Luka Bakar 24 Persen, Andrie Yunus Masih Butuh Perawatan Intensif

Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator Kontras


Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, masih menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras pada malam hari Kamis (12/3/2026). Peristiwa ini terjadi di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, dan mengakibatkan luka bakar yang cukup serius.

Menurut informasi yang diperoleh, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen. Luka tersebut disebabkan oleh reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulitnya. Area yang terkena luka antara lain wajah (khususnya sisi kanan), mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada. Dari semua luka yang dialami, kondisi paling serius adalah luka pada mata kanan. Saat ini, Andrie telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata.

Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa berdasarkan tingkat keparahan luka yang dialami, Andrie memerlukan perawatan intensif dalam lingkungan yang steril agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Pihak Kontras juga menyatakan sepenuhnya menghormati dan mempercayakan proses penanganan medis kepada tim dokter dan pihak rumah sakit.

Andrie sendiri berharap publik tetap mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Hal ini dinilai penting agar kasus penyiraman air keras dapat diusut secara tuntas dan pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum oleh aparat penegak hukum.

Penyelidikan Polisi

Dalam upaya mengungkap pelaku, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. Saksi yang diperiksa adalah warga sekitar yang melihat kejadian tersebut. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, polisi masih terus berupaya melakukan penyelidikan dengan pendekatan scientific investigation untuk mengungkap pelaku. Ia memastikan bahwa kasus ini akan menjadi prioritas kepolisian.

Saat ini, korban masih dalam perawatan di rumah sakit karena mengalami luka bakar serius. Diketahui, Andrie mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Akibatnya, korban mengalami luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Peristiwa itu bermula ketika Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku menghampiri dengan mengendarai kendaraan roda dua, diduga merupakan motor matic Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai dengan 2021. Pelaku terdiri dari dua orang laki-laki yang melakukan operasi dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang.

Ancaman terhadap Demokrasi

Aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus mendapat kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, aksi teror itu dinilai sebagai ancaman serius terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengutuk keras penyiraman air keras kepada Andrie. Ia menilai bahwa selama ini Anies telah banyak melakukan kerja-kerja hak asasi manusia (HAM), yang semestinya dilindungi negara. Usman juga mengungkapkan bahwa penyiraman air keras bukanlah serangan pertama yang dialami Andrie. Selama ini, aktivis HAM itu juga kerap mendapatkan teror dari pihak tertentu.

Ia mengingatkan bahwa dalam setahun terakhir, Andrie fokus menggeluti isu yang bersinggungan dengan militerisme. Bahkan, sebelum mendapatkan serangan air keras, Andrie baru saja selesai melakukan perekaman podcast soal remiliterisasi di Kantor YLBHI. Meski kerap mendapatkan ancaman dan teror, ia menegaskan bahwa kerja-kerja HAM yang selama ini dilakukan akan terus dilanjutkan.

Usman menegaskan bahwa Kontras tidak akan pernah mundur dalam melakukan kerja-kerja mereka. "Jangan pernah berpikir bahwa kami akan pernah mundur selangkah pun atas serangan ini," tambah dia.

0 Komentar