Kondisi Rumah Singgah Among Jiwo yang Mengkhawatirkan
Pengelola Rumah Singgah Among Jiwo di Kota Semarang mengungkapkan bahwa banyak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sering melarikan diri dari tempat penampungan. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, termasuk ketidakmampuan fasilitas yang ada dalam menangani ODGJ dengan kondisi ekstrem.
Fasilitas Penampungan yang Tidak Memadai
Kepala UPTD Among Jiwo, Setiyani Eka Ambarsari, menjelaskan bahwa ruang isolasi yang tersedia saat ini dinilai belum cukup untuk menampung ODGJ dengan kondisi kejiwaan yang sangat berat. Beberapa penghuni bahkan nekat membobol atap bangunan untuk kabur.
"Kita punya isolasi tiga itu dijebol semua, mereka kabur," ujarnya, Kamis (14/5/2026). Ia menyebut bahwa para penghuni ODGJ yang ingin kabur sering memanfaatkan celah-celah struktur bangunan. Mereka dengan berani memanjat dan membobol atap ruangan.
Menurutnya, penghuni dengan kondisi emosional yang stabil ditempatkan di sel bagian dalam yang dipisah antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan penghuni dengan kondisi ekstrem harus ditempatkan di ruang isolasi.
Kisah Pilu ODGJ Perempuan Asal Kendal
Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah kisah seorang ODGJ perempuan asal Kabupaten Kendal. Meskipun sudah dipulangkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kendal, yang bersangkutan sering kali kembali ke Semarang. Bahkan, ia sempat viral di media sosial.
"Sudah diambil siang. Sore itu sudah sampai Kalibanteng lagi. Sudah mangkal di situ," ujarnya. ODGJ tersebut kerap berkeliaran di sekitar kawasan arteri Yos Sudarso. Motifnya ternyata berasal dari keinginan untuk mencari ayahnya yang merupakan seorang sopir truk atau supir bus.
Ambar mengatakan, pihaknya sempat berkoordinasi dengan Dinsos Kendal setelah ODGJ tersebut dipulangkan. Namun tak lama kemudian, yang bersangkutan justru kembali ditemukan berkeliaran di Semarang.
Petugas gabungan akhirnya kembali mengevakuasi ODGJ tersebut dan langsung membawanya menuju RSJD Amino Gondohutomo Semarang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, pada Selasa (12/5/2026) lalu.
Risiko ODGJ yang Kabur
Setiyani menjelaskan bahwa para penghuni ODGJ sangat membutuhkan pengobatan yang rutin agar kondisi emosional mereka tetap terjaga stabil. Ketika mereka kabur dari rumah singgah dan tidak lagi mengonsumsi obat, kondisi emosionalnya biasanya akan kambuh.
"Karena orang ODGJ itu kan harus rutin obatnya. Kalau mereka kabur di jalan ndak minum obat lagi, kambuh lagi mesti," imbuhnya.
0 Komentar