Peresmian Koperasi Masjid Cut Meutia, Langkah Awal Penguatan Ekonomi Berbasis Masjid
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/3/2026). Peresmian ini menjadi langkah awal dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis masjid serta menghubungkannya dengan potensi ekonomi masyarakat sekitar.
Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berperan dalam pengembangan ekonomi umat melalui koperasi. Ia menjelaskan bahwa sudah terjalin MoU antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama untuk mengembangkan masjid bisa dibangun koperasi masjidnya.
Selain itu, ia juga telah berbicara dengan Dewan Masjid Indonesia bagaimana masjid yang ada di lingkungan Dewan Masjid Indonesia juga didorong untuk bisa mengembangkan koperasi di masjidnya. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memulai pengembangan koperasi masjid, salah satunya melalui peresmian koperasi di Masjid Cut Meutia.
Harapan Jadi Model Nasional
Ferry berharap koperasi masjid yang dimulai dari Masjid Cut Meutia ini dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa Kementerian Koperasi akan memberikan pendampingan penuh terhadap koperasi yang berkembang di lingkungan masjid.
"Kami harus mendorong ketika ada koperasi yang berada di masjid, dan ini kita akan dampingi terus, kita akan bantu sepenuhnya apa yang bisa kami lakukan untuk bisa mengembangkan kegiatan koperasi di masjid," ujarnya.
Ia menambahkan, koperasi yang baru berdiri ini masih dalam tahap awal dan berpotensi berkembang ke berbagai bidang usaha. Termasuk juga di Cut Meutia ini, tempatnya kita mulai, tapi nanti bisa berkembang ke atas, nanti kegiatannya juga ini baru permulaan, nanti bisa dalam prosesnya berkembang ke diversifikasi usahanya, dan kemudian kita bisa kembangkan ke daerah-daerah yang lain juga.
Sejarah Masjid sebagai Pusat Ekonomi
Ferry juga mengingatkan bahwa sejak zaman Rasulullah, masjid memang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat. "Ini sebenarnya masjid memang dipahami dari zaman Rasulullah kan adalah menjadi tempat yang bukan hanya dipakai untuk kegiatan ibadah, tapi juga menjadi kegiatan ekonomi. Bahkan Rasulullah rapat-rapat perang juga di masjid juga," ujarnya.
150 UMKM Siap Dibina
Dalam kesempatan itu, Ferry menyebut koperasi masjid memiliki potensi besar untuk mengembangkan pelaku usaha di sekitar lingkungan masjid. Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Masjid Cut Meutia yang siap dibina melalui koperasi tersebut.
"Besar. Kalau sekarang tadi Pak Wishnu sebagai Ketua MCMI (Masyarakat Cinta Masjid Indonesia) ini, di lingkungan sini saja ada 150-an pelaku UMKM yang sekarang insyaallah dikoordinir oleh koperasi masjid di sini," kata Ferry.
Ia menjelaskan, para pelaku UMKM tersebut nantinya akan mendapatkan pendampingan mulai dari kurasi produk hingga inkubasi usaha. Produk-produk yang dihasilkan UMKM tersebut diharapkan bisa memiliki kualitas lebih baik sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi dengan Jaringan Koperasi Lain
Ferry membuka peluang kolaborasi dengan berbagai jaringan koperasi lain. "Artinya ada kemungkinan masuk kolaborasi dengan Koperasi Warung NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)? Ya, menurut saya itu," ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi UMKM dapat dijaga, maka produk mereka berpeluang dipasarkan melalui berbagai jaringan koperasi. "Jadi kita bisa bangun ekosistem bisnis secara bersama-sama, dan kami menyambut gembira sekiranya masjid-masjid yang lain juga semangat untuk membentuk koperasinya," ujarnya.
Koperasi sebagai Cara Mudah Gerakkan Ekonomi Umat
Ketua Umum Pengurus Besar MCMI Wishnu Dewanto mengatakan masjid memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. "Ya, sebenarnya saya katakan tadi dalam apa yang saya sampaikan, bahwa masjid itu kan bukan hanya sekedar rumah ibadah ya. Tapi masjid itu adalah bagaimana membangun peradaban dan juga melayani umat," kata Wisnu.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk pelayanan kepada umat adalah dengan mengembangkan ekonomi berbasis komunitas masjid. "Salah satu bentuk melayani umat adalah kita membangun ekonomi yang berbasis keumatan," ujarnya.
Konsep Koperasi yang Mudah Dipahami
Menurut dia, koperasi dipilih karena mudah dipahami dan dijalankan oleh masyarakat. "Caranya adalah kita menggerakkan koperasi. Karena koperasi gampang untuk dimengerti oleh masyarakat dan gampang untuk dilaksanakan," kata Wisnu.
Dengan konsep tersebut, koperasi dapat menampung partisipasi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di lingkungan masjid. "Maka dari itu, koperasi karakternya ini kan dia menampung sebanyak mungkin partisipasi dari semua teman-teman yang akan berusaha, khususnya di lingkup masjid," ujarnya.
Edukasi untuk Meningkatkan Usaha
Wisnu menilai langkah ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar masjid. "Jadi akan memberikan sebuah kemajuan untuk perekonomian di sekitar masjid," kata Wisnu.
Ia menjelaskan, koperasi di Masjid Cut Meutia saat ini telah membina sekitar 150 pelaku UMKM serta didukung sejumlah mitra usaha. Selain itu, koperasi juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar usaha yang dijalankan dapat berkembang. "Dan kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pentingnya untuk mereka naik kelas ya, dari usaha mikro menjadi UMKM dan seterusnya, seterusnya," ujarnya.
Perluasan Program Koperasi Masjid
Wisnu menambahkan, ke depan program koperasi masjid akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. "Nah, dalam waktu dekat, kita akan membuka di beberapa kota seperti di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Semarang, Lampung, Banten, dan Sumatera Selatan," kata Wisnu.
Ia berharap koperasi masjid dapat menjadi pemicu bagi masjid-masjid lain untuk ikut berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat. "Nah, saya berharap bahwa dengan ini menjadi trigger buat kita bahwa masjid bisa juga memberdayakan perannya tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga membangun ekonomi keumatan yang berbasis koperasi masjid," ujarnya.


0 Komentar