Perkiraan Jumlah Pemudik dan Balik Melalui Selat Bali Tahun 2026
Diperkirakan sebanyak 1,691 juta penumpang akan melakukan perjalanan mudik dan balik melalui penyeberangan Selat Bali pada Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 16–18 Maret 2026, dengan dominasi kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi.
Pantauan di Pelabuhan Ketapang pada Sabtu (14/3/2026) menunjukkan bahwa banyak kendaraan yang telah diparkir di area Pelabuhan Ketapang dan Dermaga Bulusan. Meskipun jumlah kendaraan meningkat, belum terlihat adanya kepadatan yang signifikan hingga menyebabkan antrean panjang di jalan raya luar pelabuhan.
Perkiraan Jumlah Pemudik Saat Lebaran 2026
ASDP Cabang Ketapang memperkirakan jumlah penumpang yang bergerak dari Bali ke Jawa selama arus mudik mencapai 876.439 orang. Angka ini naik 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 842.730 orang. GM ASDP Ketapang Arief Eko mengatakan, "Kami estimasi akan ada peningkatan 4 persen."
Sementara itu, jumlah kendaraan yang melintas untuk arah tersebut diprediksi naik sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 5 persen dari 227.220 unit pada Lebaran 2025 menjadi 237.553 unit pada Lebaran 2026. Peningkatan tertinggi diprediksi terjadi pada kendaraan jenis bus sekitar 8 persen. Disusul sepeda motor 6 persen dan mobil pribadi 4 persen.
Pergerakan Pemudik dari Jawa ke Bali
Pada arus balik, yaitu pergerakan warga dari Jawa menuju Bali, juga diperkirakan bakal meningkat sekitar 4 persen. Yakni dari 783.809 orang pada Lebaran 2025 menjadi 815.161 orang pada 2026. Pergerakan kendaraan saat arus balik diprakirakan bakal lebih tinggi.
Akan ada peningkatan sekitar 7 persen dari 199.813 menjadi 214.381 pada periode yang sama. "Bus dan roda dua kami perkirakan ada kenaikan sekitar sama-sama 10 persen. Sementara kenaikan mobil pribadi sekitar 7 persen," lanjut dia.
Dengan demikian, Arief menjelaskan, pergerakan masyarakat yang mudik-balik melintasi penyeberangan Selat Bali akan berjumlah sekitar 1.691.600 orang pada 2026. Naik 4 persen dari periode sebelumnya yang berjumlah 1.626.539 orang.
Pergerakan Pemudik Berbeda dari Tahun Sebelumnya
Pergerakan pemudik pada tahun ini juga akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA. Pemudik dari Bali akan pulang ke Jawa sebelum penutupan berlangsung.
Arief menyebut, ditutupnya pelabuhan saat Hari Raya Nyepi mengubah pola puncak mudik dibanding 2025. Apalagi pada tahun ini, penutupan tersebut berlangsung hingga H-1 Lebaran.
Hindari Penutupan Saat Perayaan Nyepi
Para pemudik dari Bali tujuan Jawa memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan pada puncak arus mudik. Penutupan saat Nyepi mengakibatkan pola kepulangan di kampung halaman berubah.
Cerita Para Pemudik Tujuan Jember
Doni, salah satu pemudik tujuan Jember, mengaku telah merencanakan kepulangan ke kampung halaman lebih awal sejak jauh-jauh hari. "Kebetulan karena ada acara juga di Jember. Jadi pulang duluan," kata pria yang bekerja di daerah Nusa Dua itu, Sabtu.
Fatimah, pemudik lain yang juga hendak pulang ke Jember, mengatakan, penutupan pelabuhan saat Nyepi turut menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan jadwal mudik. "Memang sudah direncanakan pulang hari ini," katanya.
Pantauan di lapangan, kepadatan para pemudik telah terlihat sejak Kamis (12/3/2026). Pada hari itu, jumlah kendaraan pemudik mencapai 10.232 unit, naik sekitar 15 persen dibanding sehari sebelumnya.
0 Komentar