Jadwal Imsak Raja Ampat 14 Maret 2026, Lengkap Doa dan Amalan Sunnah

Jadwal Imsak Raja Ampat 14 Maret 2026, Lengkap Doa dan Amalan Sunnah

Jadwal Buka Puasa dan Salat Lima Waktu di Raja Ampat 24 Ramadan 1447 H

Sabtu, 14 Maret 2026, umat Muslim di Indonesia khususnya di Raja Ampat akan memasuki hari ke-24 puasa Ramadan 1447 H. Pada hari ini, masyarakat akan segera mempersiapkan diri untuk berbuka puasa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui waktu tepat kumandang adzan magrib agar dapat memenuhi sunnah menyegerakan buka puasa.

Berikut adalah jadwal lengkap berbuka puasa dan salat lima waktu di Raja Ampat pada tanggal 24 Ramadan 1447 H / Sabtu 14 Maret 2026:

  • IMSAK: 04:48
  • SUBUH: 05:08
  • TERBIT: 06:19
  • DUHA: 06:46
  • ZUHUR: 12:29
  • ASAR: 15:34
  • MAGRIB: 18:32
  • ISYA': 19:41

Doa Berbuka Puasa

Berikut bacaan doa berbuka puasa dari riwayat HR Abu Dawud:

Arab Latin: Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

5 Sunnah Berbuka Puasa yang Bisa Diterapkan

Berikut adalah lima amalan sunnah ketika berbuka puasa yang bisa kita praktikkan selama bulan Ramadan 1447 H:

  1. Menyegerakan berbuka puasa
    Amalan sunnah pertama adalah menyegerakan berbuka puasa ketika waktu berbuka telah tiba. Waktu buka puasa yakni ketika matahari telah tenggelam (maghrib).

Sebagaimana hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan salat maghrib hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air,” (H.R. Tirmidzi. Hadits Hasan).

Juga terdapat hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang (umat Islam) senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (Muttafaqun ‘alaih).

  1. Berbuka dengan memakan kurma
    Disunahkan untuk berbuka puasa dengan kurma masak atau kering dengan jumlah yang ganjil. Ataupun jika tidak ada, tidak mengapa jika hanya berbuka puasa dengan meminum air.

Ini adalah salah satu amalan sunnah ketika berbuka puasa yang juga dicontohkan oleh Rasulullah. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada beberapa biji ruthab, cukup beberap biji tamr (kurma kering). Jika itu tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air,” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih).

  1. Memperbanyak berdoa ketika berbuka puasa
    Doa menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan saat berpuasa. Sebelum melakukan buka puasa, kita bisa mengamalkan doa yang biasa dibaca oleh rasulullah.

Doa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah,” (H.R. Abu Daud).

Selain itu, kita juga diperbolehkan untuk memperbanyak doa lainnya yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat.

  1. Memberi makan berbuka
    Kalau kita memiliki rizki yang cukup, maka baiknya jika kita memberi makan berbuka untuk yang lain. Meski terlihat sepele, ternyata memberi makanan buka untuk orang lain memiliki pahala besar dibaliknya.

Hadis:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

  1. Mendoakan orang yang memberi makan buka
    Memberikan doa kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita ternyata juga memiliki nilai ibadah. Semisal orang yang memberi makanan buka puasa untuk kita.

Hadis:
وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ
“Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى
“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]” (HR. Muslim no. 2055)


0 Komentar