Hujan dan air mata mengiringi pemakaman siswa SMP Batam yang tenggelam di Bengkong

Hujan dan air mata mengiringi pemakaman siswa SMP Batam yang tenggelam di Bengkong

Proses Pemakaman Yehezkiel, Siswa SMP yang Tewas Tenggelam di Batam

Pemakaman Yehezkiel Tornado Sinaga, seorang siswa SMPN 62 Batam yang meninggal dunia akibat tenggelam, berlangsung dengan suasana haru dan penuh kesedihan. Kepergian remaja 13 tahun tersebut ditandai oleh kehadiran puluhan pelayat yang mengantar jenazahnya ke peristirahan terakhir di TPU Sei Temiang, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (19/4/2026).

Hujan yang turun tipis semakin menambah nuansa duka dalam prosesi pemakaman tersebut. Air hujan tampak menyatu dengan air mata yang jatuh dari para keluarga dan kerabat korban. Di antara taburan bunga berwarna-warni, suasana haru terasa begitu kental.

Yehezkiel meninggal setelah tenggelam saat mencoba menyeberangi kanal bersama teman-temannya ketika pergi memancing. Insiden ini terjadi pada Sabtu (18/4/2026) siang di area kanal pelabuhan belakang Perumahan Golden BCI, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam.

Kronologi Kejadian

Dari informasi yang dikumpulkan, Yehezkiel bersama dua temannya pergi memancing ke lokasi tersebut. Saat itu, korban dan dua saksi awalnya ingin menyeberang ke tepian pantai di seberang kanal. Sebelum menyebrang, Yehezkiel sempat mengaku tidak bisa berenang dan meminta bantuan temannya. Mereka kemudian mencoba menyeberang menggunakan kayu sebagai alat bantu.

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, awalnya rekannya AS menyeberang terlebih dahulu, kemudian SA bersama korban menyusul menggunakan kayu. Namun, saat berada di tengah kanal, Yehezkiel tiba-tiba panik dan melepaskan kayu yang dipegangnya. Akibatnya, korban langsung tenggelam.

Salah satu temannya, SA, mencoba menolong dengan menarik tangannya, tetapi kesulitan karena korban dalam kondisi panik. Upaya pertolongan juga dibantu oleh saksi lainnya, namun korban tidak berhasil diselamatkan.

Setelah gagal menyelamatkan kedua bocah, mereka langsung meminta bantuan warga sekitar. Tak lama, personel Polsek Bengkong tiba di lokasi sekira pukul 14.10 WIB dan langsung melakukan pengamanan serta meminta keterangan saksi.

Proses pencarian melibatkan warga, nelayan, serta tim gabungan termasuk Basarnas dan Satpolairud. Korban akhirnya ditemukan sekira pukul 15.27 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Buntung. Setelah diperiksa dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Suasana Haru Saat Pemakaman

Di lokasi pemakaman, keluarga Yehezkiel tampak sangat terpukul. Orang tua korban tak kuasa menahan kesedihan, berdiri di dekat liang lahat dengan wajah penuh duka. Tangis pecah saat proses penimbunan tanah dimulai. Kakak laki-laki Yehezkiel juga tak mampu membendung air matanya, bahkan terus memanggil nama sang adik di tengah isak tangis yang semakin menjadi.

"Dia adikku... dia adikku," teriaknya, sebelum akhirnya dipapah oleh kerabat di sampingnya untuk menenangkan diri. Suasana semakin haru ketika tanah mulai menutup liang lahat sepenuhnya. Sejumlah pelayat tampak menunduk, sementara yang lain tak mampu menyembunyikan tangisnya.

Setelah pusara tertutup, keluarga dan pelayat bergantian menyiram air dan menaburkan bunga setaman di atas makam yang masih basah. Doa-doa pun terus dipanjatkan, mengiringi kepergian Yehezkiel untuk terakhir kalinya.

"Yehezkiel gak usah takut ya nak, ada Tuhan Yesus dan Roh Kudus temani Yehezkiel," ucap seorang ibu di antara para pelayat, dengan suara bergetar menahan tangis.



0 Komentar