
Jakarta Dijuluki Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara
Jakarta, kota yang dikenal sebagai pusat kekuasaan dan aktivitas ekonomi, kini mendapat penghargaan sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2026. Pengakuan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah, aparat keamanan, serta organisasi kemasyarakatan (ormas) telah berjalan dengan baik dalam menjaga stabilitas wilayah.
Sinergi antara Pihak Berwenang dan Masyarakat
Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengungkapkan bahwa situasi kondusif di Ibu Kota tidak terlepas dari kerja sama yang terjalin antara berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi erat antara aparat keamanan seperti Polri dan TNI dengan pemerintah daerah serta ormas menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah selama ini setelah kami koordinasi dengan Polda, dengan TNI dan DKI Jakarta juga situasinya masih lebih aman kan, dan sekarang DKI Jakarta menurut Kapolda jadi nomor dua yang teraman di Asia Tenggara,” ujar Juaini saat hadir dalam acara halal bihalal FLO di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026).
Peran FLO sebagai Mitra Strategis
FLO memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta mitra strategis dalam menjaga keamanan wilayah. Juaini menyebut bahwa pihaknya sering menerima arahan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengamanan bersama aparat.
“Kami menerima instruksi dan perintah bersinergi dengan Polda, dengan TNI, dan dengan jajaran Pemprov DKI yang memang selama ini sudah kami laksanakan, yaitu sama-sama bersinergi untuk menjaga situasi Jakarta supaya aman dan kondusif,” katanya.
Selain itu, FLO juga memiliki kemampuan mobilisasi anggota dalam jumlah besar untuk mendukung kegiatan pengamanan. Hal ini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga stabilitas di lapangan.
“Kalau dilepas semuanya, seperti yang kadang-kadang Kapolda minta, kami apel siaga di Polda itu bisa sampai 5.000 anggota,” kata Juaini.
Pembinaan Internal dan Legalitas Ormas
Tidak hanya di aspek keamanan, FLO juga aktif melakukan pembinaan internal terhadap ormas yang tergabung, termasuk memastikan legalitas organisasi. Hingga kini, sekitar 150 ormas telah menjadi bagian dari forum tersebut.
“Ya memang dengan adanya FLO ini kami menjaring juga dan kami selalu mengecek keabsahan daripada ormas-ormas yang ada di FLO itu. Itu memang salah satu program kami juga,” ujar Juaini.
“Kalau memang yang belum ada keabsahannya nanti insya Allah kami dukung, kami jembatani ke Kesbangpol maupun ke pihak terkait yang ada hubungannya dengan masalah administrasi keormasan,” tambahnya.
Fungsi Strategis FLO sebagai Jembatan Aspirasi
Dewan Pembina FLO DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa FLO memiliki fungsi strategis sebagai ruang bersama lintas ormas sekaligus jembatan aspirasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa FLO bertindak sebagai rumah besar kebersamaan lintas ormas di DKI Jakarta, sekaligus jembatan aspirasi masyarakat.
“Pertama, FLO adalah rumah besar kebersamaan lintas ormas di DKI Jakarta, kedua FLO adalah sebagai jembatan aspirasi masyarakat, dan ketiga, FLO adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan sosial di Jakarta,” ujarnya.
Fahira juga mengapresiasi berbagai kontribusi nyata FLO melalui kegiatan sosial hingga kolaborasi lintas lembaga yang dinilai memperkuat kohesi sosial di Jakarta.
“Saya selalu salut dengan FLO ini karena telah melakukan sebanyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, deklarasi kebangsaan, hingga kolaborasi dengan beberapa institusi,” ucapnya.
Momentum Halal Bihalal untuk Memperkuat Persatuan
Lebih jauh, Fahira menilai momentum halal bihalal menjadi ruang penting untuk memperkuat kepercayaan antarormas dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat perkotaan.
“Momentum dalam ini, idealnya kita memaknai lebih dari sekadar saling bersama. Ini adalah momentum untuk membersihkan hati dan membuat kepercayaan antaromas, sekaligus menghapus sekat-sekat perbedaan dan memperkuat persatuan,” tuturnya.
0 Komentar