Refleksi Hari Pers Nasional: Serambi Indonesia Membangkitkan Cerdas Generasi Iskandar Muda

Refleksi Hari Pers Nasional: Serambi Indonesia Membangkitkan Cerdas Generasi Iskandar Muda

Peran Serambi Indonesia dalam Membentuk Kesadaran Masyarakat Aceh

Setiap tanggal 9 Februari, pemerintah dan insan media di seluruh Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Di Aceh, suara-suara apresiasi terhadap jurnalis dan karya pers menggema, termasuk pada media terbesar setempat, Harian Serambi Indonesia. Pada hari yang sama, Serambi Indonesia juga merayakan ulang tahunnya. Didirikan di kawasan Lampriek Banda Aceh pada 9 April 1989, media ini kini genap berusia 37 tahun. Sebuah usia yang tidak lagi muda, tetapi sudah dewasa.

Serambi Indonesia telah menjadi bagian penting dalam mencerdaskan penduduk Aceh. Kontribusinya sangat besar bagi masyarakat yang merupakan keturunan Sultan Iskandar Muda, sang raja legendaris Kesultanan Aceh Darussalam. Refleksi atas peran dan jasa Serambi Indonesia menjadi penting untuk dipertimbangkan.

Awal Berdirinya Serambi Indonesia

Pada awal pendiriannya, Serambi Indonesia hanya berupa koran cetakan. Koran ini tersebar hingga pelosok desa di Aceh, menjadi satu-satunya sumber informasi lokal, nasional, dan internasional yang dicintai oleh warga setempat. Di warung kopi, koran ini ditunggu sejak pagi hari, dibaca bergilir oleh penikmat kopi pancong hingga kertasnya rusak pada sore hari. Jika belum membaca koran Serambi Indonesia, seseorang dianggap belum update. Bahkan, warga sering menebak isi koran esok harinya, terutama saat masa konflik DOM, DS, dan DM.

Perkembangan Serambi Group

Dalam dunia pers, terdapat tiga jenis media: cetak, elektronik, dan digital. Serambi Indonesia kini telah berkembang menjadi Serambi Indonesia Group, yang memiliki semua jenis media tersebut. Dibawah kepemimpinan Waled Zainal Arifin M. Nur S.Pd.I, Serambi Indonesia kini memiliki media cetak, seperti Harian Serambi Indonesia, serta media elektronik seperti Radio Serambi FM, dan beberapa media digital seperti www.acehtribunnews.com dan www.prohaba.com, serta berbagai media sosial.

Fungsi Media sebagai Social Control

Selama setahun terakhir, saya intens mempelajari peran pers dalam masyarakat. Dalam diskusi dengan dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Hasan Basri M. Nur PhD, saya memahami bahwa salah satu fungsi media adalah social control. Serambi Indonesia telah memainkan peran ini dengan baik. Berbagai permasalahan masyarakat selama 37 tahun telah disuarakan melalui media ini. Berita-berita bermuatan kontrol sosial yang diangkat oleh Serambi Indonesia umumnya mendapat respon cepat dari pihak yang disorot.

Peran Parlemen dalam Kontrol Sosial

Sebenarnya, lembaga legislatif seperti DPRK, DPRA, dan DPR-RI memiliki fungsi kontrol sosial. Namun, terkadang anggota dewan lupa akan tanggung jawab mereka. Mereka terlalu larut dalam kemewahan dan lupa pada jeritan rakyat Aceh yang masih miskin. Ada anggota dewan yang mulai sombong, bahkan melupakan orang-orang yang membantu mereka menempati posisi di gedung parlemen.

Terima Kasih kepada Serambi Indonesia

Jasa Serambi Indonesia sangat luar biasa. Media ini telah membuka wawasan umat, terutama warga Aceh. Sebagai pembaca, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Serambi Indonesia dan groupnya. Semoga para pimpinan, wartawan, karyawan, hingga loper koran tetap sehat, mudah rezeki, dan terus berbuat baik. Kita berharap Serambi Indonesia istiqamah pada prinsip berpihak pada kebenaran. Jangan pernah lelah menjadi lilin, cahaya penerang bagi cucu-cucu Sultan Iskandar Muda.


0 Komentar