MBG Harus Halal, Kepala SPPG Akan Dijadikan Penyelia Halal

Percepatan Sertifikasi Halal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)


Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sedang mempercepat proses sertifikasi halal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan dengan melatih kepala dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyelia halal. Tujuannya adalah untuk memastikan standar kehalalan makanan yang disajikan dalam program tersebut.

Kepala BPJPH, Haikal Hassan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi utama dalam menjaga kualitas dan kehalalan MBG sebagai program unggulan Presiden. Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, ia menyampaikan bahwa percepatan sertifikasi halal perlu segera dilakukan mengingat pentingnya program ini.

“Ini adalah program yang harus, yang harus kita jalankan seiring dengan menyambut presiden tentang MBG,” ujar Haikal dalam rapat tersebut.

Peran Kepala Dapur sebagai Penyelia Halal

Menurut Haikal, penunjukan kepala dapur sebagai penyelia halal adalah cara tercepat untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. Para penyelia ini akan diberi kemampuan untuk mengevaluasi seluruh bahan yang digunakan dalam penyediaan makanan MBG. Mereka bisa memeriksa minyak, bahan baku, kecap, dan semua komponen lain yang digunakan.

“Mereka tahu, mereka bisa evaluasi, mereka bisa lihat minyaknya, mereka bisa lihat bahan bakunya, mereka bisa lihat kecapnya, mereka bisa lihat semua itu,” kata Haikal.

Para penyelia halal ini juga akan menjadi perpanjangan tangan BPJPH di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran standar halal, mereka dapat mengambil tindakan langsung. BPJPH akan melakukan pemeriksaan acak terhadap seluruh dapur MBG.

Kebutuhan Penyelia Halal yang Masih Belum Terpenuhi

Hingga saat ini, BPJPH telah melatih 3.168 penyelia halal. Namun jumlah ini masih jauh dari kebutuhan ideal, mengingat jumlah dapur MBG yang diperkirakan mencapai 20.000 unit. Hal ini menjadi salah satu isu yang disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam.

Aprozi mengkritik belum adanya sertifikat halal pada beberapa dapur MBG dan juru sembelih ayam di berbagai daerah. Ia menyatakan bahwa hingga kini, tidak ada satu pun dapur MBG yang memiliki sertifikat halal di wilayahnya atau Provinsi Lampung.

“Kita sudah bicara tentang produk halal sampai mendunia, bahkan bapak sendiri dianggap menjadi presiden halal, negara halal. Cuma perlu menjadi catatan, bapak, kita tahu produk unggulan bapak presiden masalah MBG, belum satu pun yang saya temukan di dapil saya atau di Provinsi Lampung, tukang potongnya punya sertifikat halal,” ujar Aprozi.

Ia menegaskan bahwa tidak hanya juru sembelih ayam, tetapi juga dapur MBG sendiri belum memiliki sertifikat halal. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap kehalalan bahan pangan yang digunakan.

“Termasuk dapur MBG-nya pun belum memiliki sertifikat halal. Saya masih meragukan apakah daging itu daging babi, apakah itu daging sapi karena tidak memiliki sertifikat halal,” katanya.

Kendala Anggaran dan Tantangan Sertifikasi Halal

Aprozi juga menyentil keterbatasan anggaran sebagai kendala dalam sertifikasi halal bagi juru sembelih ayam di setiap dapur MBG. Menurutnya, anggaran yang tidak cukup menjadi masalah besar.

“Anggaran tidak punya katanya. Ini menjadi masalah, pak. Apakah ayam itu betul-betul ayam mati atau ayam hidup yang dibacakan bismillah dipotong atau dipotong pakai mesin, ini perlu menjadi tantangan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya memastikan kehalalan produk dalam negeri sebelum berbicara mengenai pengakuan halal di tingkat global. “Kita tidak perlu bicara yang mendunia, kalau di dalam produk kita, negara kita sendiri, kita tidak bisa membuktikan apakah itu betul-betul halal atau tidak,” ucap dia.

Permintaan untuk Wajibkan Sertifikasi Halal di Seluruh Dapur MBG

Aprozi meminta agar sertifikasi halal diwajibkan bagi seluruh dapur MBG di Indonesia. Ia menilai hal ini penting mengingat berbagai kasus keracunan yang sempat diberitakan media.

“Saya minta kepada bapak, seharusnya mewajibkan terlebih dahulu seluruh dapur MBG yang berada di Indonesia memiliki sertifikat halal dimulai dari tukang potong ayam dan seterusnya,” ujarnya.

0 Komentar