Mapag Sri di Sumbermulya, Simbol Kesuburan dan Rasa Syukur

Mapag Sri di Sumbermulya, Simbol Kesuburan dan Rasa Syukur

Tradisi Mapag Sri di Desa Sumbermulya

Mapag Sri adalah salah satu tradisi adat yang masih lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Sumbermulya. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari siklus pertanian, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam.

Mapag Sri di Desa Sumbermulya tetap teguh memelihara akar budaya leluhurnya. Salah satu tradisi yang paling dinanti dan menjadi jati diri masyarakat desa ini adalah upacara adat Mapag Sri. Bagi warga Desa Sumbermulya, Mapag Sri bukan sekadar ritual pertanian biasa, melainkan sebuah perayaan besar yang merefleksikan kedalaman spiritual, kebersamaan sosial, dan rasa syukur yang tak terhingga kepada Sang Pencipta.

Secara etimologi, kata "Mapag" berarti menjemput atau menyambut, sedangkan "Sri" merujuk pada Dewi Sri atau Dewi Padi yang dipercaya sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan kehidupan. Oleh karena itu, Mapag Sri dimaknai sebagai upacara menjemput keberkahan dan menyambut hasil panen yang melimpah.

Di Desa Sumbermulya, tradisi ini dilaksanakan sebagai puncak dari siklus pertanian. Biasanya, upacara ini digelar menjelang masa panen raya atau sesudahnya, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para petani sepanjang tahun. Masyarakat percaya bahwa melalui doa dan upacara ini, hasil bumi akan senantiasa berlimpah, terhindar dari hama penyakit, dan kesejahteraan warga akan terjaga.

Inti dari seluruh rangkaian acara Mapag Sri di Desa Sumbermulya adalah rasa syukur. Warga menyadari bahwa segala hasil yang didapat dari mengolah tanah bukan semata-mata karena keringat mereka sendiri, melainkan karena rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Kuwu Sumbermulya, Taryono, SE menjelaskan bahwa Mapag Sri merupakan tradisi yang turun temurun terus dilaksanakan saat musim panen padi pertama tiba khususnya di Desa Sumbermulya.

Mapag Sri juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur petani atas limpahan rejeki yang diberikan melalui panen raya yang diharapkan melimpah. Tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) serta penghormatan kepada Dewi Sri (dewi padi).

Secara bahasa, mapag berarti menjemput dan sri berarti padi, yang melambangkan kegiatan menjemput hasil panen. Dalam acara Mapag Sri terdapat juga berbagai pertunjukan seni tradisional seperti wayang kulit, atau kesenian lokal lainnya yang menghibur seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua. Suasana menjadi sangat hangat, penuh tawa, dan kegembiraan.

Lebih dari sekadar pesta, tradisi ini mengajarkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda: pentingnya menjaga alam, menghargai proses, dan tidak pernah melupakan asal-usul. Desa Sumbermulya mengajarkan bahwa kemewahan tidak selalu berarti materi, tetapi kebersamaan dan rasa cukup atas apa yang dimiliki adalah kemewahan sesungguhnya.

Mapag Sri di Desa Sumbermulya adalah cermin masyarakat yang religius dan bersyukur. Tradisi ini menjembatani hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesamanya. Selama tradisi ini terus hidup, maka semangat kebersamaan dan rasa syukur akan senantiasa mekar di hati setiap warga, menjadikan Desa Sumbermulya tempat yang damai, makmur, dan penuh berkah.


0 Komentar