Musdes Peleyan Sepakati Tidak Gelar PAW Kades, Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Warga
SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id – Suasana penuh kebersamaan dan semangat musyawarah mewarnai kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar di Aula Kantor Desa Peleyan, Dusun Kota Bede, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (16/04/2026). Forum tersebut membahas rencana Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tahun Anggaran 2026, dengan melibatkan unsur pemerintah desa, aparat, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan yang diikuti sekitar 25 peserta ini dihadiri oleh Plt. Camat Panarukan Rahmat Fauzi, Pj. Kepala Desa Peleyan Ferdinan Sirullah, Ketua BPD Nurkholis, Sekdes Surakip, Babinsa Peleyan Serma Yamin Umagapi, Bhabinkamtibmas Aiptu Wido Sulissanjaya, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Plt. Camat Panarukan menegaskan bahwa Musdes PAW merupakan agenda strategis dalam menjaga kesinambungan roda pemerintahan desa. Ia mengingatkan bahwa setiap tahapan harus berjalan sesuai aturan yang berlaku serta tetap mengedepankan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Musdes ini penting sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Namun, semua harus dilaksanakan sesuai regulasi dan tetap menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPD Peleyan, Nurkholis, menyampaikan bahwa musyawarah ini merupakan bentuk nyata fungsi pengawasan sekaligus fasilitasi demokrasi oleh Badan Permusyawaratan Desa. Ia berharap seluruh proses berjalan transparan, objektif, dan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat.
“Keputusan yang diambil harus benar-benar mencerminkan kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu,” katanya.
Setelah melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis, forum Musdes akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Seluruh peserta sepakat untuk tidak melaksanakan PAW Kepala Desa Peleyan dan memilih menunggu hingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2027.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efisiensi anggaran serta kebutuhan prioritas masyarakat. Dalam forum itu juga disepakati bahwa anggaran PAW sebesar Rp42 juta akan dialihkan untuk program yang lebih berdampak langsung bagi warga.
Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung program BPJS Ketenagakerjaan bagi RT dan RW, pengadaan perangkat komputerisasi untuk menunjang pelayanan Pemerintah Desa, serta penyediaan seragam bagi RT dan RW sebagai bentuk peningkatan kinerja dan identitas perangkat kewilayahan.
Pj. Kepala Desa Peleyan, Ferdinan Sirullah, menyambut baik hasil musyawarah tersebut. Ia menilai keputusan ini mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan desa.
“Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat. Semoga keputusan ini membawa manfaat nyata bagi warga Desa Peleyan,” ujarnya.
Keputusan Musdes tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam berita acara resmi oleh BPD untuk kemudian dilaporkan kepada Bupati Situbondo sebagai bagian dari prosedur administrasi pemerintahan.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Musyawarah yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan di tingkat desa.
Dengan hasil musyawarah tersebut, warga Desa Peleyan berharap stabilitas pemerintahan tetap terjaga, sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan optimal demi kemajuan desa ke depan. (*)
0 Komentar