
Bulog Malang Lakukan Sidak Ketersediaan Minyak Goreng Subsidi dan Beras SPHP di Pasar Bunul
Bulog Cabang Malang kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Pasar Bunul, Kota Malang. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (18/4/2026), dalam rangka memastikan harga dan stok minyak goreng subsidi (Minyakita) serta beras SPHP tetap stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam sidak tersebut, Bulog Malang bekerja sama dengan Satgas Pangan Polresta Malang Kota untuk turun langsung jika ditemukan indikasi kenaikan harga di lapangan. Fokus utama dari sidak kali ini adalah memantau ketersediaan dan harga Minyakita serta beras SPHP yang menjadi dua produk yang dimiliki oleh pemerintah.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya penjualan di atas HET atau kelangkaan bahan pokok. Beberapa pedagang mengaku bahwa stok Minyakita masih aman dan tersedia secara cukup. Bahkan, ada pedagang yang baru saja menerima pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut.
"Kami baru saja menerima pasokan sebanyak 12 dus untuk satu minggu ke depan," kata Supriyono, pedagang sembako di Pasar Bunul. Ia juga mengatakan bahwa pasokan sempat mengalami kendala sebelum Lebaran 2026 lalu, namun saat ini mulai normal kembali.
Permintaan konsumen terhadap Minyakita dinilai cukup tinggi karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng premium. Harga satu liter Minyakita sesuai HET hanya dibanderol seharga Rp 15.700 per liter. Hal ini membuat Minyakita menjadi salah satu produk yang paling laris di pasar.
"Minyakita ini yang paling laris dan paling banyak dicari," ujar Supriyono. "Karena harganya yang murah, jika dibandingkan dengan minyak goreng premium yang saat ini sudah menyentuh Rp44 ribu per dua liter."
Karena permintaan yang tinggi, Supriyono memberlakukan pembatasan bagi pembeli, yaitu satu orang maksimal dapat membeli 2 liter dalam sehari. Tujuannya agar penyaluran minyak goreng bersubsidi tersebut merata kepada masyarakat.
"Karena pelanggan saya kebanyakan ibu-ibu yang jualan. Jadi saya batasi sehari itu dua liter. Biar semua keduman (mendapatkan bagian)," tambahnya.
Masyarakat seperti Siti Aminah, penjual gorengan, juga mengakui bahwa Minyakita sangat murah dan enak dibandingkan merek lain. Ia mengatakan bahwa sempat kesulitan mencari Minyakita tepatnya saat momentum sebelum Lebaran 2026 kemarin. Namun saat ini, ia cukup bersyukur karena dapat lebih mudah membeli Minyakita.
Pemantauan Rutin Dilakukan oleh Bulog Malang
Pimpinan Cabang Bulog Malang, M Nurjuliansyah, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pencatatan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Setiap hari, Bulog melakukan monitoring ke sejumlah pasar, termasuk Pasar Bunul dan Pasar Dinoyo, untuk memastikan ketersediaan stok Minyakita dan Beras SPHP.
Selain memantau stok, Bulog juga fokus pada pengawasan harga agar tetap sesuai dengan HET. "Kami terus memonitor stok di pedagang. Kami upayakan selalu ada Minyakita di pasar. Dan itu rutin kami lakukan," ujarnya.
Meski pemantauan rutin dilakukan, Bulog mengakui bahwa stok Minyakita di Kota Malang saat ini masih terbatas, yakni sekitar 9.000 kardus. Jumlah tersebut dinilai belum sepenuhnya aman untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi. Untuk itu, Bulog Malang telah mengajukan tambahan pasokan ke Kantor Wilayah Jawa Timur.
Dalam kondisi normal, pasokan yang masuk bisa mencapai 24.000 kardus dalam periode satu hingga dua minggu. Satu kardus berisi 12 pouch untuk kemasan 1 liter dan 6 pouch untuk kemasan 2 liter.
"Kami sudah minta pengajuan kepada Kanwil Jatim, agar pasokan segera ditambah," ujarnya.
Kendala Administratif di Tingkat Pedagang
Dalam proses distribusi, Bulog juga menghadapi kendala administratif di tingkat pedagang. Tidak semua pedagang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang menjadi syarat untuk mendapatkan pasokan. Untuk itu, Bulog menggandeng Dinas Perdagangan guna memfasilitasi pembuatan NIB bagi pedagang.
"Semoga dalam waktu dekat ini segera ada penambahan," ujar M Nurjuliansyah. "Agar ketersediaan pasokan di wilayah Kota Malang ini aman terkendali," tambahnya.
0 Komentar