi kita belum bisa mempertahankan skor, jadi kita kalah di adu penalti,” ujarnya.

Meski gagal meraih trofi, Yogi mengaku puas dengan performanya. Bahkan, pelatih Iran memberikan pujian kepada Timnas Futsal Indonesia, menyebut mereka sebagai tim yang “kalah rasa juara”.

“Itu sangat pantas sih, soalnya kita melawan raja Asia yaitu Iran, kita bermain imbang, apalagi sampai adu penalti. Itu cukup bagus buat kita sendiri,” jelasnya.

Mimpi Besar Yogi di Masa Depan

Yogi memiliki harapan besar untuk terus berkontribusi dalam Timnas Futsal Indonesia. Ia berharap dapat membawa skuad Merah Putih ke Piala Dunia.

“Harapan pribadi saya semoga terus konsisten di Timnas ini, semoga bisa membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia,” katanya.

Di balik pencapaian tersebut, Yogi mengaku bahwa dorongan terbesarnya datang dari keluarga. Ia ingin mengangkat derajat keluarganya, khususnya orang tua, melalui prestasi yang diraihnya.

Pesan untuk Para Pendukung

Yogi juga menyampaikan pesan sederhana kepada para pendukung Timnas Futsal Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama perjalanan di Piala Asia Futsal 2026.

“Terima kasih untuk masyarakat Indonesia yang sudah mendukung Timnas kami,” ucap Yogi.

Kesimpulan

Meski pulang tanpa gelar juara, Yogi Saputra membawa semangat dan harapan baru bagi masyarakat Cirebon dan Indonesia secara keseluruhan. Prestasi yang ia capai menjadi bukti bahwa anak-anak muda daerah mampu bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Yogi diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.


0 Komentar