Strategi Hemat BBM TNI AL: Drone dan KSOT Patroli Laut

Strategi TNI AL dalam Mengurangi Penggunaan BBM

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan berbagai langkah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi geopolitik yang semakin memburuk di kawasan Timur Tengah. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menjaga operasional TNI AL tanpa mengorbankan efisiensi dan keamanan laut Indonesia.

  • Salah satu strategi utama adalah pemanfaatan drone dan kapal selam otonomus (KSOT) untuk melakukan patroli laut. Penggunaan teknologi ini dinilai sangat efektif dan efisien, terutama dalam mendukung tugas-tugas patroli yang tetap harus dilakukan oleh kapal perang. Ali menyatakan bahwa KSOT akan digunakan untuk operasi bawah air, sementara drone akan menjadi alat pendukung utama dalam pemantauan wilayah laut.

  • Selain itu, TNI AL juga berencana menggunakan bahan bakar B50 untuk menjaga kawasan laut Indonesia. Bahan bakar B50 merupakan campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak kelapa sawit (CPO), sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ali menjelaskan bahwa modifikasi mesin kapal akan diperlukan untuk mengakomodasi penggunaan B50. Meski saat ini masih menggunakan B35, penggunaan B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

Transformasi Mobilitas Hijau di Lingkungan TNI

TNI AL juga mendorong transformasi mobilitas hijau di lingkungan TNI. Salah satu inisiatifnya adalah uji coba penggunaan bus listrik di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur. Uji coba ini dilakukan pada 16 April 2026, dengan tujuan memberikan kontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional, pengurangan ketergantungan BBM impor, serta pencapaian target Net Zero Emission 2060.

  • Bus listrik yang akan dioperasikan memiliki kapasitas 33 kursi penumpang dengan tipe heavy duty yang berbobot 15,2 ton. Bus ini menggunakan baterai lithium iron phosphate berkapasitas 255 kWh dan mampu mencapai kecepatan maksimal 100 kpj. Sebelum digunakan, bus telah melalui serangkaian uji ekstrem seperti getaran, kejut mekanis, perendaman air, api eksternal, dan arus lebih.

  • Fitur keselamatan yang dimiliki bus ini antara lain Main Power Cut Off Switch, pemadam APAR otomatis di ruang baterai atau kontrol, deteksi asap, GPS tracking, battery monitoring, dan CCTV 12 kamera. Penggunaan kendaraan listrik ini diharapkan mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga 50 persen dan menjadi bagian dari transformasi menuju sistem kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Target dan Kebijakan Presiden Prabowo Subianto

Upaya TNI AL dalam mengimplementasikan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan secara verbal. Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan akan mendorong transisi secara bertahap penggunaan BBM ke energi listrik. Tujuan utamanya adalah menghemat BBM hingga 200 ribu barrel per hari atau sekitar 20 persen dan memproduksi 100 gigawatt untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

0 Komentar