Imam Meninggal Saat Memimpin Salat di Rujab Bupati, Dokter: Riwayat Penyakit Jantung

Imam Meninggal Saat Memimpin Salat di Rujab Bupati, Dokter: Riwayat Penyakit Jantung

Kehilangan Seorang Imam yang Tiba-Tiba Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Bulungan, Kalimantan Utara. Dt. Muhammad Idris bin Dt. Muhammad Taher, seorang imam yang terkenal disiplin dan memiliki kepercayaan tinggi terhadap pengobatan, meninggal dunia akibat henti jantung. Peristiwa ini terjadi saat ia sedang menjalankan tugas sebagai imam sholat magrib di rumah jabatan Bupati Bulungan pada Jumat (13/3/2026).

Saat itu, suasana buka puasa bersama berubah menjadi duka. Dt. Muhammad Idris tampak mengenakan pakaian muslim putih dengan sorban yang melingkar di lehernya. Ia berdiri di depan jamaah, memimpin salat Magrib dengan khusyuk. Namun, tiba-tiba, tubuhnya roboh di tempatnya berdiri tepat sebelum salam terakhir diucapkan.

Jamaah yang berada di belakangnya langsung terkejut. Beberapa orang segera memberikan pertolongan. Salah satu dari mereka adalah Direktur RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor, dokter Widodo Darmo S, yang juga merupakan spesialis jantung. Dokter Widodo segera melakukan CPR atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk membantu memompa darah dan mempertahankan aliran oksigen ke organ vital.

Berdasarkan video yang beredar, upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat. Beberapa orang mengelilingi tubuh Dt. Muhammad Idris yang terbaring. Ada yang memegang tangannya, ada pula yang membantu menahan kakinya, sementara dokter terus melakukan kompresi dada. Wajah-wajah jamaah terlihat penuh kekhawatiran, berharap sang imam segera sadar.

Setelah mendapatkan pertolongan awal di lokasi, Dt. Muhammad Idris segera dibawa ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Riwayat Penyakit Jantung

Menurut dokter Widodo, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. “Betul henti jantung, beliau memiliki riwayat penyakit jantung,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski demikian, dokter Widodo menjelaskan bahwa almarhum dikenal sebagai pasien yang cukup disiplin menjalani pengobatan. “Beliau termasuk pasien yang tertib kontrol sesuai jadwal dan meminum obat rutin. Namun memang pasien dengan riwayat penyakit jantung tetap memiliki risiko serangan tiba-tiba,” jelasnya.

Edukasi bagi Pasien Jantung

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang risiko penyakit jantung yang bisa terjadi secara mendadak. Menurut dr. Widodo, beberapa langkah dapat dilakukan pasien jantung untuk menekan risiko serangan.

  • Lakukan kontrol rutin ke dokter
  • Konsumsi obat sesuai anjuran medis
  • Jalani aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh
  • Perubahan gaya hidup sangat penting, seperti berhenti merokok, cukup beristirahat, serta mengelola stres dengan baik

“Perubahan gaya hidup sangat berpengaruh dalam mengurangi risiko penyakit jantung,” pungkasnya.


0 Komentar