Festival Klenteng Welahan Jadi Tujuan Wisata Baru Jepara

Festival Klenteng Welahan Jadi Tujuan Wisata Baru Jepara

Perayaan HUT Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee yang Meriah

Setiap tahun, Yayasan Klenteng Welahan menggelar berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat. Kegiatan ini berpusat di dua klenteng utama, yaitu Klenteng Hian Thian Siang Tee dan Klenteng Hok Tek Bio. Dua klenteng ini menjadi pusat aktivitas masyarakat pada momen tertentu, terutama dalam rangkaian perayaan Imlek dan Hari Ulang Tahun (HUT) Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee yang diperingati setiap tahun.

Klenteng Hian Thian Siang Tee memiliki sejarah penting dalam peradaban umat Tionghoa. Dewa yang bersemayam di dalamnya dianggap sebagai induk para dewa di Indonesia, bernama Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee. Setiap perayaan HUT tersebut selalu dirayakan oleh umat Tionghoa dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkumpul di Welahan Jepara untuk meramaikan rangkaian kegiatan yang bisa berlangsung hingga sepekan.

Selain menjadi pusat kegiatan budaya, kegiatan yang digelar Yayasan Klenteng Welahan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan peluang berdagang dengan hadirnya ribuan pengunjung. Salah satu contohnya adalah perayaan HUT Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee 2026 yang digelar hari ini, Jumat (17/4/2026), yang berlangsung sangat meriah.

Ribuan pengunjung hadir menyaksikan kirab para dewa-dewa yang datang dari berbagai daerah. Bupati Jepara Witiarso Utomo melihat kesempatan ini sebagai peluang untuk menjadikan destinasi wisata baru di Kabupaten Jepara, khususnya di wilayah Jepara bagian Selatan.

Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara, menyatakan bahwa kirab budaya para dewa digelar sangat meriah. Meski dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Mereka antusias melihat langsung perayaan kirab yang dibalut dengan seni hiburan seperti atraksi barongsai dan berbagai penampilan seni yang identik dengan umat Tionghoa.

Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam mengenalkan Jepara ke panggung nasional. Ini menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Bumi Kartini ke zona global, bahkan hingga mancanegara.

"Perayaan kirab ini meriah. Tahun depan kita konsepkan lebih baik lagi dan lebih meriah lagi. Supaya ada tambahan destinasi baru di Kabupaten Jepara," ujarnya usai melihat kirab dewa-dewa di Klenteng Welahan.

Klenteng Hian Thian Siang Tee sebagai Klenteng Tertua di Indonesia

Selain adanya kirab budaya para dewa, Mas Wiwit juga tertarik dengan status Klenteng Hian Thian Siang Tee sebagai klenteng tertua di Indonesia. Klenteng ini memiliki sejarah panjang tentang peradaban umat Tionghoa dari zaman ke zaman. Bahkan, perayaan HUT Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee selalu dirayakan oleh umat Tionghoa di penjuru Indonesia.

Dia ingin kegiatan di Kelenteng Welahan menjadi bagian dari kalender event di Kabupaten Jepara setiap tahunnya. "Nanti kita konsepkan, bentuknya kolaborasi antara Yayasan Klenteng dengan pemerintah daerah. Klenteng ini salah satu klenteng tertua di Indonesia, dan ini ada di Jepara. Tentunya klenteng ini memiliki sejarah yang panjang dalam peradaban umat Tionghoa di Indonesia pada umumnya dan di Jepara pada khususnya," ujarnya.

Penataan Kawasan Pecinan Welahan

Menjadikan Klenteng Welahan dengan beragam event sebagai destinasi baru tidak hanya bertumpu pada kegiatan dan sejarahnya saja. Sektor pendukung lahirnya destinasi wisata baru dan menarik juga digarap. Salah satunya adalah penataan Kawasan Pecinan Welahan.

Pemerintah Kabupaten Jepara akan mulai melakukan penataan kawasan pecinan pada 2027 dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan umat Tionghoa. Targetnya, kawasan pecinan Welahan Jepara disulap layaknya kawasan pecinan di kota-kota besar seperti Semarang.

"Lingkungannya kami akan tata, termasuk pedagangnya. Kita akan petakan bagaimana penataan yang terbaik guna menunjang lahirnya destinasi wisata baru di Kabupaten Jepara," tegasnya.

Kolaborasi Antara Yayasan dan Pemerintah Daerah

Umat Tionghoa yang juga sebagai Ketua Yayasan Klenteng Welahan, Dicky Sugandi menyambut baik upaya pemerintah daerah yang ingin terlibat dalam pembangunan dan pemajuan Klenteng Welahan. Dia berharap nantinya ada kolaborasi yang bagus antara pemerintah daerah dengan yayasan klenteng dalam rangka mengangkat dan mengenalkan kegiatan-kegiatan hingga peradaban umat Tionghoa di wilayah Welahan Jepara.

"Semoga tahun depan lebih terkonsep lagi dan UMKM tergerak. Kami harapkan konsep kawasan pecinan jika ditata dengan baik bisa jadi daerah pecinan yang menarik," ujar dia.

Dukungan Masyarakat

Upaya melahirkan destinasi baru di wilayah Kecamatan Welahan disambut baik oleh masyarakat sekitar. Ani Fatmala (24) dan Yoga Ahmad (27) warga Kecamatan Welahan mendukung jika kegiatan di Kelenteng Welahan mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

Keduanya sepakat jika keberadaan Klenteng Hian Thian Siang Tee dan Klenteng Hok Tek Bio disulap menjadi destinasi wisata, layaknya Sam Po Kong di Kota Semarang.

"Bagus itu kalau dijadikan destinasi wisata. Kegiatan tahunannya dapat lebih meriah, spot wisatanya dapat. Boleh tuh ada semacam sejarah klenteng dan apa saja yang ada di dalamnya bisa ditampilkan, bisa menarik pengunjung," harap Ani.


0 Komentar