TPU Kebon Nanas Siap Terima 10 Jenazah Setelah Relokasi Warga

Penataan TPU Kebon Nanas untuk Menambah Daya Tampung Makam

Pemerintah Kota Jakarta Timur sedang melakukan penataan terhadap Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas makam dan mengatasi krisis lahan pemakaman di wilayah tersebut. Dengan relokasi warga dan penertiban bangunan, TPU Kebon Nanas kini siap menerima lebih dari 2.000 petak makam baru.

Proses Relokasi Warga

Sebelum proses penataan dimulai, warga yang tinggal di area TPU Kebon Nanas telah direlokasi ke beberapa tempat. Sebagian besar dari mereka ditempatkan di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), sementara sebagian lainnya memilih untuk mengontrak tempat tinggal secara mandiri. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa seluruh warga sudah dipindahkan sebelum proses pembongkaran dimulai.

"Ya, yang jelas TPU Kebon Nanas sudah kita selesaikan, untuk manusianya, orang-orangnya sudah pindah ke rusun, sebagian berpindah ngontrak sendiri. Bangunan sudah kita ratakan," ujar Munjirin.

Penambahan Kapasitas Makam

Setelah proses penertiban selesai, TPU Kebon Nanas kini memiliki daya tampung yang jauh lebih besar dari perkiraan awal. Awalnya, TPU ini hanya diperkirakan mampu menampung sekitar 1.000 petak makam. Namun setelah bangunan diratakan, jumlahnya meningkat menjadi hampir 2.000 petak makam, bahkan bisa mencapai lebih dari 2.000.

"Kemudian kita bangunannya kita ratakan dan sudah rata, eh sekarang sudah bisa di-mapping yang tadinya diperkirakan kurang lebih menampung bisa 1.000 petak makam, ternyata setelah diratakan itu hampir mencapai 2.000-an, bahkan 2.000 lebih mungkin," tambah Munjirin.

Penggunaan Petak Makam Baru

Petak makam baru di TPU Kebon Nanas mulai digunakan untuk melayani pemakaman warga. Pemakaian pertama tercatat pada sekitar dua minggu lalu, dengan sekitar 10 petak makam yang sudah digunakan. Jumlah ini akan terus bertambah seiring rencana pembukaan lebih dari 2.000 petak makam baru.

Proses penataan masih terus dilakukan oleh jajaran Sudin Pertamanan dan Hutan (Tamhut) Kota Jakarta Timur. Mereka terus membersihkan area TPU Kebon Nanas dengan membongkar bangunan rumah warga yang tersisa. Tujuannya adalah untuk menata area tersebut agar dapat digunakan secara optimal oleh warga.

"Ini dari Sudin Tamhut itu terus untuk menata pasca perobohan bangunan, ditata dengan rapi untuk bisa dimanfaatkan oleh warga untuk melaksanakan pemakaman," jelas Munjirin.

Solusi untuk Krisis Lahan Makam

Dengan penambahan petak makam baru ini, diharapkan dapat mengatasi masalah krisis lahan makam di Jakarta. Saat ini, 69 TPU di Jakarta sudah penuh atau hanya melayani pemakaman secara tumpang. Khususnya di wilayah Kecamatan Jatinegara dan sekitarnya, penambahan ini diharapkan bisa memudahkan warga yang ingin memakamkan anggota keluarganya di dekat rumah kerabat mereka.

Relokasi Warga yang Terdampak

Sebelum penataan dimulai, Pemkot Jakarta Timur juga telah melakukan relokasi terhadap 81 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan TPU Kebon Nanas. Mereka dialihkan ke unit Rusunawa yang disediakan oleh pemerintah.

"TPU Kebon Nanas sudah kita selesaikan. Untuk manusianya, orang-orangnya sudah pindah ke Rusun. Debagian pindah mengontrak sendiri. Bangunan sudah kita ratakan," tutur Munjirin.

Proses Pembongkaran dan Penertiban

Pembongkaran bangunan di kawasan TPU Kebon Nanas dimulai pada Selasa (27/1/2025). Proses ini dilakukan dengan melibatkan personel gabungan dari Pemkot Jakarta Timur, termasuk Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Suku Dinas Bina Marga, serta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 103 bangunan yang dibongkar. Beberapa di antaranya telah dibongkar lebih dulu oleh warga sendiri. Sisanya diratakan menggunakan dua unit alat berat yang disiagakan di lokasi.

Selain itu, petugas juga melakukan pembongkaran jaringan kelistrikan di dalam area TPU Kebon Nanas guna menertibkan infrastruktur pendukung permukiman liar. Proses ini dilakukan tanpa adanya aktivitas warga, karena seluruh penghuni kawasan telah direlokasi beberapa pekan sebelumnya.

0 Komentar