
Aktivitas Penumpang di Pelabuhan Sadai Masih Normal Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
Pelabuhan Penyeberangan Sadai, yang terletak di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, masih menunjukkan aktivitas yang terpantau normal menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hingga Sabtu (14/3/2026), pergerakan penumpang dan kendaraan masih didominasi oleh angkutan logistik. Lonjakan pemudik diperkirakan baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa area pelabuhan masih relatif sepi. Beberapa mobil pribadi dan truk tampak terparkir rapi di area tunggu keberangkatan. Aktivitas kendaraan yang hendak menyeberang belum menunjukkan kepadatan berarti. Dari pengamatan, jumlah kendaraan yang menunggu keberangkatan diperkirakan hanya berkisar antara 15 hingga 20 unit.
Namun, suasana berbeda terlihat pada aktivitas penyeberangan masyarakat menuju pulau-pulau terluar di Kabupaten Bangka Selatan. Warga mulai memadati area dermaga kecil untuk melanjutkan perjalanan mudik antar pulau, khususnya menuju Pulau Lepar dan Kepulauan Pongok. Sebagian dari mereka datang menggunakan angkutan umum seperti bus maupun kendaraan pribadi.
Setelah tiba di pelabuhan, para penumpang kemudian turun dan membawa barang bawaan menuju dermaga untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal-kapal kecil yang melayani rute antar pulau tersebut. Aktivitas naik turun penumpang di dermaga ini terlihat lebih ramai dibandingkan area parkir kendaraan penyeberangan.
Ketua Pelaksana Penyelenggaraan Posko Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sadai, Yodi Hendrian, mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang belum terlihat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Data sementara menunjukkan jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Penyeberangan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung, pada Jumat (13/3/2026) tercatat sebanyak 56 orang. Angka tersebut masih tergolong dalam kategori normal dan belum menunjukkan peningkatan signifikan menjelang mudik Lebaran.
“Untuk sementara ini, kalau peningkatan penumpang masih terpantau normal dan masih didominasi kendaraan-kendaraan angkutan logistik,” ujar Yodi Hendrian.
Menurut prediksi dari pihak KUPP, lonjakan penumpang kemungkinan mulai terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan seiring dimulainya masa libur sekolah di sejumlah daerah. Kondisi tersebut biasanya menjadi faktor meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak mudik lebih awal. Berdasarkan prediksi yang telah disusun, puncak arus mudik melalui Pelabuhan Sadai diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 24 hingga 26 Maret 2026.
Yodi Hendrian mengatakan bahwa pola lonjakan penumpang dari tahun ke tahun dinilai relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Ia menyebutkan jumlah penumpang saat periode puncak biasanya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun sebelumnya estimasi lonjakan penumpang mencapai 100 orang lebih. Dari tahun ke tahun, memang lonjakan penumpang cenderung relatif sama,” jelas Yodi Hendrian.
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, KUPP Kelas III Sadai telah mendirikan posko pelayanan terpadu di kawasan pelabuhan. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan sekaligus pelayanan bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan. Selain itu, pihak KUPP juga melakukan sosialisasi kepada para penumpang terkait keselamatan pelayaran serta prosedur penyeberangan selama periode angkutan Lebaran.
Dari sisi armada, sebanyak lima kapal telah disiagakan untuk melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Sadai. Armada tersebut terdiri dari tiga kapal yang beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Sadai serta dua kapal yang melayani rute dari Pelabuhan Umum Sadai.
Untuk rute reguler di pelabuhan penyeberangan, layanan disediakan oleh KMP Menumbing Raya dan KMP Kuala Bate II yang melayani lintasan Pelabuhan Penyebrangan Sadai menuju Tanjung Ru, Belitung. Sementara itu, rute perintis dari pelabuhan penyeberangan dilayani oleh KMP Gorare yang melayani lintasan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Gading di Pulau Lepar.
Selain layanan penyeberangan tersebut, pelabuhan umum Sadai juga melayani beberapa rute perintis antar pulau antar provinsi. Yakni KM Sabuk Nusantara 30 yang melayani rute panjang mulai dari Pelabuhan Penyebrangan Sadai menuju Manggar, Belitung, dan Ketapang, Jawa Timur. Dilanjutkan menuju Pontianak, Kalimantan Barat, Telok Batang, Karimata, dan sejumlah pelabuhan lainnya.
Kemudian terdapat kapal penumpang Rede KM Gandha Nusantara 09 yang melayani rute pelayaran dari Sadai menuju Kepulauan Pongok dan Pulau Celagen.
Dengan kesiapan armada serta keberadaan posko pelayanan, Yodi Hendrian berharap aktivitas mudik melalui Pelabuhan Sadai dapat berjalan lancar dan aman. Pemantauan terhadap arus penumpang juga akan terus dilakukan hingga berakhirnya masa arus balik Lebaran.
0 Komentar