Profil Capt. Marindra Wibowo, Pilot Helikopter yang Jatuh di Sekadau
Capt. Marindra Wibowo adalah seorang pilot helikopter yang memiliki pengalaman luas dalam dunia penerbangan. Ia telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002 dan memiliki berbagai pelatihan penerbangan yang memperkuat kemampuannya. Salah satu pelatihan yang ia ikuti adalah pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia. Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center.
Sebelum menjadi pilot helikopter, Capt. Marindra Wibowo pernah bekerja di beberapa perusahaan penerbangan. Ia bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).
Selain pengalaman profesional, Capt. Marindra Wibowo memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut. D. Ia juga memiliki pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, yang menunjukkan dedikasinya untuk terus berkembang dalam berbagai bidang.
Keluarga dan Rumah Duka
Capt. Marindra Wibowo adalah putra dari pasangan Sudijono, purnawirawan TNI, dan Prapti Lindah Lestari, pensiunan PNS. Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara. Saat ini, istri dan anak Capt. Marindra Wibowo sedang berada di Pontianak untuk menjemput jenazah almarhum.
Di rumah duka yang terletak di blok B1 Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, tenda besar telah berdiri untuk menerima para tamu yang datang. Di bawah tenda tersebut, puluhan kursi plastik sudah disusun, sementara puluhan karangan bunga memenuhi berbagai sudut jalan di sekitar rumah. Di dalam rumah dua lantai yang berada persis di sebelah pos satpam, terlihat beberapa orang beraktivitas. Mereka adalah keluarga almarhum Capt. Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kalimantan Barat.
Karakter dan Kehidupan Sehari-hari
Warga sekitar rumah duka mengaku sangat berduka atas kepergian Capt. Marindra Wibowo. Mereka menilai bahwa ia sosok yang tegas dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Bahkan, dalam kepengurusan RT tahun kemarin, Marindra sempat menjadi penasehat pengurus RT. “Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing. Khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosilnya juga bagus,” ujar Mohamad Ichwan, Ketua RT 2 RW7.
Selain itu, petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut juga mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian Capt. Marindra. “Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik. Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun. Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini,” ujar seorang petugas keamanan.
Kronologi Kecelakaan Helikopter PK-CFX
Berdasarkan data manifes sementara yang dihimpun, helikopter PK-CFX diketahui lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Kota Pontianak pada Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 08.34 WIB. Penerbangan awalnya terlihat normal. Tidak ada tanda indikasi gangguan pada faktor internal maupun eksternal. Namun 5 menit setelah lepas landas, heli itu dilaporkan hilang kontak.
Sistem COSPAS-SARSAT lalu mendeteksi sinyal darurat (distress signal) dari helikopter pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR. Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz itu mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.

Tim gabungan pun dikerahkan sejak laporan hilang kontak itu muncul pada Kamis 16 April pagi. Pencarian langsung dilakukan hingga pukul 16.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, enam korban berhasil dievakuasi. Sedangkan dua korban lainnya belum dapat dievakuasi karena terkendala kondisi di lapangan. Terkini seluruh korban berhasil dievakuasi, seluruhnya meninggal.
0 Komentar