Kuda Delman Alkastar Harus Beristirahat Selama Musim Mudik Lebaran
Seorang kuda delman bernama Alkastar harus beristirahat total selama musim mudik lebaran tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kebijakan pembatasan operasional delman selama periode arus mudik dan balik di Kabupaten Garut.
Alkastar, yang merupakan kuda keturunan dari Sumbawa dengan kode MF, memiliki usia 8 tahun. Ia biasa bekerja di kawasan wisata seperti Cipanas, Rancabango, dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler. Bersama kusirnya, M Zian Nursyabani (15), Alkastar tidak lagi melakukan aktivitas tarik delman di jalur-jalur utama yang sering dilalui pemudik.
Zian mengatakan bahwa masa libur ini berarti berhentinya aktivitas mencari nafkah harian yang selama ini mengandalkan Alkastar. Meskipun demikian, ia menerima keadaan dengan lapang dada karena para kusir delman di Garut mendapatkan kompensasi sebagai pengganti penghasilan selama 7 hari masa larangan beroperasi.
Sebagai gantinya, mereka mendapatkan uang tunai dari pemerintah provinsi Jawa Barat sebesar Rp1,7 juta selama sepekan atau Rp200 ribu per hari. Zian mengungkapkan bahwa tahun kemarin kompensasi diberikan hingga dua minggu, sedangkan tahun ini hanya seminggu. Namun, ia tetap bersyukur atas penghargaan tersebut.
"Kepada pemudik kalau tidak mau macet ayo mudik lebih awal," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di sela-sela pembagian kompensasi di Polres Garut, Sabtu (14/3/2026).
Alkastar kini lebih banyak beristirahat sambil menunggu aktivitas kembali normal setelah musim mudik berakhir. Istal atau kandang Alkastar berlokasi di Kampung Kuyambut, Desa Tanjungkemuning, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Bagi Zian, Alkastar bukan sekadar kuda penarik delman yang membantu orang tuanya mencari nafkah setiap hari. Ia mengaku sudah menganggap Alkastar seperti adiknya sendiri. Sepulang sekolah, Zian hampir selalu meluangkan waktu untuk merawat kuda tersebut dengan penuh perhatian.
Alkastar juga kerap mengikuti lomba pacu kuda meski masih di wilayah lokal seperti Pangandaran dan sekitarnya. "Dia punya ciri khas, kenapa namanya Alkastar karena ada tanda bintang alami di dahinya," jelas Zian.
Kompensasi Cair Hari Ini
Ratusan kusir delman di Kabupaten Garut menerima kompensasi karena tidak diperbolehkan beroperasi selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di jalur yang dilalui para pemudik.
Penyerahan kompensasi itu dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di halaman Polres Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026) siang. Tercatat sebanyak 477 kusir delman serta enam pengemudi becak menerima kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang. Nominal tersebut merupakan pengganti penghasilan selama satu pekan, dengan perhitungan Rp200 ribu per hari.
Saat ditanya mengenai perbedaan durasi dibandingkan tahun lalu yang mencapai dua pekan, sementara tahun ini hanya satu pekan, Dedi Mulyadi atau KDM mengatakan kebijakan tersebut diambil demi efektivitas. "Ada yang di awal ada yang setelah hari raya, begitu efektivitasnya dan (tahun ini) jangkauannya lebih banyak," ujarnya kepada awak media.
Ia menuturkan, pada tahun ini sejumlah delman yang berada di Kota Bandung juga ikut masuk dalam program tersebut, termasuk yang beroperasi di wilayah Padalarang dan Bandung Barat. "Jumlahnya lima ribu hampir rata-rata semua 1,4 juta, uangnya sudah masuk," ungkapnya.
KDM menjelaskan bahwa jelang arus mudik dan balik, kondisi jalan provinsi sudah dalam keadaan siap untuk dilalui. Sama halnya dengan penerapan jalan yang menurutnya secara keseluruhan sudah berfungsi sehingga akan membantu perjalanan dan keselamatan pemudik di jalan. "Jalur sudah siap jalan provinsi juga sudah bagus kan sudah mulus, bagi kusir delman (yang melanggar) nanti kita akan panggil dan evaluasi di tahun depan," ucapnya.
0 Komentar