Morowali Utara, Penggerak Ekonomi Berbasis Investasi di Indonesia

Morowali Utara, Penggerak Ekonomi Berbasis Investasi di Indonesia

Pengenalan PPID sebagai Solusi Investasi Daerah

Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) telah menjadi salah satu inisiatif penting dalam meningkatkan partisipasi investor di berbagai daerah. PPID dirancang sebagai one-stop solution atau "Mall Pelayanan Investasi" pertama di Indonesia yang mempertemukan investor global dengan seluruh potensi 514 kabupaten/kota dalam satu lokasi. Dengan adanya PPID, investor tidak lagi perlu berkeliling dari Sabang sampai Merauke untuk mencari peluang investasi.

Peran PPID dalam Mendukung Kemandirian Fiskal Daerah

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, secara resmi membuka pelaksanaan Implementasi dan Tindak Lanjut PPID Batch 2 di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/4/2026). Gelaran ini menjadi respons konkret daerah atas pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang signifikan, sekaligus memutus praktik 'calo' atau makelar investasi yang selama ini menghambat masuknya modal ke daerah.

Delis menegaskan bahwa kemandirian fiskal daerah kini menjadi keharusan. "Transfer dana daerah hari ini dipangkas cukup besar. Dari 350 triliun, kemudian dipangkas lagi menjadi 285 triliun. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, daerah harus kreatif menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru melalui investasi," ujar Delis Julkarson Hehi.

Pengalaman Bupati Delis dalam Menghadapi Calo Investasi

Menurut Delis, PPID lahir dari diskusi panjang APKASI dengan International Business Association (IBA) untuk memberikan solusi permanen. Ia menceritakan pengalamannya sendiri, "Ada investor dari Cina yang ingin bertemu saya selama dua tahun, tapi hanya diputar-putar oleh calo. Baru ketemu saya di Hotel Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Padahal daerah kita butuh akses langsung, tanpa perantara."

Lokasi PPID di Batam: Strategi yang Tepat

Delis menjelaskan alasan pemilihan Batam sebagai lokasi PPID. "Batam hanya selangkah dari Singapura. Ada 7.000 perusahaan multinasional berkantor di Singapura, 84 di antaranya memiliki kantor cabang di sana. Dengan naik ferry, mereka bisa langsung mengenal seluruh potensi Indonesia. Ini peluang emas," paparnya.

Ia menambahkan, PPID akan menggelar event reguler seperti business matching, turnamen golf, dan pertemuan langsung antara bupati dengan investor Singapura, China, serta Hong Kong, semua dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan pameran konvensional yang menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk beberapa hari.

Antusiasme dari Chairman IBA

Chairman International Business Association (IBA), Shan Shan, menyambut antusiasme tinggi para kepala daerah. "Kami tidak lagi bicara konsep, tapi eksekusi. Hari ini langsung ada business matching dengan investor China dan Hong Kong. Sebagian besar bupati sudah mengamankan slot kantor perwakilan di PPID," katanya.

Kerja Sama dengan Bank untuk Mempercepat Infrastruktur Investasi

Direktur Eksekutif APKASI Sarman Simanjorang menawarkan skema konkret pemanfaatan lahan tidur melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), khususnya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan kawasan komersial terpadu. Dukungan perbankan pun sudah siap. Direktur Commercial Banking BTN Hermita, dan Commercial Banking Division Head BTN Ricky RS Pattinggi, memaparkan kesiapan fasilitasi pinjaman daerah untuk mempercepat infrastruktur investasi.

Kesuksesan Morowali Utara sebagai Contoh

Delis mencontohkan keberhasilan Morowali Utara yang dua tahun berturut-turut menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia (23 persen sepanjang 2025 dan 19,9 % di tiga bulan pertama 2026), penurunan kemiskinan serta pengangguran terendah, serta realisasi investasi selalu di atas 200 persen. "Investasi yang masuk tidak hanya menambah PAD, tapi juga membuka lapangan kerja, mendorong efek multiplier ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Penutup

PPID Batch 2 diharapkan menjadi terobosan nasional yang mendekatkan investor langsung dengan potensi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, serta mewujudkan visi pembangunan daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.

0 Komentar