Sanksi Denda dari AFC untuk Federasi Futsal Indonesia
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menjatuhkan sanksi denda kepada Federasi Futsal Indonesia (FFI) akibat dua pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026. Total denda yang harus dibayarkan mencapai USD14.000 atau sekitar Rp235 juta. Sanksi ini berasal dari dua pertandingan berbeda yang berlangsung sepanjang turnamen, yaitu laga Timnas Futsal Indonesia melawan Korea Selatan dan Iran vs Afghanistan.
Pelanggaran di Laga Timnas Indonesia vs Korea Selatan
Dalam pertandingan Timnas Futsal Indonesia melawan Korea Selatan, AFC menjatuhkan tiga jenis pelanggaran yang berujung pada total denda USD11.000. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- USD3.000
-
PSSI dinyatakan melanggar Pasal 21.2 Peraturan Kompetisi Piala Asia Futsal AFC Indonesia 2026.
-
USD3.000
-
Pelanggaran terhadap Pasal 65.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
-
USD5.000
- Pelanggaran berdasarkan Pasal 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
Beberapa pelanggaran yang tercatat antara lain: - Satu orang yang berafiliasi dengan pihak tergugat memasuki area sekitar lapangan permainan dan/atau area akses terkendali pada akhir pertandingan tanpa secara fisik membawa perangkat akreditasi yang diwajibkan. - Satu orang penonton yang termasuk dalam pihak tergugat memasuki lapangan permainan setelah pertandingan berakhir.
Kedua insiden tersebut dinilai melanggar regulasi keamanan dan akses pertandingan AFC, yang menjadi dasar dijatuhkannya sanksi denda kepada Federasi Futsal Indonesia. AFC menegaskan bahwa total denda USD11.000 tersebut wajib dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak keputusan resmi dikomunikasikan, sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC.

Pelanggaran di Laga Iran vs Afghanistan
Selain laga Timnas Indonesia, PSSI juga dikenai sanksi tambahan terkait pertandingan Iran vs Afghanistan. Dalam laga tersebut, Indonesia selaku tuan rumah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Pasal 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
Penjelasan pelanggarannya adalah: - Indonesia dinilai gagal memenuhi kewajibannya dalam dua aspek utama, yakni mengambil langkah-langkah pencegahan keselamatan yang diperlukan sesuai situasi setelah pertandingan, serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga di dalam stadion maupun area sekitarnya.
Kegagalan tersebut terjadi setelah lima orang penonton menyerbu lapangan permainan saat pertandingan masih berlangsung, yang kemudian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi keselamatan dan keamanan pertandingan AFC. Atas pelanggaran itu, AFC menjatuhkan denda sebesar USD3.000.

Prestasi Bersejarah dan Konsekuensi Finansial
Sanksi denda ini datang di tengah euforia publik futsal Tanah Air usai keberhasilan Timnas Indonesia mencatatkan sejarah baru di Piala Asia Futsal 2026. Timnas Futsal Indonesia berhasil menembus final untuk pertama kalinya, meski akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah dramatis dari Iran dengan skor 4-5 lewat adu penalti pada partai final.
Laga puncak tersebut digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Kedua tim bermain imbang 5-5 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu selama total 50 menit, sebelum Iran akhirnya keluar sebagai juara melalui babak tos-tosan.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, pencapaian Indonesia tetap patut diapresiasi. Ini menjadi final pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Timnas Futsal Indonesia di ajang Piala Asia Futsal.
Namun, di balik prestasi bersejarah tersebut, FFI harus menerima konsekuensi finansial atas dua pelanggaran yang terjadi selama turnamen. Denda dari AFC ini menjadi catatan penting agar penyelenggaraan kompetisi internasional di Indonesia ke depan bisa berjalan lebih baik dan sesuai regulasi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PSSI terkait keputusan AFC tersebut maupun langkah yang akan diambil ke depan untuk menghindari pelanggaran serupa dalam ajang internasional.
0 Komentar