5 Kloter, 1.102 Jemaah Haji Kota Tangsel Berangkat ke Tanah Suci

5 Kloter, 1.102 Jemaah Haji Kota Tangsel Berangkat ke Tanah Suci

Peningkatan Jumlah Calon Jemaah Haji di Kota Tangerang Selatan

Sebanyak 1.102 calon jemaah haji dari Kota Tangerang Selatan akan berangkat ke Tanah Suci pada periode haji 1447 Hijriah melalui Grand El-Hajj. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan kloter keberangkatan dari empat menjadi lima kloter.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tinggal menunggu waktu. Oleh karena itu, seluruh calon jemaah diminta untuk menjaga kesehatan mulai dari pola makan, kecukupan cairan, hingga kesiapan obat-obatan dan vitamin.

Peningkatan jumlah jemaah haji ini memicu pemerintah setempat untuk memastikan semua petugas memberikan pelayanan optimal agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar dan khidmat. Pilar menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi petugas haji yang akan mendampingi jemaah ke Makkah, Arab Saudi.

Petugas haji dituntut memiliki kesiapan lebih dibandingkan jemaah karena peran mereka sebagai pendamping sekaligus pembimbing selama pelaksanaan ibadah haji. Selain fisik, kesiapan mental juga menjadi perhatian penting. Petugas diminta siap menghadapi berbagai karakter jemaah, termasuk kondisi emosional di lapangan, dengan tetap mengedepankan kesabaran dan keikhlasan.

"Petugas harus siap melayani, bukan jadi jemaah, tapi sebagai pendamping yang memastikan seluruh proses ibadah jemaah di sana nanti berjalan lancar," ujar Pilar.

Selain itu, petugas haji asal Kota Tangerang Selatan diminta mematuhi seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, serta mampu beradaptasi dengan dinamika pelaksanaan haji yang dapat berubah setiap tahun. Menurut Pilar, petugas haji menjadi representasi nama baik daerah asal serta memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal selama rangkaian ibadah berlangsung.

"Kalau fisik jatuh, mental juga jatuh maka fisik ini harus dipersiapkan dari sekarang, mumpung masih ada waktu," tuturnya.

Persiapan Kementerian Haji dan Umrah RI

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah hampir terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyatakan bahwa penyelenggaraan haji 1447 Hijriah diikuti oleh 221.000 orang dari berbagai wilayah se-Tanah Air.

Persiapan pemerintah dalam memberangkatkan 221.000 calon jemaah haji telah rampung secara keseluruhan mulai dari penerbitan visa, kartu nusuk hingga kloter keberangkatan dan kepulangan dari Arab Saudi ke Indonesia. Sesuai rencana awal, pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia akan dimulai secara bertahap pada 22 April 2026 setelah menjalani persiapan satu hari sebelumnya yaitu Selasa (21/4/2026).

"Alhamdulillah persiapan sudah selesai semua seperti visa sudah 100 persen keluar, kartu nusuk tadi pagi saya cek bahwa 100 persen sudah di Indonesia semua, tinggal dibagikan kepada jemaah nanti lalu diaktifkan di Indonesia," kata dia.

Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan demi memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi ratusan ribu jemaah. Menteri yang akrab disapa Gus Irfan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi atas dukungan memberi pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji asal Indonesia.

Menhaj pun berharap kondisi dinamika global dan situasi konflik di Timur Tengah tidak mengganggu operasional gelaran haji. "Kepada seluruh jemaah haji harapkan tenang, enggak perlu takut dijadwal ulang lagi, tidak perlu galau lagi berangkat atau tidak, InshaAllah tentu berangkat," ucapnya.

"Tinggal jemaah saja menyiapkan diri secara batin, maupun secara fisik untuk bisa menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya di Tanah Suci," jelasnya.


0 Komentar