Tiga berita terpopuler Sumbar: jejak harimau, wisatawan terjebak, dan korban banjir Pasaman

Berita Populer Sumbar: Penemuan Jejak Harimau, Kecelakaan Mobil Travel, dan Korban Banjir

gubukinspirasi.id, PADANG - Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat (Sumbar) dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di gubukinspirasi.id. Berikut adalah beberapa peristiwa yang menjadi sorotan masyarakat.

Penemuan Jejak Harimau Sumatera di Permukiman Koto Sani Solok

Pertama, penemuan jejak kaki Harimau Sumatera pada permukiman masyarakat di Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok baru pertama kali terjadi. Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto saat dikonfirmasi gubukinspirasi.id, Jumat (17/4/2026).

Kata dia, sebelumnya warga Koto Sani tak pernah menemukan jejak kaki Harimau Sumatera tersebut di sekitar permukiman. "Ini pertama kali terjadi, khusus di pemukiman, kalau di ladang yang jauh dari permukiman kadang sering terlihat, karena dekat kawasan mereka," sebutnya.

Dengan penemuan tersebut, pihak nagari mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah sendirian saat malam hari. Selain itu, Erinal juga meminta masyarakat mengamankan hewan ternak ke tempat yang lebih aman dari incaran Harimau Sumatera.

Sebelumnya diberitakan, Penemuan jejak kaki Harimau Sumatera membuat warga di Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok resah sejak Rabu (15/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026). Jejak kaki harimau tersebut ditemukan di permukiman masyarakat sejak Rabu lalu. Bahkan warga setempat sempat mendengar Harimau Sumatera menggesek-gesek tubuhnya ke dinding rumah pada malam harinya.

Akan tetapi sampai hari ini kata Erinal, belum ada warga yang melapor terkait suara Harimau Sumatera saat memasuki permukiman. Hanya saja, untuk jejak dan suara tubuh Harimau Sumatera tersebut menggesek-gesek tubuhnya ke dinding rumah sudah dilihat dan didengar masyarakat.

Mobil Travel Masuk Jurang di Lembah Anai

Kedua, satu unit mobil minibus jenis Toyota Avanza masuk jurang di kawasan Lembah Anai, tepatnya di Kelok Pergedel, jalan lintas Padang Panjang–Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 04.45 WIB.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kota Padang Panjang, Jhon Eriko, mengatakan kendaraan tersebut merupakan mobil travel bernomor polisi BL 1453 LL yang sedang dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Padang.

“Mobil minibus travel dari Pekanbaru menuju Padang,” ujarnya kepada gubukinspirasi.id.

Ia menyebutkan, jumlah korban dalam peristiwa tersebut sebanyak enam orang. Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Kota Padang Panjang.

“Korban dibawa ke RS Yarsi Kota Padang Panjang dan RSUD Kota Padang Panjang,” jelasnya.

Dari enam korban tersebut, satu orang mengalami luka berat, yakni sopir travel, sementara lima lainnya mengalami luka ringan.

Sebuah mobil Toyota Avanza dilaporkan masuk jurang di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) pagi. Peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam video yang dilihat gubukinspirasi.id, mobil Avanza bernomor polisi BL 1453 LL tampak terbalik di pinggir sungai. Terlihat dua orang korban tergeletak tidak jauh dari lokasi mobil, sementara sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan.

Selain itu, petugas gabungan juga telah berada di lokasi kejadian untuk membantu dalam mengevakuasi korban. Petugas gabungan tersebut terdiri dari Damkar, Tim SAR, kepolisian, dan masyarakat. Medan yang curam dan kondisi cuaca yang lembap menjadi tantangan utama bagi tim gabungan di lapangan.

Korban Terakhir Banjir Alahan Mati Pasaman Ditemukan Meninggal

Ketiga, Tim SAR gabungan menemukan satu korban hanyut akibat banjir di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026). Diketahui sebelumnya dua orang warga bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37) dilaporkan hanyut terseret arus sungai pada Selasa (14/4/2026).

Korban bernama Meji Ardi, laki-laki, sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini bermula pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, saat hujan deras menyebabkan air sungai meluap. Akibatnya, mobil yang ditumpangi korban terjebak di aliran sungai. Saat berupaya keluar dari kendaraan, korban justru terseret arus deras.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan korban atas nama Dewi Hayati ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB. “Korban ditemukan pada jarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujarnya dalam laporan resmi, Jumat.

Dalam proses pencarian hari ketiga, tim SAR membagi operasi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan total area pencarian mencapai 9 kilometer. SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting sejauh 6,5 kilometer. Sementara SRU 2 dan SRU 3 melakukan penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai masing-masing sejauh 2,5 kilometer.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya tim Pos SAR Pasaman, TNI, Polri, BPBD, Brimob, hingga masyarakat setempat. Selama operasi berlangsung, cuaca di lokasi dilaporkan dalam kondisi hujan ringan. Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan arus sungai yang deras.

0 Komentar