Perawat Makam Terinspirasi oleh Keteguhan Vidi Aldiano
Vidi Aldiano, penyanyi yang meninggal dunia setelah melawan kanker ginjal selama tujuh tahun, meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Salah satu yang terus menjaga makamnya adalah Djamuri, perawat makam di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Meski hanya mengenal Vidi melalui pemberitaan dan media sosial, Djamuri mengaku sangat terinspirasi oleh kekuatan dan ketabahan sang penyanyi.
Kepergian yang Menyentuh
Djamuri mengungkapkan bahwa sikap Vidi yang tetap bersyukur meskipun dalam kondisi sakit menjadi pelajaran hidup yang berharga baginya. "Bener-bener emang dia mah orang menginspirasi. Biar kata dia sakit, tapi bukan malah mengeluh, malah bersyukur dia dapet sakit itu," ujarnya saat ditemui di TPU Tanah Kusir.
Ia juga menyebutkan bahwa pesan-pesan religius yang disampaikan Vidi di akhir hidupnya sangat menyentuh. "Religinya udah luar biasa dia mah. Dia kasih contoh buat yang lain, suruh pada kembali sama Yang Kuasa, suruh rajin ibadah. Saya mah orang awam masih kalah sama dia," tambahnya.

Hujan Saat Pemakaman
Djamuri juga mengenang suasana pemakaman Vidi Aldiano. Ia mengatakan bahwa hujan turun tanpa henti sejak sore hingga jenazah dimakamkan. Menurutnya, hal ini bisa dianggap sebagai simbol kesedihan alam atas kepergian Vidi. "Orang kalau dibilang ketahuan dari pengantarannya juga. Sama alam, lagi hujan kagak berhenti-berhenti waktu nungguin meninggal ya. Dari setengah lima sore sampai pagi, sampai dia dimakamin hujan nggak berhenti-berhenti. Kalau dikaitin sama alam, alam bersedih," kenangnya.
Kunjungan Para Artis
Sejak dimakamkan, makam Vidi Aldiano tidak pernah sepi dari para peziarah. Banyak artis ternama seperti Rizky Febian dan Thariq Halilintar diketahui datang untuk memberikan doa. Djamuri menyebutkan bahwa beberapa rekan sesama artis sering berkunjung ke makam tersebut.
Kondisi Makam yang Mengalami Ambles
Selain itu, makam Vidi sempat mengalami sedikit penurunan tanah atau ambles. Djamuri menjelaskan bahwa hal ini wajar terjadi pada makam yang baru saja dibangun. "Udah (betul), kan biasa kalau masalah makam baru tuh, ambles. Biasa kalau makam baru tuh, nggak aneh emang. Apalagi kena hujan ya blesek terus," ujarnya.
Saat ini, tanah makam telah dipadatkan kembali agar tidak kembali mengalami penurunan. "Ini mudah-mudahan nggak blesek (amblas) lagi, insyaallah udah dipadetin," tambahnya.

Perawatan Rumput di Makam
Saat ini, makam Vidi Aldiano sedang dalam tahap perawatan agar rumput yang menutupinya bisa tumbuh dengan sempurna. Djamuri menjelaskan bahwa butuh waktu sekitar dua hingga tiga bulan agar rumput tersebut benar-benar hijau. "Antara dua bulan sampai tiga bulan (untuk menghijau). Tapi sebulan juga kayaknya udah mulai. Yang penting rutin tiap pagi sore disiramin," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa area makam merupakan percontohan, sehingga tidak diperbolehkan adanya bangunan atau nisan permanen yang mencolok. "Di sini buat percontohan, jadi disamain semua. Nggak ada yang timbul, yang dibangun-bangun nggak boleh. Dia rumput semua," tutupnya.
0 Komentar